Beritahati.com, Jakarta - Aksi bullying kembali terjadi di SMA 3 Jakarta. Dalam sebuah video berdurasi 37 detik diperlihatkan siswi SMA sedang berkumpul dan jongkok atas perintah dari senior mereka.


Dalam video tersebut, terlihat beberapa diantaranya dipaksa untuk merokok dan menggunakan bra diluar pakaian seragamnya. Mirisnya, juga terucap kata-kata makian ke para siswi junior. “Perek perek perek,” demikian kata yang terucap. Namun, entah kapan dan diambil siapa video tersebut.


Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, pihak kepolisian tidak bisa menindak kasus bully tersebut. Pasalnya, kasus ini masuk dalam delik aduan (pengaduan).


“Yang demikiankan delik aduan ya, tentunya kami serahkan sepenuhnya kepada korban. Tentang masalah bullying di SMA 3 tentunya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk melakukan pendidikan moral kepada para siswa agar tidak terulang kembali,” ujar Kombes Pol Awi, Jumat (6/5).


Oleh sebab itu, kata Kombes Pol Awi, menjelang penerimaan siswa baru di tahun ajaran 2016, agar kasus bullying tidak terjadi lagi, pihaknya akan menurunkan pasukan untuk memberikan arahan-arahan di setiap sekolahnya.


“Kami juga proaktif menurunkan anggota Bimmas dan Bhabinkamtibmas untuk melaksanakan penyuluhan-penyuluhan di sekolah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” kata Kombes Pol Awi.