Beritahati.com, Jakarta (1/6) – Akibat kasih sayang yang tak didapatkan dirumah dan lingkungan teman-temannya, membuat Yuki Kato terseret dalam pergaulan bebas dan negatif.


"Itu setahun lalu ya. Banyak alasannya, pengen perhatian lebih dari keluarga dan teman. Pengen tunjukkin sisi cantik tapi dengan cara yang salah," kata Yuki Kato di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Tapi jangan salah, apa yang dikatakan Yuki Kato hitu anya sebatas peran untuk filmnya yang berjudul Cabe-cabean yang akan tayang 4 Juni mendatang. Dikatakan olehnya, syuting film ini dilakukan setahun lalu di beberapa tempat, salah satunya daerah Cibinong. Di sana, Yuki menjadi lebih tahu tentang dunia cabe-cabean.


"Saat syuting di Cibinong ngobrol ama cabe-cabean yang jadi ekstras. Mereka ga ngerasa kalau diri mereka cabe, have fun aja. Mereka ada yang pakai kerudung pas sekolah doang, pas syuting mereka copot kerudung, bahkan menampakkan tali BH-nya," ucapnya.


Sebagai seorang wanita 20 tahun, ia ingin adik-adiknya tersebut bisa memilih jalan yang lebih positif. Tak perlu menunjukkan eksistensi atau meminta perhatian dengan jalan yang menyimpang.


"Pernah observasi, nongkrong. Ada beberapa perempuan. Seumuran ama adik gue, ngeliatnya ngapain gitu. Cowoknya yang widiihh, nyuitin. Ga merasa terganggu, tapi mereka pengen di cuit-cuitin. Padahal aku sebagai seorang cewek merasa ga nyaman ya," tutur Yuki.


"Semoga film ini bisa menjadi renungan, untuk orangtua maupun gadis-gadis muda supaya memilih yang terbaik," tandasnya.


Istilah cabe-cabean muncul seiring fenomena anak-anak cewek ABG yang berpenampilan seronok dan identik dengan 'cengthree' alias bonceng bertiga. Cabe-cabean ini biasanya nongkrong dengan anak-anak balap liar.