Beritahati.com, Depok - Sebanyak 16.036 siswa dan siswi SMA/SMK di Kota Depok bakal mengikuti Ujian Nasional (UN), Senin 4 April 2016.

Tak berbeda dengan kondisi di kota lain, berbagai persiapan untuk menggelar ujian ini pun telah disiapkan pihak dinas pendidikan setempat.

Tak terkecuali bagi siswa yang terpaksa mengikuti ujian dari balik terali besi. Ya, untuk di Kota Depok, tercatat ada dua siswa yang terpaksa mengikuti ujian di penjara akibat tersandung masalah hukum.

"Ya, ada dua siswa kita yang mengikuti UN di Lapas Pondok Rajeg. Meski mereka terjerat masalah hukum, namun mereka tetap berhak mendapatkan pendidikan. Itu sudah kita pastikan. Dan mereka tetap mengikuti UN meski di dalam penjara," ujar Kadisdik Kota Depok, Herry Pansila, Minggu (3/4).

Herry enggan menyebut identitas keduanya. Mereka menjalani masa tahanan karena kasus tawuran yang menyebabkan seorang pelajar dari sekolah berbeda meninggal dunia.

Sementara itu, guna mengantisipasi mati listrik saat UN, Dinas Pendidikan Kota Depok telah melayangkan surat ke PLN. Terkait hal ini juga, puluhan sekolah di kota itu telah menyiapkan mesin genset.

"Ada 34 sekolah SMA dan SMK yang akan mengikuti UN secara online. Untuk mengantisipasi adanya gangguan listrik, maka sekolah tersebut telah menyiapkan genset. Seperti di SMAN 1 ini, mulai besok listriknya pakai genset dulu. Kita juga sudah surati PLN," tutur Herry.

Tercatat, ada sekitar 16.036 peserta UN di Kota Depok. Dan dari 166 sekolah, ada 34 SMA/SMK yang melakukan ujian secara online. Sisanya, sebanyak 132 SMA/SMK melakukan ujian dengan cara manual.

Hari ini, lembar soal UN untuk kota tersebut telah berada di SMAN 1 Depok. Di sini, lembar soal UN yang nantinya akan dikirim ke 132 sekolah itu dijaga ketat polisi. Tempat penyimpanan soal pun dikunci rapat dengan pintu berlapis dan segel. Tak hanya itu, sekolah ini juga dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV).