• Jakbar Tertinggi Kebakaran, Fikom Mercu Buana Adakan GESIT

    Jakbar Tertinggi Kebakaran, Fikom Mercu Buana Adakan GESIT

    Beritahati.com, Jakarta - Mahasiswa Peduli Negeri (MPN) FIKOM Public Relations Universitas Mercu Buana Menteng menghelat Gerakan Antisipasi Tanggap Api atau disingkat 'GESIT', di RPTRA Puspa Indah, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu, 22 Juli 2018.

    Acara berisi materi berupa Sosialisasi Pelatihan Penyelamatan, Pencegahan, dan Penanggulangan Kebakaran bagi mahasiswa, pelajar, bahkan warga sekitar RPTRA. Materi disampaikan langsung oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan penyelamatan (DPKP) Suku Dinas Cengkareng, Jakarta Barat.

    Dibuka oleh Lurah Cengkareng Timur, Yuli Ardiansyah, Acara Gesit diharapkan bisa memberi pembekalan untuk warga sekitar, yang termasuk dalam lingkungan padat penduduk. Pengetahuan yang didapat, menurut Yuli, bisa menjadi bekal utama bagi warga dalam antisipasi kebakaran baik itu mencegah sampai menanggulangi api.

    "Saya ucapkan terima kasih buat mahasiswa universitas mercu buana yang menggagas acara ini, karena memang Cengkareng Timur saya akui padat penduduk dan rawan akan kebakaran," tutur Yuli di RPTRA Puspa Indah, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Minggu (22/7/2018).

    Apalagi dengan daerah padat penduduk, otomatis jika ada kebakaran, kemungkinan kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) sulit untuk masuk. Sehingga dengan adanya Gesit, harapan Yuli sebagai Lurah, warga nantinya punya kemampuan untuk menanggulangi api dengan cepat, tanggap, serta tidak memakan korban.

    (BACA JUGA) Fikom PR Mercu Buana Inisiasi Gerakan Antisipasi Tanggap Api

    Pada bagian lain, Kepala Sektor Pemadam Kabakaran (Damkar) Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Tri Marjono mengatakan, seperti pengalaman selama ini, kebakaran di lingkungan padat penduduk sebagian besar disebabkan oleh dua hal, yakni ledakan kompor gas dan korsleting listrik.

    Dengan begitu, untuk momen Gesit, dirinya beserta jajaran Damkar Cengkareng Timur, akan memperagakan serta memberikan pelatihan sedikit kepada mahasiswa, pelajar, serta warga setempat, bagaimana menanggulangi kobaran api kompor gas dengan cepat dan aman.

    "Kebakaran di Jakarta Barat masuk tingkat tertinggi di Ibukota, jadi kegiatan ini sangat berguna. Sebenarnya jarang sekali ada mahasiswa mengadakan kegiatan soal penanggulangan kebakaran. Saya bersyukur Mercu Buana bisa mengadakan ini," ucap Tri Marjono.

  • KPK : Napi Korupsi Sukamiskin Kontrak Sel Mewah Rp200-500 Juta Per Tahun

    KPK : Napi Korupsi Sukamiskin Kontrak Sel Mewah Rp200-500 Juta Per Tahun

    Beritahati.com, Jakarta - Para tersangka yang terjaring KPK dalam OTT Kalapas Sukamiskin sekarang berhitung dengan waktu menunggu nasibnya masing-masing. Dan kemungkinan kuat bagi Kalapas Sukamiskin Wahid Husen sebagai salah satu tersangka adalah, masuk kembali ke Lapas Sukamiskin sebagai terpidana, bukan lagi sebagai petugas perwakilan Kemenkumham untuk memimpin Lapas.

    Saat ini, semua tersangka sudah ditahan KPK di sel penjara terpisah, untuk 20 hari pertama.

    “Benar telah dilakukan penahanan terhadap empat tersangka terkait OTT Sukamiskin, masing-masing Fahmi Darmawansyah berada di Rutan Polres Jakarta Pusat, Andri Rahmat di Rutan Polres Jakarta Timur, Wahid Husen di Rutan Cabang KPK di Kav K-4 dan Hendry Saputra di Rutan Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (22/7/2018).

    Febri lalu mengungkapkan juga, bahwa saat dilakukan penggeledahan di dalam Lapas Sukamiskin, petugas KPK menemukan sejumlah fasilitas khusus di dalam sel yang cukup mewah. Diantaranya ada yang dilengkapi dengan mesin pendingin udara atau Air Conditioner (AC), kulkas, televisi dan pemanas air atau water heater.

    KPK meyakini bahwa sel tahanan “super mewah” yang ditempati salah satu narapidana kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla) yaitu Fahmi Darmawansyah (suami Inneke Korsherawati) diduga mempunyai tarif Rp200-500 juta per tahun.

