• KPK : PN Jaksel Tolak Praperadilan Tersangka Suap DOKA Irwandi Yusuf

    KPK : PN Jaksel Tolak Praperadilan Tersangka Suap DOKA Irwandi Yusuf

    Beritahati.com, Jakarta - Gugatan persidangan pra peradilan dalam kasus dugaan suap yang menjerat tersangka Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Provinsi Aceh, akhirnya ditolak. Pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dipastikan telah menolak seluruh materi yang diajukan pemohon.

    Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta bahwa pihaknya tentu saja menyambut baik terkait penolakan tersebut. Menurutnya penyidik KPK dipastikan akan melanjutkan penyidikan dalam kasus perkara dugaan korupsi berupa suap atau gratifikasi Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA).

    “Dengan adanya penolakan tersebut maka bisa dipastikan bahwa KPK akan terus melanjutkan penyidikan kasus tersebut sekaligus memproses sejumlah tersangka yang diduga telah menerima suap atau gratifikasi dalam kasus korupsi yang menjerat tersangka Irwandi Yusuf,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Selasa (25/9/2018).

    Febri lanjut menuturkan, bahwa sebelumnya KPK telah menyampaikan sejumlah argumentasi bahwa sebenarnya permohonan gugatan persidangan pra peradilan tersebut tidak sah atau gugur demi hukum kepada pihak pengadilan.

    KPK beralasan karena permohonan gugatan persidangan pra peradilan tersebut justru bukan diajukan oleh pihak tersangka Irwandi Yusuf, melainkan oleh Yuni Eko Hariatna, dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

    Sementara itu tersangka Irwandi Yusuf sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 3 orang lainnya. Irwandi diduga telah menerima sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi tersangka lainnya yaitu Ahmadi Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi sebesar Rp500 juta.

    Sedangkan 2 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing adalah Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Kedua tersangka tersebut diduga terlibat karena berperan sebagai pihak perantara suap.

    KPK meyakini bahwa uang tersenut diduga merupakan bagian dari commitment fee yang dijanjikan sebelumnya dengan tujuan agar mendapatkan bagian dari sejumlah proyek infrastruktur yang diduga menggunakan alokasi anggaran DOKA.

    “Sebagian dari uang suap tersebut menurut rencana didyga akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan lomba lari bertaraf internasional yaitu Aceh Marathon 2018,” pungkas Febri Diansyah.

  • Haringga Tewas, Pemerintah Hentikan Semua Liga Sepak Bola Indonesia

    Haringga Tewas, Pemerintah Hentikan Semua Liga Sepak Bola Indonesia

    Beritahati.com, Jakarta - Insiden tewasnya seorang Jakmanis (suporter Persija), Haringga Sirila, yang dibunuh beramai-ramai oleh puluhan oknum bobotoh (suporter Persib Bandung) rupanya menjadi masalah olah raga nasional yang berbuntut panjang.

    Setelah sebelumnya banyak media mengecam bobotoh dan Persib bandung yang tidak becus mengurus suporter, netizen mengemukakan umpatan resah, disusul kesepakatan para pemain Liga 1 melancarkan mogok main untuk pekan ke-24 sampai seluruh kelompok suporter manandatangani nota damai.

    Akhirnya, pemerintah menjawab keresahan masyarakat terhadap aksi-aksi kriminal, khususnya pembunuhan beramai-ramai di depan umum oleh suporter kesebelasan tertentu terhadap suporter lawan.

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mewakili pemerintah, menghentikan kompetisi sepak bola seluruh level, termasuk Liga 1, untuk dua pekan ke depan hingga masalah ini selesai.

    Apalagi didukung data Save Our Soccer, bahwa sudah 70 kasus pembunuhan antar suporter selama ini, Menpora tak mau bertele-tele.

    "Pemerintah menghentikan liga sepak bola selama 2 minggu sebagai bentuk penghormatan kita kepada korban, sekaligus belasungkawa nasional. Dan ini juga menjadi momentum intropeksi diri kita semua bahwa satu nyawa sangat mahal harganya. Disaat penghentian kompetisi, kami minta PSSI dan operator liga melakukan hal luar biasa. Karena ini adalah kejadian luar biasa. Kami harapkan ada upaya mengedukasi dan menjalankan aturan yang sesuai dengan AFC dan FIFA," tegas Imam di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

    Untuk menanggapi keputusan Pemerintah melalui Kemenpora, PSSI berencana menggelar jumpa pers terkait kasus Haringga sore ini juga, namun terus diundur.

    "Seluruh warga Indonesia turut berduka cita kepada keluarga almarhum Haringga. Semoga keluarga diberi kesabaran dan rela melepas kepergian Haringga selamanya," tutup Menpora Imam Nahrawi.

  • Polisi Bongkar Jaringan Pabrik Ekstasi Jenis Baru Efek 3 In 1

    Polisi Bongkar Jaringan Pabrik Ekstasi Jenis Baru Efek 3 In 1

    Beritahati.com, Jakarta - Terbongkarnya tempat pembuatan pil ekstasi jaringan internasional di sebuah rumah kawasan Perumahan Sentra Pondok Rajeg Blok B2 No 5, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/9/2018) dini hari lalu, berhasil menguak hal baru. Ternyata, bahan baku pembuat pil setan tersebut salah satunya adalah bahan utama sabu Methapethamine, Ephidrine, Kafein, dan Posfor.

    Pil ekstasi kali ini semakin berbahaya, karena pada umumnya ekstasi bersifat efek stimulan saja, namun untuk yang ini, menyimpan efek 3 in 1, atau bersifat stimulan, depresan serta halusinogen.

