• KPK Tetapkan Zainuddin Hasan Adik Ketum PAN Tersangka Pencucian Uang

    KPK Tetapkan Zainuddin Hasan Adik Ketum PAN Tersangka Pencucian Uang

    Beritahati.com, Jakarta - Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa suap atau gratifikasi, kini Zainuddin Hasan kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

    Pengumuman penetapan tersangka TPPU tersebut dilakukan Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dalam jumpa pers di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).

    Febri menjelaskan bahwa penetapan tersangka Zainuddin Hasan dalam kasus dugaan TPPU tersebut dilakukan penyidik KPK karena yang bersangkutan diduga telah menyamarkan sejumlah uang yang patut diduga berasal dari hasil kejahatan atau perbuatan korupsi, kemudian diubah dalam bentuk lain.

    “Tersangka TPPU Zainuddin Hasan diduga telah melakukan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga, atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (19/10/2018).

    KPK meyakini bahwa tersangka Zainuddin selama ini telah membelanjakan sejumlah uang hasil penerimaan suap. Zainudin diduga juga menggunakan uang tersebut untuk membeli sejumlah aset, diantaranya berupa tanah, bangunan, hingga kendaraan bermotor.

    KPK menemukan sejumlah fakta atau bukti bahwa tersangka Zainuddin diduga mendapatkan aliran dana dari tersangka lainnya yaitu Agus Bhakti Nugroho, oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung.

    “Tersangka Zainuddin Hassan disangkakan telah melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)” pungkas Febri Diansyah.

     

  • Presiden Jokowi : Gempa Lombok Robohkan Bangunan, Tapi Tidak Menumbangkan Harapan

    Presiden Jokowi : Gempa Lombok Robohkan Bangunan, Tapi Tidak Menumbangkan Harapan

    Beritahati.com, Jakarta - Dalam sebuah adegan film Rocky, dikondisikan bahwa Rocky (diperankan oleh Sylvester Stallone) yang sudah tua, ingin bertanding untuk terakhir kali sepanjang hidup dan karirnya. Namun anak laki-laki semata wayangnya menghampiri dia dan tidak setuju dengan niat ayahnya tersebut. Dia bahkan sempat menghardik ayahnya kala menyampaikan pendapatnya.

    Jadi menarik adalah, reaksi Rocky yang tidak balas marah, akan tetapi memberikan pesan kuat untuk sang anak. Rocky mengatakan dalam dialog film, 'bukan sekeras apa pukulan yang mengenai kamu, tetapi sekeras apa pukulan itu merobohkanmu, tapi kamu tetap bangkit untuk terus bergerak maju'.

    Serupa tapi tak sama dengan adegan diatas, scene seolah terulang dalam kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan agenda memastikan semua bantuan bencana gempa terselesaikan dengan baik. 

    Presiden Jokowi bertemu dengan 7 (tujuh) orang perwakilan 5.144 mahasiswa Lombok di seluruh Indonesia, dan menyerahkan beasiswa agar mereka bisa terus melanjutkan pendidikan tanpa terpengaruh bencana yang baru saja menimpa keluarga mereka di NTB, Kamis (18/10/2018).

    "Gempa bumi di Lombok memang merobohkan rumah dan bangunan publik, tapi tidak bisa menumbangkan harapan dan masa depan. Mahasiswa NTB harus tetap melanjutkan pendidikan. Untuk itu, kemarin saya menyerahkan beasiswa pemerintah kepada 5.144 mahasiswa NTB yang kuliah di seluruh Indonesia," sebut Kepala Negara, seperti dilansir Bagian Protokol Istana, Bey Machmudin dalam rilis resminya kepada wartawan.

    Presiden menyerahkan langsung beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana gempa di Provinsi NTB di halaman luar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (18/10/2018) sore.

    Saat memberikan sambutannya, Presiden kembali mengingatkan kepada para mahasiswa yang hadir bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. Salah satu tantangan tersebut adalah kondisi global yang sudah masuk ke era revolusi industri keempat, di mana perubahan terjadi 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama.

    “Artinya apa? Di depan kita akan terjadi perubahan-perubahan yang sangat cepat sekali. Kita baru belajar artificial intelligence, keluar lagi internet of thing, keluar lagi crypto currency, keluar lagi virtual reality, keluar lagi Bitcoin, keluar lagi yang baru terus keluar,” kata Presiden.

