• Rasio Hutang Indonesia Terhadap PDB Aman

    Rasio Hutang Indonesia Terhadap PDB Aman

    Beritahati.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, rasio hutang pemerintah saat ini dalam posisi aman. Hal tersebut disampaikan kepada wartawan dalam acara jumpa pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2019 di Media Center, Hall A, Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan (16/8/2018).

    Menurut Sri Mulyani, rasio hutang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebenarnya bisa dikatakan paling rendah jika dibandingkan dengan negara lainnya di dunia. Hingga Juli 2018, total hutang Indonesia mencapai Rp4.235,02 triliun. Walaupun rasio hutang cenderung mengalami peningkatan, namun rasio utang pemerintah terhadap PDB tercatat endah yakni sekitar 29,74 persen.

    Sri Mulyani menambahkan, persentase rasio hutang Indonesia diangka tersebut terbilang masih aman. Ke depan, lanjutnya, hutang pemerintah Indonesia tersebut dijaga supaya tetap aman dan terkendali.

    Hingga saat ini, hutang pemerintah bisa dikatakan masih dibawah angka 30 persen. “Rasio hutang Pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sejak 2013 selalu berada di bawah 30 persen. Dan pada tahun 2017,  rasio hutang Pemerintah Indonesia terhadap PDB hanya mencapai 29,5 persen atau masih dibawah 30 persen “jelas Sri Mulyani.

    Sri Mulyani memprediksi, rasio hutang akan tetap terjaga diangka 29,8 persen. Dengan demikian, rasio  hutang terhadap PDB tetap paling rendah jika dibandingkan dengan negara lainnya.

    Sri Mulyani mengatakan, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat kebijakan dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian Makro. Dengan cara, menjaga Inflasi tetap rendah dengan nilai tukar mata uang atau kurs yang terkendali, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

  • SPBU Ini Beri BBM Gratis Warga Hafal Pancasila dan Lagu Kebangsaan

    SPBU Ini Beri BBM Gratis Warga Hafal Pancasila dan Lagu Kebangsaan

    Beritahati.com, Sumenep – Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memberikan kejutan bagi warga yang hafal Pancasila dan lagu Indonesia Raya. Kejutan itu merupakan hadiah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara gratis kepada pembeli sebanyak dua liter.

    Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijadikan hadiah oleh SPBU di Kecamatan Kalianget ini jenis Pertamax dan Pertalite. Mereka yang sudah membaca Pancasila dan bernyanyi lagu Indonesia Raya kendaraannya langsung diisi bahan bakar gratis sebanyak dua liter.

    Dengan hadiah itu, warga yang hafal Pancasila dan bisa bernyanyi lagu Indonesia Raya nantinya merasa senang, karena bisa mendapatkan bahan bakar gratis walau hanya dua liter saja.

    “Kegiatan itu berjalan selama satu hari dengan tujuan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdeaan ke-73 Republik Indonesia (RI). Jadi kami berikan hadiah BBM gratis bagi warga yang hafal Pancasila dan lagu Indonesia Raya,” kata Manager SPBU, Muzani, Kamis (16/8/2018).

    Lebih lanjut dia menjelaskan, hadiah BBM gratis disediakan bukan hanya kepada warga yang hafal Pancasila dan lagu Indonesia Raya saja, melainkan warga yang tanggal lahirnya bertepatan dengan hari Kemerdekaan, akan mendapatkan hadiah BBM gratis full, atau sesuai daya tampung tangki bahan bakar di kendaraannya tersebut.

    “Jadi bagi warga yang lahir pada tanggal 17 Agustus bisa menunjukkan kartu identitas dan mendapat hadiah BBM penuh secara gratis,” terangnya.

  • Postur RAPBN 2019, Dorong Investasi Dan Daya Saing Via Penguatan SDM

    Postur RAPBN 2019, Dorong Investasi Dan Daya Saing Via Penguatan SDM

    Beritahati.com, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia telah merealisasikan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sepanjang Sementara I Tahun 2018 tercatat Rp840,3 triliun, dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menduduki peringkat pertama yang realisasi belanjanya paling besar dengan anggaran Rp110,7 triliun.

