16/11/2016 22:58 1451


Siaran Pers: Sebagai Negara Komoditi Hebat, Bursa Komoditi Indonesia Mesti Kuat

Cinque Terre

Foto: 
Tigor Mulo Horas Sinaga (Pengamat/Praktisi, Ketua P2KH-PEBTI)
Tumpal Sihombing (Kepala  Divisi Corsec JFX)
Yusuf Pahotan R. Sitohang  (Ketua Komite OKK HKTI)

Beritahati.com, Jakarta - Indonesia adalah negara komoditi terbesar didunia. Bahwasanya di dalam aktifitas ekonomi makro dikenal dua jenis bursa, yakni: bursa saham (pasar modal) dan bursa komoditi (komoditi berjangka). Namun sayangnya, publik di Indonesia lebih nge-trend dengan pasar modal saja. Padahal, pasar komoditi berjangka merupakan salah satu "kaki" perekonomian suatu negara penghasil komoditi yang sangat penting.

Jadi, kita bisa bayangkan bagaimana pincangnya perekonomian Indonesia, jika pasar komoditi kita tidak dianggap dengan serius?

Seperti kita ketahui, Indonesia sebagai negara penghasil lima komoditas penting, masuk dalam urutan pertama sampai kelima terbesar di dunia, yaitu CPO, karet, kopi, kakao, timah dan batubara. Indonesia berpeluang sebagai penentu harga komoditi yang dibutuhkan dunia dan sebagai sumber referensi harga komoditi internasional. 

Akan tetapi, sampai saat ini referensi harga komoditi-komoditi tersebut sebagian besar masih berasal dan ditentukan oleh negara-negara lain yang sama sekali bukan penghasil, malah justru sebagai importir.

Serta pada umumnya hasil pertanian, pertambangan, dan keuangan adalah sangat rentan terhadap fluktuasi harga. Selain upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong pemasaran komoditi secara fisik dan kontrak turunannya, diharapkan para pengusaha Indonesia dapat mengambil langkah-langkah yang efesien dan efektif dalam kegiatan pemasaran komoditi melalui pengelolaan risiko akibat fluktuasi harga tersebut untuk siap bersaing di pasar global. 

Demikian pula dalam menghadapi era perdagangan bebas dan sejalan dengan kesepakatan Indonesia dalam WTO, APEC, dan AFTA serta Paket Reformasi 15 Januari 1998, pemerintah Indonesia telah mengurangi campur tangan di bidang tata niaga komoditi dan menyerahkannya pada mekanisme pasar. Kehadiran Bursa Berjangka di Indonesia sebagai tempat diselenggarakannya perdagangan Kontrak Berjangka Komoditi sangatlah relevan, karena Kontrak Berjangka merupakan instrumen pasar yang telah dikenal luas di negara-negara maju dan berkembang dan yang paling banyak digunakan untuk pengelolaan resiko harga yang dibutuhkan dunia usaha.

 


1 / 3

Back to Top