• Tim-tim Timur Tengah Perkasa, Kalahkan Indonesia 5-0, Kalahkan Kamboja 14-0

    Tim-tim Timur Tengah Perkasa, Kalahkan Indonesia 5-0, Kalahkan Kamboja 14-0

    Beritahati, Jakarta - Tim nasional Indonesia belum bisa memberikan kontribusi positif, Indonesia ditundukan tuan rumah Uni Emirat Arab (UAE) dengan lima gol tanpa balas dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, yag dimulai Kamis malam WIB.

    Gol-gol UAE dalam pertandingan yang digelar di Stadion Ali Maktoum, Dubai, tersebut, dicetak oleh Khalil Ibrahim Alhammadi (40’), Ali Mabkhout (51’, 63’, 72’) dan Tariq Ahmed (90+3’).

    Hasil tersebut membuat Indonesia belum bergeser dari peringkat terakhir atau kelima klasemen sementara Grup G dengan nol poin dari tiga laga.

    Sementara UAE memimpin klasemen dengan enam poin hasil dua kemenangan dari dua pertandingan.

    Timnas Indonesia yang mencadangkan kiper sekaligus kapten Andritany Ardhiyasa serta gelandang serang Stefano Lilipaly tampil tertekan nyaris sepanjang babak pertama.

    Anak-anak asuh pelatih Simon McMenemy yang diperkuat nama-nama seperti Wawan Hendrawan, Irfan Bachdim, Andik Vermansah dan Hansamu Yama lebih memilih untuk menunggu serangan lawan untuk nantinya melancarkan serangan balik.

    Terus menekan, UAE akhirnya mampu mencetak gol di menit ke-41 melalui kaki Khalil Ibrahim Alhammadi.

    Gol itu diawali umpan silang dari sisi kanan pertahanan Indonesia yang mengarah langsung ke gawang. Kiper Wawan Hendrawan yang mencoba untuk menghambat laju bola, gagal melakukan tugasnya.

    Khalil yang meraih bola pun mengubah skor menjadi 1-0. Kedudukan itu bertahan sampai pertandingan memasuki masa jeda.

    Di paruh kedua, Indonesia mencoba untuk keluar menyerang. Akan tetapi, justru UAE berhasil menggandakan kedudukan di menit ke-51 melalui sepakan Ali Mabkhout.

    Ali berhasil memanfaatkan blunder Zulfiandi yang justru mengoper bola kepada pemain lawan di pertahanan sendiri.

    Di menit ke-63, Ali kembali menorehkan namanya di papan skor, kali ini melalui tendangan penalti. Hadiah 12 pas diberikan wasit setelah kapten Indonesia Hansamu Yama menyentuh bola dengan tangan di area terlarang.

    Empat menit setelahnya, Indonesia sempat membuat satu peluang empat menit via tendangan bebas Stefano Lilipaly, yang masuk menggantikan Alberto Goncalves. Sayang, percobaan Lilipaly ditepis oleh kiper UAE Khalid Eisa Bilal.

    UAE membuat kedudukan menjadi 4-0 setelah Ali Mabkhout sukses menyarangkan gol ketiganya dalam laga tersebut di menit ke-72.

    Pada menit akhir pertandingan, tepatnya menit ke-90+3, UAE kembali melesakkan bola ke dalam gawang Indonesia berkat sumbangan gol Tariq Ahmed. Skor 5-0 pun menjadi akhir dari pertandingan tersebut.


    Iran Gilas Kamboja 14-0

    Iran memperlihatkan jurang perbedaan kekuatan yang sangat besar saat menghancurkan Kamboja dengan skor 14-0 dalam pertandingan Grup C kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Kamis malam waktu setempat.

    Dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Azadi, Tehran, tersebut, Iran mencetak tujuh gol pada masing-masing babak, demikian dilansir laman resmi turnamen.