    Kementerian Pertahanan (Menhan) selanjutnya menduduki peringkat kedua dengan anggaran sebesar Rp107,2 triliun. Peringkat ketiga, ditempati Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan anggaran sebesar Rp76,2 triliun.

    Selanjutnya, Kementerian Agama yang menduduki peringkat keempat dengan anggaran sebesar Rp62,1 triliun. Kementerian Sosial (Kemensos) tercatat menduduki peringkat kelima dengan realisasi anggaran belanja sebesar Rp58,9 triliun.

    Sedangkan untuk belanja non K/L yang terdiri dari pembayaran bunga utang, subsidi energi, termasuk diantaranya adalah pembayaran pensiun mencapai Rp767,1 triliun.

    Mengutip bahan Rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) 2019 belanja K/L cenderung meningkat, dengan perbaikan fokus pemanfaatan dan perbaikan kinerja penyerapan.

    “Tema Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2019 adalah untuk mendorong investasi dan daya saing melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),” seperti yang tertulis dalam keterangan pers Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, Jakarta (16/8/2018).

    Pemerintah melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan program prioritas meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial. Kemudian pengalihan subsidi pangan ke bantuan sosial.

    Program Pemerintah tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sejak 2017, tujuannya agar menjadi lebih tepat sasaran. Pemerintah juga mengupayakan terjadinya peningkatan anggaran infrastruktur disertai upaya perbaikan dalam pelaksanaannya.

    Pemerintah berharap, aturan belanja barang termasuk diantaranya pembatasan belanja non prioritas seperti kendaraan dinas, gedung kantor, perjalanan dinas akan menghemat anggaran negara.

    Untuk 2019, anggaran belanja lebih diarahkan kepada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) mulai dari pendidikan, kesehatan dan vokasional. Lalu penguatan efektivitas program perlindungan sosial seperti keberlanjutan PIP, peningkatan peserta PBI JKN/KIS, peningkatan indeks manfaat program keluarga harapan (PKH).

    Pemerintah selanjutnya juga akan mendukung penguatan investasi dan ekspor, diantaranya seperti percepatan dan perbaikan kualitas infrastruktur. Selain itu, juga ditempuh pemberian dukungan terkait sejumlah pelaksanaan agenda strategis, diantaranya Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 mendatang.


    Suasana jumpa pers RAPBN 2019 Di Gedung JCC Senayan Jakarta

  • Warga Perumahan MBR Godean Yogya Kibarkan Merah Putih Raksasa

    Warga Perumahan MBR Godean Yogya Kibarkan Merah Putih Raksasa

    Beritahati.com, Yogyakarta - Warga Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Godean Jogja Hills di Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, berinisiatif mengibarkan bendera merah putih dengan panjang 49 meter dan lebar 6 meter, di atas bukit samping perumahan tersebut.

    Pengibaran sang saka merah putih raksasa dilakukan sebagai wujud warga perumahan dan karyawan PT Sri Sejati selaku pengembang perumahan MBR serta warga sekitar perumahan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke-73, yang jatuh pada 17 Agustus 2018, besok.

    "Kami senang dan bangga karena berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih raksasa dengan ukuran panjang 49 meter dan lebar 6 meter. Bendera ini kami kibarkan sebelum menggelar malam tirakatan," kata Sugiarto salah satu warga yang tinggal di Perumahan MBR Godean Jogja Hill, Kamis (16/8/2018).

    Menjadi hal mengharukan dari warga adalah, mereka bergoitong royong, bersusah payah naik ke atas bukit demi memasang Bendera Merah putih Raksasa tersebut.

    "Bendera Merah Putih kami pasang bersama-sama warga sekitar perumahaan, mereka berpartisipasi memasang bendera raksasa," kata Drektur Utama PT Dewi Sri Sejati, Alim Sugiantoro disela-sela pengibaran Bendera Merah Putih di atas bukit.

    Sebagai pengembang, Alim mengaku senang, karena penghuni Perumahan MBR Godean Jogja Hills walau belum lama menempati perumahan tersebut, tapi sudah bisa berbaur dengan warga sekitar sehingga suasana desa menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

     

Galeri