    Kini keempat orang yang telah berstatus sebagai tersangka dan ditahan KPK dalam kasus OTT Lapas Sukamiskin hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tinggal menunggu nasib atau putusan hukum dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

    Selama beberapa bulan kedepan, keempat tersangka tersebut bisa dipastikan akan sering keluar masuk Gedung KPK Merah Putih Jakarta untuk menjalani pemeriksaan yang dilakukan penyidik sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

  • Menunggu Nasib 4 Tersangka OTT Lapas Sukamiskin

    Menunggu Nasib 4 Tersangka OTT Lapas Sukamiskin

    Beritahati.com, Jakarta - Penyidik KPK telah menahan 4 tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) gratifikasi atau suap, terkait OTT Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

    KPK menemukan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk Rupiah dan Dolar Amerika (USD) serta 2 buah mobil mewah. Pemberian tersebut merupakan imbalan terkait adanya permintaan sejumlah fasilitas tambahan yang ada di dalam sel tahanan narapidana kasus korupsi Lapas Sukamiskin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

    Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa keempat tersangka yang terjaring OTT Sukamiskin sejak Sabtu malam atau Minggu dini hari telah ditahan KPK. Terhitung mulai Minggu (22/7/2018), mereka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama.

    “Benar telah dilakukan penahanan terhadap empat tersangka terkait OTT Sukamiskin, masing-masing Fahmi Darmawansyah berada di Rutan Polres Jakarta Pusat, Andri Rahmat di Rutan Polres Jakarta Timur, Wahid Husen di Rutan Cabang KPK di Kav K-4 dan Hendry Saputra di Rutan Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur,” kata Febri saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (22/7/2018).

    Sebenarnya total ada 6 orang yang terjaring OTT KPK di Lapas Sukamiskin, termasuk diantaranya isteri terpidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah, yakni artis Inneke Koesherawati. Namun setelah dilakukan pemeriksaan selama 1 X 24 jam dan dilanjutkan dengan gelar perkara dan barang bukti, penyidik kemudian hanya menetapkan empat orang sebagai tersangka.

     

  • Sadewa, Robot Pengukur Jalan Kreasi PKM-KC UMY

    Sadewa, Robot Pengukur Jalan Kreasi PKM-KC UMY

    Beritahati.com, Yogyakarta - Menurut data dari Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (DKN RI), Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 17.504 pulau.

    Dengan luas wilayah yang besar tersebut berarti diperlukan pembangunan jalan dan infrastruktur di Indonesia yang memadai agar transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah Indonesia bisa bekerja secara optimal.

    Namun dalam pelaksanaannya, pembangunan sarana tersebut masih seringkali terkendala, salah satu faktornya adalah pengukuran topografi tanah pada wilayah yang akan dibangun jalan raya.

    Untuk memberikan solusi atas permasalahan ini salah satu kelompok PKM-KC (Program Kreativitas Mahasiswa - Karsa Cipta) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencoba berkontribusi melalui SADEWA ROBOT (Street Detector Walking Meter).

    Sampai saat ini umumnya pengukuran topografi tanah masih dilakukan secara manual. Pengukuran topografi tanah oleh surveyor khususnya panjang dan lebar jalan membutuhkan waktu yang lama dikarenakan penggunaan alat ukur walking distance meter atau pita ukur yang masih manual.

    "Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur panjang dan lebar wilayah yang akan dibangun jalan raya secara otomatis dan terintegrasi dengan komputer," ungkap Amir Malik Hizbullah, mahasiswa Teknik Elektro 2014 UMY, Sabtu (21/7/2018).

    Amir menyebutkan, SADEWA dapat menjadi solusi yang tepat dan efisien dalam proses yang diperlukan untuk membangun jalan di wilayah Indonesia. Dengan memanfaatkan SADEWA ROBOT, Implementasi Teknologi Pengukur Jalan, ini dapat membantu pengukuran wilayah yang akan dibangun jalan raya.

    Robot ini, kata dia, juga memiliki sensor encoder untuk pengukuran dan sistem monitoring data yang terukur pada LCD display, smartphone android, dan komputer. Sistem monitoring data juga terkoneksi dengan internet sehingga dapat memantau secara riil time.

    "Robot ini juga dilengkapi dengan antena pemancar sebagaiground station, telemetri sebagai pengirim dan penerima data, dan remote control sebagai kendali robot," ujarnya.

    Kelompok PKM-KC SADEWA berharap robot ini dapat berguna untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia, terutama untuk wilayah yang belum memadai kelengkapan infrastrukturnya.

     

Galeri