    Team Melli membuka keunggulan saat pertandingan baru berlangsung lima menit melalui Ahmed Nourollahi. Setelah itu berturut-turut Sardar Azmoun, Hossein Kanaani, Mehdi Taremi, dan Karim Ansarifard membobol gawang tim tamu. Azmoun bahkan telah mengukir trigol sebelum turun minum.

    Pesta Iran berlanjut pada babak kedua. Mereka kembali memaksa kiper Kamboja Soksela Keo memungut bola sebanyak tujuh kali dari gawangnya melalui gol-gol yang ditorehkan Karim Ansarifard, Mehdi Taremi, Mohammad Mohebi, Morteza Pouraliganji, dan Mehrdad Mohammadi.

    Tetangga Iran, Irak, meraih kemenangan perdananya di fase grup saat mereka memukul tamunya Hong Kong dengan kemenangan 2-0.

    Dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Internasional Basra, Uni Emirat Arab, Irak membuka keunggulan melalui gol Mohanad Ali Kadhim Al-Shammari pada menit ke-37.

    Irak kemudian menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti Ali Adnan Kadhim Al-Tameemi pada menit ke-79.

  • Gimana Sebulan? Hujan Sehari, DKI Angkut Sampah 98 Ton dari Saluran Air

    Gimana Sebulan? Hujan Sehari, DKI Angkut Sampah 98 Ton dari Saluran Air

    Beritahati, Jakarta - Sebanyak 98,5 ton sampah hanyut dan mampet di dua lokasi sungai dan kali akibat hujan deras yang terjadi pada Selasa (8/10) lalu, puluhan ton sampah berbagai jenis tersebut menjadi pekerjaan rumah yang cukup serius untuk Pemprov DKI.

    Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjelaskan data sampah yang hanyut hingga ke Jakarta itu ada sebanyak 80,5 ton di pintu air Manggarai Jakarta Selatan.

    "Sedangkan 18 ton sampah lainnya berada di Kanal Banjir Barat, Season City, Jakarta Barat, saat ini sedang kit tangani langsung menggunakan alat berat" ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih saat di konfirmasi, Jumar (11/10).

    Andono menjelaskan sampah berbagai material tersebut terbawa arus air saat tinggi muka air di Bendungan Katulampa dan Pos Pemantauan Depok naik mencapai status siaga III dan siaga II.

    "Kenaikan debit air ini turut membawa sampah kiriman ke Jakarta. Sejak tadi malam, sampah di Pintu Air Manggarai meningkat. Lebih dari 322 meter kubik atau sekitar 80,5 ton sampah sudah berhasil diangkat," ujarnya.

    "Di Kali Ciliwung BKB Season City, sejak semalam berhasil diangkat sampah sebanyak 72 meter kubik atau 18 ton sampah," tambahnya.

    Pantauan dibeberapa titik lokasi penumpukan sampah di sungai, terlihat ada berbagai jenis sampah yang diangkut, mulai dari ranting pohon, plastik, kayu berukuran besar, hingga sampah rumah tangga lainnya.

    "Sampah kita angkut kemudian dikirim ke TPST Bantargebang," ujar Andono

    Petugas Dinas Lingkungan Hidup, lanjut Andono, bersiaga 24 jam untuk langsung mengangkut sampah kiriman itu di Pintu Air Manggarai, Kanal Banjir Barat Season City, dan Jembatan Kali Ciliwung Kampung Melayu.

    "Jika sampah di Pintu Air Manggarai tidak segera diangkat, maka pintu air akan tersumbat dan air akan meluap ke permukaan yang bisa mengakibatkan banjir," katanya.

    Dinas Lingkungan Hidup menyiagakan 4.000 orang petugas untuk menangani sampah pada musim hujan.

    Sementara itu, sarana yang disiagakan terdiri dari 44 pikap angkut sampah, 50 truk sampah, 5 excavator jenis spider, 6 excavator long arm, 20 excavator jenis biasa serta 1 excavator liebher yang didampingi oleh 23 orang petugas mobilisasi dan 12 orang petugas mekanik.