    Oleh sebab itu, Kepala Negara berpesan agar anak-anak muda terutama mahasiswa bisa menyiapkan diri untuk menghadapi hal-hal tersebut. Hal ini penting mengingat kompetisi dan persaingan antarnegara juga semakin ketat.

    “Tapi saya meyakini, insyaallah keyakinan saya, moga-moga benar bahwa sumber daya manusia kita, anak-anak muda kita, mahasiswa kita, itu kalau bertarung berkompetisi bersaing dengan SDM dari luar itu memiliki kemampuan untuk menang,” ujarnya.

    Di penghujung sambutannya, Presiden berpesan agar para mahasiswa meneruskan pendidikannya sampai selesai.

    “Selamat belajar. Jangan sampai dengan alasan gempa saudara-saudara enggak belajar. Tetap harus belajar. Saya titip ini,” ucapnya.

    Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

    Beasiswa Skema Bidik Misi

    Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan kepada 5.144 mahasiswa terdampak bencana di Nusa Tenggara Barat ini diberikan melalui skema bidik misi dan peningkatan prestasi akademik (PPA). Adapun rinciannya, 2.195 mahasiswa untuk bidik misi dan 2.949 mahasiswa untuk skema PPA.

    “Dari komposisi tempat studi, 4.275 mahasiswa yang studi di Unram dan 34 PTS di NTB dan 869 mahasiswa asal NTB yang sedang studi di luar NTB dari 74 PTN atau PTS di Indonesia,” kata Intan Ahmad.

    Sampai dengan 17 Oktober 2018, ia menuturkan, tercatat jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa dalam bentuk tabungan sebanyak 3.357 mahasiswa. Sementara sisanya, 1.787 mahasiswa sedang dalam proses pencairan yang diprediksi akan diterima mahasiswa pada akhir Oktober 2018.

    Menurutnya, selain bantuan biaya pendidikan, Kemenristek Dikti juga memberikan bantuan penguatan pembelajaran secara online untuk perguruan tinggi di NTB. Kemenristek Dikti juga akan memberikan bantuan serupa untuk mahasiswa korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu.

    “Kami berharap kelak para mahasiswa menjadi lulusan unggul berkarakter, tangguh, peduli masalah sosial budaya dan lingkungan,” tandasnya.

  • KPK Geledah 12 Lokasi, Neneng Hassanah Simpan Rp100 Juta Dalam Rupiah dan Yuan

    KPK Geledah 12 Lokasi, Neneng Hassanah Simpan Rp100 Juta Dalam Rupiah dan Yuan

    Beritahati.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk wilayah Tangerang, Jakarta dan Bekasi. Dalam penggeledahan tersebut petugas KPK banyak menemukan sejumlah bukti berupa dokumen dan uang tunai yang diduga sebagai suap atau gratifikasi pengurusan perizinan proyek Meikarta.

    Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat menggelar acara jumpa pers di Jakarta menjelaskan bahwa ada temuan sejumlah mata uang asing maupun Rupiah dalam penggeledahan tersebut. Diantaranya Dolar Singapura (SGD dan Yuan China (Tiongkok), uang tersebut kemudian disita KPK dari rangkaian penggeledahan terkait perkara suap proyek Meikarta.

    Menurut Febri, kegiatan penggeledahan dilakukan KPK sejak Rabu kemarin hingga Kamis, 18 Oktober 2018. Febri menjelaskan, sedikitnya ada 12 lokasi yang sempat didatangi dan digeledah KPK untuk mencari barang bukti dan dokumen yang diduga terkait dengan suap atau gratifikasi yang menjerat Neneng Hassanah Yasin, Bupati Bekasi non aktif.

    “Ada temuan sejumlah barang bukti, diantaranya sejumlah uang tunai dalam pecahan Rupiah maupun mata uang asing, diduga uang tersebut merupakan bagian dari commitment fee yang dijanjikan sebelumnya oleh pihak Lippo Group kepada Bupati Bekasi untuk memuluskan perizinan proyek pembangunan Meikarta” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Kamis (18/10/2018).