    Demikian diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolrestro Jakarta Barat, Senin (24/9/2018).

    Hengki memaparkan, terbongkarnya jaringan narkoba ini berawal atas kerja sama 3 pilar, yang diawali informasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas tentang adanya peredaran narkoba di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Selain itu, juga merupakan hasil dari pengembangan tertangkapnya sepasang kekasih pengedar sabu dan pil ekstasi pada beberapa hari lalu.

    (BACA JUGA) Hasil Produksi Ekstasi Jenis Baru Dijual ke Lapas Kawasan Jakarta

    "Dari informasi dan hasil pengembangan tersebut, petugas menangkap tersangka SI," Papar Hengki, Senin (24/9/2018).

    Hengki melanjutkan, berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka SI (55), ada narkotika jenis ekstasi dan sabu lainnya di wilayah Grogol, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Berangkat dari informasi yang diterima, petugas melakukan under cover.

    Petugas yang melakukan under cover diarahkan menuju Cilincing, Jakarta Utara, untuk menemui perantara bernama RS (24). Sesampainya di Cilincing, petugas menemui RS lalu diarahkan ke Jalan Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, bertemu AP (40). Sesampainya di Depok, petugas melakukan transaksi langsung dengan AP.

    "Petugas langsung menangkap AP bersama barang bukti sebanyak 1.000 butir pil ekstasi. Sedangkan dari tangan RS, petugas juga menyita satu plastik paket sabu seberat 10 gram," sambung Kapolres Jakarta Barat.

    Baik RS, SI, maupun AP, ketiganya digalandang ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

    Rilis penangkapan ini agak berbeda, karena turut hadir Duta Anti Narkoba Indonesia, yakni Puteri Indonesia 2018, Sonia Vergina Citra.

  • Arkeolog Temukan Tembikar dan Saluran Air Kerajaan Mataram Kuno

    Arkeolog Temukan Tembikar dan Saluran Air Kerajaan Mataram Kuno

    Beritahati.com, Yogyakarta - Tim Penelitian Pusat Kerajaan Mataram Kuno dan Kawasan Lereng Timur Merapi, Balai Arkeologi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, menemukan beberapa obyek yang diduga sebagai peninggalan kerajaan Mataram Kuno.

    Dalam ekskavasi sembilan hari di RT 5 Dusun Balong Bayen, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, tim menemukan tembikar, keramik, dan terakota berupa saluran air.

    Ketua Tim Baskoro Ndaru Tjajono menyatakan, penggalian sendiri dilakukan sejak 15 September. Sedangkan Ekskavasi kali ini merupakan lanjutan dari penelitian pada periode 2007-2009.

    “Sebelumnya, dua tahun penuh penelitian, kami fokus pengamatan pada keberadaan batu-batu besar di permukaan. Penggalian di lokasi didasarkan pada hipotesis adanya pemukiman di antara candi Kedulan dan candi Sambisari,” jelas Baskoro, Senin (24/9/2018).

    Diungkapkan, dari dua lubang penggalian berukuran 2x6 meter, pada kedalaman lima meter, peneliti menemukan 67 tembikar, 4 pecahan keramik, dan 1 terakota saluran air.

    Dugaan sementara, keramik berasal dari Dinasti Tang atau Dinasti Song. Sedangkan keberadaan terakota berupa saluran air, dinilai sama seperti temuan di peninggalan Kerajaan Majapahit.

    Baskoro menyatakan, dengan penemuan itu, menandakan lokasi ini dulunya merupakan pemukiman maupun candi, sebagai pusat kerajaan Mataram Kuno dari abad 8 sampai 10 Masehi.

    Temuan-temuan tersebut kemungkinan juga tertutup pasca adanya banjir lahar dingin Gunung Merapi pada abad ke-10. Lapisan tanah di lokasi tersebut juga menunjukkan adanya kemiripan dengan Candi Kedulan dan Candi Sambisari yang tak jauh dari lokasi, terutama jenis lapisan tanahnya.

    “Hipotesis ini diperkuat fakta bahwa lokasi penemuan berada di tengah-tengah empat situs candi yaitu Candi Sambisari, Candi Kedulan, Candi Bromonilan, serta situs Dhuri. Keempatnya sebagai batas kota,” katanya.

    Hal tersebut juga sesuai dengan konsep pendirian kerajaan dengan konsep alam semesta, dimana lokasi tersebut juga berada di antara dua sungai besar, yaitu Kali Opak dan Kali Kuning. Selain itu, masih pula ada Gunung Merapi. Pada masa lampau, gunung dianggap sebagai tempat tinggal dewa.

    Dalam sejarah, sebelum berpindah sebanyak empat kali, selain di Jawa Timur, pusat pemerintahan Mataram Kuno, besar kemungkinan berada di antara kawasan Kedu dan Prambanan.

    Usai penemuan ini, Baskoro menambahkan, penelitian akan dihentikan dan dilanjutkan tahun depan menunggu alokasi anggaran. Dari penemuan diharapkan muncul titik terang apakah Kalasan merupakan permukiman atau pusat kerajaan.

    Ketua RT 5, Handoko mengatakan, keberadaan batu-batu besar di lingkungannya sudah sejak lama. Hanya warga tidak tahu jika batu-batu itu merupakan bagian candi sebelum diberitahu arkeolog. Batu tersebut pun dibiarkan begitu saja di halaman rumah maupun sudut-sudut rumah.

    "Warga dari dulu mengetahui keberadaan batu-batu dari sesepuh. Tapi si mbah tidak tahu itu batu candi atau apa," katanya.

Galeri