  • Tanah Keras Akibat Kemarau Persulit Pemakaman Pendemo Akbar Alamsyah

    Tanah Keras Akibat Kemarau Persulit Pemakaman Pendemo Akbar Alamsyah

    Beritahati, Jakarta - Dari informasi yang dihimpun dilapangan, para penggali kubur di TPU Wakaf belakang SESKOAL Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kesulitan menggali makam untuk jenazah korban demo pelajar bernama Akbar Alamsyah, Jumat (11/10).

    Menurut Uli (40), salah satu petugas penggali makam, penggalian makam dimulai dari jam 06.30 WIB.

    "Tanahnya agak keras, biasa kalau kemarau gitu tanahnya kering, jadi agak susah digalinya," celetuk Uli dilokasi.

    Uli bersama tiga temannya membutuhkan setidaknya empat ember air untuk mengangkat tanah kuburan yang sudah digali sejak pagi.

    Setiap air disiramkan butuh waktu agar air tersebut terserap tanah sehingga penggalian dapat mudah dilakukan.

    "Rencana mau dimakamkan jam delapan, tapi udah lebih satu jam belum selesai galinya," kata Uli.

    Untuk bisa dimakamkan, liang kubur diperlukan setinggi dada orang dewasa. Hingga pukul 07.45 WIB, kedalaman kuburan masih berada di atas pusar orang dewasa.

    Menurut Uli, hal biasa setiap kemarau tanah agak keras digali karena kering. Berbeda dengan musim hujan tanah mudah digali.

    "Saya enggak tau jenazah yang mau dimakamkan ini korban demo atau gimana, taunya ini yang mau dimakamkan namanya Alam, ponakannya Pak Matle," kata Uli.

    Menurut Uli, lokasi makam ini sesuai permintaan keluarga. Di lokasi serupa juga ada makam paman dari almarhum Akbar.

    "Itu makan pamannya, Jumhari, meninggalnya bulan Juni lalu," kata Uli

    Hingga berita ini diturunkan petugas makam di TPU Wakaf Cipulir ini masih melakukan penggalian, sementara pihak keluarga masih melakukan proses shalat jenazah di masjid terdekat.

    Sekitar pukul 07.30 WIB, sejumlah anggota Polsek Kebayoran Lama tiba di lokasi makam melakukan pengecekan dan mengambil sejumlah dokumentasi.

    Korban ricuh dalam demo pelajar, Alamsyah Akbar. telah meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Kamis (10/10) petang.

    "Sekitar jam 5," ujar Rosminah saat dihubungi lewat sambungan telepon.

    Rosminah mengatakan tidak mengetahui penyebab meninggalnya sang anak.

    "Saya kurang terlalu tahu. Saya datang ternyata sudah meninggal," kata Rosminah dengan suara bergetar.

    Sebelumnya, demo pelajar di DPR RI yang berakhir ricuh pada Kamis (26/9) menyebabkan banyak korban berjatuhan baik dari sisi pendemo maupun petugas keamanan.

    Salah satu yang menjadi korban dalam demo pelajar tersebut adalah Akbar Alamsyah dirawat intensif di CICU RSPAD Gatot Subroto.

    Akbar diketahui mengalami retak pada tempurung kepala dan sempat menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Keberadaan Akbar sempat tidak diketahui pascademo pelajar tanggal 25 September 2019 dan baru diketahui pada 28 September 2019 dalam kondisi koma di rumah sakit.

    Polisi Bantah Tewasnya Akbar Alamsyah Akibat Kekerasan Aparat
    Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra membantah bahwa luka yang diderita oleh Akbar Alamsyah (19) dalam demonstrasi di Slipi, Palmerah, 25 September lalu, disebabkan kekerasan yang dilakukan aparat.

    Pasalnya dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa diduga Akbar menghindari kerusuhan dengan melompat pagar di dekat Kompleks DPR MPR dan terjatuh.

    "Kami menemukan saksi (yang melihat) yang bersangkutan (Akbar) jatuh saat melompat pagar. Sementara dugaannya yang bersangkutan luka bukan akibat kekerasan, tapi karena insiden itu (jatuh dari pagar)," kata Kombes Asep di Jakarta, Selasa (8/10).

