• Bupati Pakpak Bharat Remigo, Resmi Tersangka Dugaan Suap

    Bupati Pakpak Bharat Remigo, Resmi Tersangka Dugaan Suap

    Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu (RYB), sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat.

    Selain Remigo, Plt. Kadis PUPR Pemkab Pakpak Bharat berinisial DAK (David Anderson Karosekali) beserta pihak swasta, HSE (Hendriko Sembiring), dijejerkan pula sebagai tersangka. Sehingga, dalam kasus ini, total 3 tersangka awal ditetapkan secara resmi oleh KPK, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejak Sabtu, 17/11/2018 malam, hingga Minggu, 18/11/2018 dini hari. Dalam OTT tersebut KPK berhasil menyita duit Rp 150 juta.

    "KPK telah meningkatkan penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka yang diduga sebagai penerima, yakni RYB, DAK. Dan HSE," terang Ketua KPK, Agus Rahardjo, saat jumpa pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018).

    KPK menduga kuat, uang Rp150 juta yang disita dalam OTT merupakan fee pelaksana proyek yang berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek bersangkutan.

    Remigo dan dua tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

  • Tiba di Gedung KPK, Bupati Pakpak Bharat Bungkam Soal Dugaan Suap

    Tiba di Gedung KPK, Bupati Pakpak Bharat Bungkam Soal Dugaan Suap

    Beritahati.com, Jakarta - Beberapa saat yang lalu Bupati Pakpak Bharat merangkap Ketua DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat, yakni Remigo Yolando Berutu, yang sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018) sore.

    Berdasarkan pantuan Berita Hati langsung dari Gedung KPK Jakarta, Remigo turun dari mobil milik KPK mendapatkan pengawalan ketat dari penyidik dan sejumlah petugas. Saat ditanya wartawan, Remigo hanya terdiam tak mau memberikan keterangan apapun terkait penangkapan atas dirinya.

    Sebelumnya diberitakan bahwa Remigo ditangkap pada Minggu dini hari di wilayah Kabupaten  Pakpak Bharat, Sumatera Utara, dan dibawa menggunakan pesawat pada pukul 11.00 WIB, dan tiba di Gedung KPK pada Minggu sore.

    Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan saat ditanya wartawan membenarkan bahwa  petugas KPK totalnya berhasil menangkap dan mengamankan 6 orang. Perinciannya, Kepala Daerah, Kepala Dinas, Pegawai Negeri Sipil (PNS)  dan sejumlah pihak swasta. Menurut Basaria  2 orang berhasil ditangkap di Jakarta, sedangkan 4 orang lainnya di Medan.

    Penangkapan Remigo diduga terkait suap proyek infrastruktur dibawah Dinas Pekerjaan Umum (PU) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Pakpak Bharat. KPK dilaporkan juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai ratusan juta saat menggelar kegiatan OTT tersebut.

    Sementara itu  menurut rencana, Pimpinan KPK dijadwalkam akan menggelar konferensi pers terkait identitas para pihak yang ditangkap sekaligus mengumumkan status hukum sejumlah pihak yang ikut terjaring OTT KPK.

  • Minggu 18/11/2018, Tim DVI Identifikasi 2 Jenazah Korban Lion Air PK-LQP

    Minggu 18/11/2018, Tim DVI Identifikasi 2 Jenazah Korban Lion Air PK-LQP

    Beritahati.com, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Raden Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur siang ini kembali berhasil mengidentifikasi 2 jenazah yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT610.

    “Hari ini kita berhasil mengidentifikasi lagi 2 jenazah penumpang penumpang pesawat Lion Air JT-610, untuk sementara hingga saat ini sudah 100 orang yang teridentifikasi, perinciannya laki-laki 73 orang sedangkam perempuan 27 orang,” jelas Kombes Pol. Lisda Cancer, Kepala Bidang DVI Mabes Polri, di RS. Polri Jakarta, Minggu (18/11/2018).

