Beritahati.com, Bandung - Rangkaian kuliah umum, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian kali ini berlangsung disalah satu kampus legendaris dan kebanggaan bangsa, Institut Teknologi Bandung (ITB).


Hampir sama dengan kuliah umum sebelumnya, Kapolri Tito kembali menekankan pentingnya setiap komponen bangsa untuk menjaga kebhinekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun dalam kuliah umum kali ini, Tito menfokuskan pembahasan faktor terpenting yang bisa memecah persatuan bangsa dan masyarakat yaitu masalah ekonomi atau kesejahteraan, selain faktor ideologi dan budaya.


"Kita boleh anggap kedua (ideologi dan budaya) masalah itu penting. Tapi yang sangat penting yakni masalah ekonomi," kata Tito dihadapan 600 lebih civitas akademika
di aula barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (8/3) siang.


Tito menuturkan, masalah kesejahteraan menjadi tantangan utama yang dapat merusak nilai Bhineka Tunggal Ika bangsa Indonesia yang membuat bangsa dapat bergejolak. Apalagi masyarakat Indonesia yang masih didominasi oleh masyarakat bawah yang tingkat ekonomi dan pendidikannya masih rendah.


Belum lagi peran media massa yang kadangkala memperlebar jarak perpecahan bila media tersebut tidak membela kepentingan bangsa.


"Masyarakat miskin dapat terpengaruh dan dihegemoni oleh kaum atas, apalagi oleh media yang memiliki kepentingan politik yang kuat," dalam kuliah umum yang bertema: Tantangan Kebhinekaan dalam Era Demokrasi dan Globalisasi.


Oleh karena itu, pengentasan kesenjangan ekonomi menjadi agenda besar yang mesti dituntaskan.
Dihadapan civitas akademik, ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan program-program pro rakyat kecil seperti kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan.


Dengan begitu, apabila masyarakat telah terpenuhi kebutuhan umum mereka, maka perpecahan dapat terhindarkan. Tito menyatakan, polisi akan bekerja memperkuat sistem keamanan demi mencegah konflik suku, ras, budaya, dan agama


"Tantangan internal kesenjangan ini mau tidak mau harus ada program mendorong masyarakat kelas bawah menjadi lebih terdidik dan sejahtera," kata dia.

Indonesia, bisa menjadi pemersatu negara-negara Islam
Dalam pembahasan masalah global, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan bahwa penguasa dunia yaitu Amerika dan China mendominasi dan saling bersaing merebut kekuatan dunia, Bahkan sebagian besar pengaruhnya sudah masuk agenda kebudayaan masyarakat Indonesia. Pascaruntuhnya Soviet, China muncul sebagai kekuatan baru ekonomi dunia dan Amerika kini tak bisa bergerak secara leluasa dalam otoritasnya.


"Sekarang kita lihat, anak kecil mungkin tidak ada yang tahu Gundala Putra Petir, namun apabila Batman mereka pasti tahu. Itu salah satu contoh hegemoni budaya Amerika lewat Hollywood-nya," kata dia.


Dalam upaya menyeimbangkan dua kekuatan kapitalis Amerika dan China, Tito menganggap bahwa andai negara-negara Islam bersatu maka negara-negara Islam bisa menjadi penyeimbang dua kekuatan besar yang saat ini mendominasi dunia; Amerika Serikat dan China.


"Amerika dengan adidayanya dan China dengan kekuatan ekonominya. Maka jika kekuatan negara Islam bersatu maka dominasi menjadi tripolar (tiga kekuatan besar)," tambahnya.


Menurut Tito, kesempatan ini mesti dimaksimalkan negara-negara Islam sebagai kekuatan penyeimbang. Disinilah Indonesia bisa berperan penting dalam mempersatukan negara-negara Islam.