    Polri telah membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut dugaan kekerasan yang terjadi pada penanganan unjuk rasa berujung kerusuhan di Gedung DPR.

    "(Tim terdiri) ada Bareskrim, Propam, Itwasum dan Polda Metro Jaya. Tim menyelidiki mengapa peristiwa itu (dugaan kekerasan) terjadi," ucapnya.

    Ia tidak merinci jumlah personel yang tergabung dalam tim investigasi ini dan lama waktu tim bekerja.

    Tim investigasi ini bertugas menyelidiki penyebab luka para korban kericuhan, termasuk mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, Faisal Amir (21) yang menderita perdarahan otak, Akbar Alamsyah yang sempat mengalami koma dan Maulana Suryadi (23) yang meninggal dunia serta sejumlah korban luka lainnya.

    Sebelumnya demonstrasi mahasiswa terkait penolakan revisi UU KPK dan RKUHP di Gedung DPR/MPR Jakarta berujung ricuh pada 23-24 September 2019.

    Kemudian aksi demonstrasi susulan dilakukan oleh para pelajar SMK pada 25 September 2019 yang juga berakhir ricuh.

    Pada 30 September, demonstrasi kembali dilakukan para mahasiswa dengan kelompok buruh.

  • Cerita Lengkap Pasangan Suami Istri Pelaku Penyerangan Wiranto

    Cerita Lengkap Pasangan Suami Istri Pelaku Penyerangan Wiranto

    Beritahati, Pandeglang - Menkopolhukam RI Wiranto dirawat di RSUD Berkah Pandeglang untuk menjalani pengobatan medis pasca penusukan oleh orang tidak di kenal di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis.

    Berdasarkan informasi penusukan yang dilakukan orang tidak dikenal tersebut saat Wiranto hendak kembali ke Jakarta setelah meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar di Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi,Pandeglang.

    Wiranto saat ini itu pergi ke Alun-alun Menes dan turun dari kendaraan, namun secara tiba-tiba ada orang tidak dikenal menusuknya. Wiranto diserang pasangan suami istri, SA dan FA. Pasangan suami istri yang menyerang Wiranto tersebut kemudian diamankan oleh petugas yang ada di lokasi.

    Profil Pasangan Suami Istri

    FA (Istri) lahir di Brebes, 3 Mei 1999. Saat ini usia FA berusia 20 tahun. Sementara SA (Suami), lahir di Medan pada tahun 1968 dan saat ini berusia 51 tahun. Beda usia pasangan suami istri yang tinggal di rumah kontrakan di Desa Kampung Sawah, Pandeglang adalah 31 tahun. SA disebutkan pernah menikah dan memiliki dua anak perempuan.

    Menikah pada Agustus 2019, Saefudin Ketua RT di Desa Sitanggal, Brebes tempat kelahiran FA mengatakan bahwa perempuan yang menyerang Wiranto tersebut belum menikah.

    Namun dia mendapatkan kabar bahwa FD berencana melangsungkan lamaran. Saat di Brebes, FD tinggal bersama orang tua dan kakak serta adiknya. FD diceritakan sudah merantau sejak lulus Sekolah Dasar (SD) dan bekerja sebagai asistem rumah tangga. Terakhir kali FD pulang saat lebaran tahun ini.

    "Kalau pulang jarang hubungan sama tetangga. Terakhir pulang Lebaran kemarin. Saat pulang ia sendirian. Tidak pernah bawa teman. Kan dia belum menikah," kata Saefudin.

    Pernyataan berbeda disampaikan Mulyadi, ketua RT di Kampung Sawah, Pandeglang, tempat pasangan suami istri tersebut tinggal di rumah kontrakan.

    Mulyadi mengatakan SA tinggal di rumah kontrakan sejak Februari 2019 bersama anak perempuan yang berusia 13 tahun. Sekitar 3 bulan atau tepatnya Agustus 2019. SA meminta izin untuk menikah di Bogor. "Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," kata Mulyadi.

