• KPK Benarkan Tangkap Tangan Bupati Mesuji Lampung

    KPK Benarkan Tangkap Tangan Bupati Mesuji Lampung

    Beritahati.com, Jakarta - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malam ini dilaporkam kembali melakukan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah atau pejabat penyelenggara negara. Kegiatan penindakan yang dilakukan KPK tersebut merupakan yang pertama di awal tahun 2019.

    Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, salah satu pihak yang berhasil ditangkap dan diamankan KPK dalam OTT tersebut adalah Khamamik, Bupati Mesuji, Provinsi Lampung.

    Sementara itu Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta membenarkan terkait adanya kegiatan petugas KPK di lapangan. Menurut Febri dalam OTT tersebut pihaknya berhasil menangkap dan mengamankan seorang kepala daerah (Bupati Mesuji) bersama dengan sejumlah pihak swasta lainnya.

    Febri mengatakan “sejumlah pihak yang terjaring kegiatan OTT KPK tersebut diduga hendak melakukan transaksi terkait commitment fee sejumlah proyek di wilayah Kabupaten Mesuji, Lampung, selain itu petugas KPK juga berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti, salah satunya uang tunai yang jumlah totalnya belum diketahui,” jelasnya di Jakarta, Kamis (24/1/19) dini hari.

    Febri menjelaskan bahwa sejumlah pihak yang ikut terjaring OTT KPK tersebut langsung menjalani pemeriksaan secara intensif. Menurut Febri hingga saat ini status hukum mereka yang ditangkap dan diamankan KPK untuk sementara masih sebagai saksi.

    “Penyidik KPK masih punya waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum masing-masimg mereka yang ikut terjaring OTT di wilayah Mesuji, Lampung,” pungkas Febri Diansyah.

  • Pria Tewas Gantung Diri di Gudang Airlines, Diduga Staf JAS Bandara Soetta

    Pria Tewas Gantung Diri di Gudang Airlines, Diduga Staf JAS Bandara Soetta

    Beritahati.com, Jakarta - Terjadi peristiwa mengerikan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), tepatnya di Gudang Airlines. Seorang staf gudang Jasa Angkasa Semesta (JAS) Soetta tewas gantung diri di dalam gudang, Kamis (24/1/2019).

    Berdasarkan keterangan seorang sumber kami di Bandara Soetta berinisial MR, dengan kejadian ini, cukup mengganggu proses loading ke pesawat.

    "Gudang JAS ini paling sibuk se-Indonesia. Ini tempat bongkar muatnya airlines Internasional (kecuali Garuda Indonesia), semua pesawat Internasional pasti bongkar muat di JAS ini. Jadi bisa dibayangkan dengan insiden ini lalu ada garis polisi nantinya, bakal menyibukkan proses kerja ya, itu pasti. Tapi turut prihatin atas peristiwa ini," tutur MR melalui pesan singkat, Kamis (24/1/2019).

    Menurut MR, peristiwa ini sudah dilaporkan ke pihak Aviation Security (Avsec), namun memang belum tahu kabar kelanjutannya, maksudnya perkembangan kasus ini belum bisa dirincikan secara detil.

    Sementara itu, baik pihak Avsec bandara Soetta maupun Polres Bandara belum bisa dimintai keterangan.

  • BTP Bebas Hari Ini, Perumahan Pantai Mutiara Lengang Dijaga Polisi

    BTP Bebas Hari Ini, Perumahan Pantai Mutiara Lengang Dijaga Polisi

    Beritahati.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) bebas dari masa penahanannya di Mako Brimob, Kamis (24/1/2019).

    BTP dikabarkan sudah menandatangani surat pembebasannya, kemudian meninggalkan Mako Brimob sejak pukul 07.30 WIB ditemani putra sulungnya Nicholas Sean Purnama, kemudian bersama keluarga menuju ke suatu tempat, yang jelas bukan langsung ke kediaman mereka di Pantai Mutiara.

    Sementara itu, menurut pantauan Beritahati dari lokasi kediaman BTP di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, keadaan masih lengang, tak ada penjagaan pihak keamanan awalnya, namun belakangan mulai dijaga polisi.

    Security belum mengizinkan awak media masuk ke dalam kompleks.

    BTP dipenjarakan selama dua tahun setelah divonis bersalah atas kasus penistaan agama. Hakim menilai, BTP melanggar Pasal 156a huruf a KUHP, yaitu secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

    Video : Yurike/Beritahati
    Naskah : Miechell/Beritahati

  • Banyak Anggota DPRD DKI Tidak Lapor LHKPN Online ke KPK : Kami Gaptek Pak !

    Banyak Anggota DPRD DKI Tidak Lapor LHKPN Online ke KPK : Kami Gaptek Pak !

    Beritahati.com, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Privinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Prasetyo Edi Marsudi hari ini secara resmi telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tahun 2018 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Edi memilih menyerahkan LHKPN secara manual dengan cara mendatangi Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan. Edi sempat menyampaikan keluhan kepada wartawan bahwa dirinya merasa kesulitan mengisi LHKPN dengan menggunakan aplikasi secara online.

    Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa hingga saat ini baru satu orang Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta yang telah memyerahkan LHKPN kepada KPK. Sedangkan anggota dewan lainnya untuk sementara belum menyerahkannya kepada KPK.

    KPK sebelumnya sempat menyebutkan bahwa belum ada satupun Pimpinan maupun Anggota Provinsi DPRD DKI Jakarta yang menyerahkan LHKPN sepanjang tahun 2018. Padahal jumlah anggota dewan mencapai 106 orang yang seharusnya wajib lapor, namun kenyataannya belum ada yang lapor terkait LHKPN.

    Pengakuan atau alasan sejumlah oknum anggota dewan yang merasa dirinya kesulitan atau gagap teknologi (Gaptek) tersebut tentu saja tidak begitu saja diterima KPK. Pihak KPK mengaku bahwa mereka pernah mendatangi Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta terkait aplikasi pengisian LHKPN secara elektronik atau online.

    Menurut Febri, sejumlah anggota dewan tersebut sebenarnya sudah pernah didatangi oleh KPK, sehingga alasan gaptek tersebut justru cenderung dibuat-buat atau mengada-ngada. Oleh karena itu, Febri lantas mengimbau agar anggota dewan untuk segera menyerahkan LHKPN kepada KPK.

Galeri