Beritahati.com, Jakarta - Ikan Lele adalah salah satu hewan dengan daya tahan luar biasa terhadap berbagai kondisi cuaca maupun keadaan. Namun untuk bisnis, budi-daya ikan lele butuh perlakuan khusus agar hasil yang didapatkan maksimal. Salah satu cara pengembangan ikan lele yang baik sekaligus solusi ternak ikan memanfaatkan lahan sempit kota adalah Ternak lele sistem biofloc, yang sudah terlebih-dahulu berkembang di negara-negara maju seperti Jepang dan Australia.


Indonesia ikut mengembangkan sistem budi-daya ini karena dinilai bisa menjadi solusi peternakan ikan efektif dibandingkan cara konvensional. Dalam sistem biofloc, dikenal sistem pertumbuhan mikroorganisme yang mengubah limbah kolam menjadi pakan alami ikan dalam bentuk gumpalan-gumpalan air kecil (floc). Untuk memicu pertumbuhan mikroorganisme tersebut adalah dengan cara memberi kultur bakteri non-pathogen atau disebut probiotik, dan penggunaan aerator (gelembung oksigen) untuk intens mengaduk air kolam secara perlahan.


Bapak Ujut Eko dari Kelompok Bio Tani Gapura Merah, di Jalan Manunggal 1A, RT013, RW02, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, melihat budi-daya ikan lele biofloc sebagai peluang usaha di tengah hingar-bingar megapolitan Jakarta. Dan memanfaatkan moment Hari Raya Nyepi kali ini, dia dibantu rekan-rekan kelompok tani menyulap halaman rumahnya menjadi kolam lele sistem biofloc dengan biaya kurang lebih Rp 6,5 Juta.



Mereka mengisi kolam diameter 1 meter dengan 1.300 ekor ikan lele usia 3 bulan (ukuran 8-9 cm). Dan untuk kolam diameter 2 meter diisi bibit ikan lele dengan usia berikut ukuran yang sama sebanyak 6.000 ekor.


"Mumpung libur, teman-teman juga bisa kumpul. Lalu kami beli bibit melalui peternak ikan di pasar-pasar ikan dengan harga tiga ratus lima puluh rupiah per ekor. Kolam yang sudah disemai dan sekarang saatnya diisi ikan," sebut Ujut kepada beritahati.com di sela-sela kesibukannya menata kolam, Selasa (28/3).


Menurut Ujut, dengan sistem biofloc, mereka bisa melakukan panen dalam 2-3 bulan ke depan secara rutin. Dan hasil dari kolam ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan dengan memanfaatkan lahan sempit kota.


"Selain proses pembelajaran budi-daya secara bertahap, kolam juga bisa memberi hasil ketika panen. Ke depannya, kami berencana menjual secara rutin hasil panen ke pasar-pasar di seputar wilayah Jakarta timur," pungkasnya.


Wajar jika Ujut dan teman-teman kelompok tani Gapura Merah sudah punya rencana bisnis, karena mereka memang serius menggarap budi-daya ikan lele kolam biofloc dengan berencana membangun lagi dua buah kolam biofloc di daerah Cilodong, serta menambah dua kolam lagi di Ciracas.