    Salah satu saksi bernama Enduy yang melihat langsung peristiwa penusukan di Alun-alun Menes bercerita awalnya pelaku laki-laki melukai Wiranto. Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang dekat dengan Wiranto mencoba menghalau dan menarik pelaku. Namun Dariyanto malah ditusuk oleh pelaku wanita.

    SA alias Abu Rara mendekati Wiranto dan berpura-pura sebagai warga yang hendak bersalaman dengan pejabat.

    "Yang tusuk Wiranto laki - laki, ditarik sama Kapolsek pelakunya. Pelaku lainnya yang perempuan langsung tusuk Kapolsek," kata Enduydi Alun - alun Menes, Kamis.

    Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir menyebut kedua pelaku menggunakan dua senjata berbeda saat beraksi menusuk Kemenko Polhukam Wiranto di Alun - alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019). "Laki - laki dalam bentuk belati, perempuan gunting," kata Kapolda Banten di Alun - alun Pandeglang.

    Saat dilakukan penggeledahan, tetangga kontrakan pasangan suami istri SA dan FD mengaku pernah melihat pistol dan sejumlah buku agama saat masuk ke rumah kontrakan pelaku. Saat itu ia hendak membeli pulsa. "Saya lihat ada pistol, kata anaknya yang umur 13 tahun itu punya Abi (pelaku pria)," kata dia.

    Sementara tetangga lain, Nita merasa janggal dengan perilaku pasangan suami istri tersebut. Menurutnya pintu rumah kontrakanmereka sering tertututp walaupun mereka berjualan pulsa.

    "Ya, memang jualan pulsa, tapi tapi enggak pernah itu gabung-gabung. Saya juga sampai gak tahu namanya, kita sempat curiga sih, tapi hati-hati takut timbul fitnah," kata Nita kepada wartawan di Kampung Sawah, Kamis (10/10/2019).

    Laporan Lengkap Polisi Penangkapan Pelaku Pasca Penusukan

    "POLRES PANDEGLANG

    Ijin Melaporkan Pada Hari Kamis Tanggal 10 Oktober 2019 Sekitar Pukul 11.55 Wib Bertempat di Pintu Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang Telah Terjadi penusukan Terhadap Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ) Bersama Rombongan Yang Hendak Meninggalkan Helly Pad Lapangan Alun - alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang.

    Pelaku Penusukan
    1. Sdri. FA BINTI S, Brebes 05 mei 1998, Alamat Ds, Sitanggai Kec. Karangan Kab. Brebes. ( Untuk saat ini yg bersangkutan tinggal / ngontrak di Kp. Sawah Ds/ Kec .Menes Kab. Pandeglang )

    2. Sdr. SA alias ABU RARA, Medan, 24 - 08 - 1988, Jl. Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

    No KK 1271060912100***

    No KTP 1271062408680***

    Kedua Tersangka Diamankan di Mako Polsek Menes POLRES PANDEGLANG
    Kronologi Kejadian
    Pada Hari Kamis Tanggal 10 Oktober 2019 Sekitar Pukul 11.55 Wib Bertempat didepan Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang Telah Terjadi Penyerangan / Penusukan Yang di Lakukan Oleh Kedua Tersangka Tersebut di atas Terhadap Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ), KOMPOL DARIYANTO SH, MH ( Kapolsek Menes ), Sdr. H. FUAD. Adapun Kejadian Penusukan Tersebut secara Tiba-tiba langsung Menyerang / Menusuk kebagian Perut Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ) dengan Sajam Berupa Gunting Secara Membabi Buta sehingga mengakibatkan luka tusuk Pada KOMPOL DARIYANTO SH, MH ( Kapolsek Menes ) dibagian Punggung, Sdr. H. FUAD ( Dada Sebelah Kiri Atas ).

    Demikian Laporan Sementara yang dapat dilaporkan. Perkembangan lanjut Segera Dilaporkan Kembali.

     
    Berita 12

     

    berita 9


    Berita 6

Galeri