    Febri kemudian merincikan sejumlah lokasi yang sempat digeledah KPK mulai kemarin hingga Kamis. Mulai Rabu KPK menggeledah 5 lokasi diantaranya Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Kantor Bupati Bekasi Nenang Hassanah Yasin, Rumah pribadi Bupati Bekasi Nenang Hassanah Yasin, Kantor Lippo di Matahari Tower Tangerang, dan Rumah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

    Sedangkan Kamis, KPK menggeledah 7 lokasi diantaranya Apartemen Trivium Terrace, Rumah CEO Lippo Group James Riady, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi, Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Kantor Lippo Cikarang dan Hotel Antero di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

    Febr mengatakan bahwa sejumlah dokumen yang berhasil ditemukan dan disita KPK diduga terkait dengan proyek perizinan pembangunan Meikarta. KPK juga menyita dokumen lainnya diantaranya (surat) kontrak, komputer, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik.

    “KPK menemukan dan menyita sejumlah uang saat menggeledah rumah kediaman Bupati Bekasi Neneng Hassananh Yasin, total uang tunai yang disita lebih dari Rp100 juta, masing-masing dalam pecahan Rupiah dan mata uang Yuan China,” kata Febri Diansyah.

    Untuk skandal suap Meikarta, penyidik KPK hingga saat ini telah menetapkan 9 orang sebagai tersangka, diduga Bupati Bekasi bersama sejumlah pejabat Pemkab Bekasi diduga telah menerima Rp7 miliar, sedangkan total commitment fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar.

  • Egy Maulana dkk Cukur Taiwan 3-1, Witan Bintang Lapangan

    Egy Maulana dkk Cukur Taiwan 3-1, Witan Bintang Lapangan

    Beritahati.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 mencukur Taiwan dalam Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (18/10/2018).

    Sama-sama main hati-hati, kedua kesebelasan melewati babak pertama dengan skor kaca mata, alias 0-0.

    Egy Maulana Vikri, bintang Indonesia U-19 yang merumput di Klub Divisi Utama Polandia, sempat melepaskan beberapa tembakan keras mengarah ke gawang pada babak kedua. Akan tetapi semua masih meleset tipis dari sasaran.

    Gelandang lincah Witan Sulaiman memecah kebuntuan pada menit 50 dengan mengirim umpan tarik ke muka gawang Li Guan Pei, gagal disapu Karl Hu Josefsson, jatuhi kaki Egy Maulana, ya pastinya gol dong....1-0 untuk Indonesia.

    Seperti kena sengat ekor Ikan Pari, Taiwan langsung membalas gol Indonesia tersebut hanya dalam tempo 3 menit. Juga berawal dari umpan silang terukur ke muka gawang, umpan dikirim gelandang sayap Taiwan Huang Jyun Wun, gagal disapu Nurhidayat, jatuh di kaki striker Wang Chung Yu yang tinggal berhadapan dengan kiper Muhammad Riyandi, pastinya gol juga buat Taiwan....kedudukan 1-1 untuk Taiwan.

    Nah, kali ini giliran Garuda Muda yang mengamuk, bagai kena palu godam Thor, mereka seolah tersadar, bahwa bermain di depan publik sendiri, dan unggul setingkat di atas Taiwan, jadi kenapa harus skor 1-1?

    Pada menit 71, gelandang Witan Sulaiman menanduk bola rebound di muka gawang Taiwan dan mengubah posisi skor menjadi 2-1 untuk Indonesia.

    Setelah menyerang habis-habisan dan mengurung Taiwan setengah lapangan, Indonesia akhirnya mengunci kemenangan pada menit 89. Kembali Witan mencetak gol, kali ini memanfaatkan umpan terukur dari sang gelandang bintang, Egy Maulana Vikri. So pasti 3-1 untuk Indonesia!

    Susunan Pemain

    Indonesia U-19 : 1 Muhamad Riyandi, 3 Asnawi Mangku Alam, 5 Nurhidayat, 13 Rachmat Irianto, 11 Firza Andika, 17 Syarian Abimanyu, 8 Witan Sulaiman (Hanis Saghara 89), 7 Muhammad Lutfi, 10 Egy Maulana, 15 Saddil Ramdani (Feby Eka 81), 9 Rafli Mursalim (Todd Rivaldo 73)

    Taiwan U-19 : 1 Li Guan Pei, 2 Hou Pin I, 4 Fong Shao-Chi, 5 Kenneth Huang (Karl Hu Josefsson 38), 7 Lan Hao Yu, 8 Wu Yen Shu, 9 Huang Jyun Wun, 10 Will Donkin, 13 Chiu Po Jui, 19, Tu Shao Chieh, 11 Wang Chung Yu (Miguel Sanberg 68)

Galeri