    Lisda menjelaskan, jenazah pertama yang teridentifikasi diketahui atas nama Janu Daryoko, laki-laki, berusia 60 tahun. Jenazah teridentifikasi dengan nomor post mortem 0044B dari kantong jenazah nomor DVI 00/Lion KRW/0044 dan nomor ante mortem 152. Yang bersangkutan berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.

    Jenazah kedua diketahui atas nama Raden Roro (RR) Savitri Wulurastuti, perempuan berusia 42 tahun. Jenazah teridentifikasi dengan nomor post mortem 0044F, dari kantong jenazah nomor DVI 00/Lion KRW/0044 dan nomor ante mortem 109. Yang bersangkutan juga teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.

    Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang, Provinsi Bangka Bellitung (Babel) dilaporkan kehilangan kontak atau loss contact. Pesawat nahas tersenut jatuh di kawasan peraitan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi, tak lama setelah lepas landas atau take off dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Berdasarkan data dan informasi dari maskapai Lion Air Group, pesawat tersebut mengangkut 189 orang, perinciannya 181 penumpang ditambah 8 awak kabin termasuk diantaranya pramugari, pilot dan co-pilot.

  • Bupati Pakpak Bharat Kena OTT KPK, Ketua DPC Partai Demokrat

    Bupati Pakpak Bharat Kena OTT KPK, Ketua DPC Partai Demokrat

    Beritahati.com, Jakarta - Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut), Remigo Yolando Berutu, seorang kader Partai Demokrat dengan kedudukan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat, terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), dalam operasi senyap yang dilakukan sejak Sabtu, 17/11/2018 malam hingga Minggu, 18/11/2018 dini hari.

    Tangkap tangan dilakukan KPK terkait dugaan suap sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pakpak Bharat.

    Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari mengungkapkan, peristiwa penangkapan tersebut diketahuinya justru lewat media. Dari DPD Sumut belum melaporkan apa-apa kepada DPP Demokrat mengenai kader mereka terkena OTT KPK.

    "Jika benar Bupati Pakpak Bharat yang kena OTT, kami prihatin, karena yang bersangkutan tercatat sebagai kader kami dan Ketua DPC Pakpak Bharat. Kami menghormati proses hukum dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari KPK," terang Imelda Sari melalui pernyataan resminya kepada wartawan siang tadi, Minggu (18/11/2018).

    Imelda mengingatkan, bahwa secara internal, ada mekanisme Partai yg ditanda tangani setiap kader yang maju pencalegan atau Pilkada terkait pakta integritas. Sanksi pemberhentian bisa dilakukan Dewan Kehormatan Partai jika seorang kader melakukan tindakan korupsi atau melanggar pakta integritas.

    Sebelumnya diberitakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

    Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan bahwa ada kepala daerah atau pejabat penyelenggara negara yang ikut ditangkap dan diamankan. Bupati Pakpak Bharat yaitu Remigo Yolando Berutu hingga saat ini dikhabarkan masih menjalani pemeriksaan.

    "Benar ada kegiatan OTT KPK di lapangaan mulai tadi malam sampai dini hari, seorang kepala daerah setempat yang ikut ditangkap dan diamankan saat berada di Kota Medan, Sumatera Utara," jelasnya kepada wartawan, Minggu (18/11/2018).

    Febri menjelaskan diduga ada praktik penerimaan suap atau gratifikasi terkait sejumlah proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat.

    Menurut Febri, diduga ada transaksi mencapai ratusan juta rupiah yang merupakan bagian dari commitment fee sejumlah proyek yang dijanjikan sebelumnya. Sementara itu Bupati Remigo diketahui merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pakpak Bharat.

    Penyidik KPK masih punya waktu hingga 1 X 24 jam untuk menetukan status hukum masing-masing pihak yang ikut terjaring OTT KPK. Belum ada informasi kapan KPK akan menggelar acara jumpa pers terkait kegiatan OTT yang dilakukan di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Galeri