323 
Kronologi pembunuhan wartawan mingguan di Medan

Kronologi pembunuhan wartawan mingguan di Medan
Gelar perkara kasus pembunuhan wartawan Amran Parulian Simanjuntak dengan tersangka Timbul Sihombing
Penulis: Fariana

Beritahati.com, Medan - Pelaku penikaman terhadap seorang wartawan koran mingguan Senior, Amran Parulian Simanjuntak berhasil dibekuk jajaran anggota Krimum Polda Sumatera Utara.


Timbul Sihombing ditangkap petugas kepolisian di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Binjai, Sumatera Utara pada Rabu (29/3) sore, sekitar pukul 17.00 WIB, atau sembilan jam dari waktu kejadian. Terungkapnya aksi pelaku penikaman terekam oleh CCTV salah satu milik warga.


Kepada wartawan, Kamis (30/03), Kapolda Sumut Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes (Pol) Nurfallah menegaskan, selain mengamankan tersangka yang kini telah mendekam di sel tahanan, polisi juga mengamankan alat bukti berupa pisau yang digunakan untuk menikam korban.


"Motifnya dendam antara tersangka dengan pelaku, tidak ada kaitannya dengan tugas jurnalistik, tetapi perselisihan pribadi antara korban dan pelaku serta orang tua pelaku," ungkap Rycko Amelza Dahniel di Mapolda Sumut.


Seperti diketahui, Amran ditemukan tewas bersimbah darah dengan enam tusukan di kawasan Jalan Medan-Binjai Km 13,5, Rabu (29/3) pagi, sekitar Pukul 08.00 WIB.


Saat ditemukan kondisi korban cukup tragis, bersimbah darah dengan enam tusukan sehingga nyawanya tidak tertolong lagi.


Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes (Pol) Nurfallah menjelaskan, kronologi pembunuhan dilatarbelakangi dendam.


Ini bermula dari keduanya mempunyai masalah utang piutang yang memicu perselisihan pada tahun 2015 silam.


Ini bermula, adanya kecurigaan orang tua Timbul atas ketergantungan menggunakan narkoba. Nah, orang tua tersangka meminta korban untuk merehabilitasi Timbul.


Amran yang mencoba melakukan penipuan berpura-pura menjadi petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dan mengenakan seragam BNN.


Kemudian, korban meminta Rp3 juta untuk rehabilitasi itu. Orang tua Timbul memberikan Rp4 juta. "Tapi ternyata tersangka tidak direhabilitasi, melainkan dibawa ke rumah kosong, diborgol dan dipukuli," tutur perwira melati tiga itu.


Setelah melakukan aksinya, Timbul melarikan diri dari rumah kosong itu.


Tersangka dan orang tuanya pun menagih kembali Rp4 juta yang telah diberikan, di mana saat itu Amran pun berjanji mengembalikannya.


Atas penipuan itu, Timbul dan orang tuanya terus menagih uang itu.


Namun, Amran tidak mau membayar dan selalu melontarkan kata-kata kasar. Bahkan pada 20 Maret lalu, Timbul mengaku dipukul Amran di warung yang ada di Jalan Pasar Besar, Km 13,5, Sunggal.


Kemudian, tersangka berniat untuk membalas dendam dengan melakukan pembunuhan terhadap Amran dengan menyiapkan tongkat pisau dan menikam korban dengan enam tusukan.


Usai melakukan pembunuhan tersebut, tersangka melarikan diri.


Korban pun, dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, guna dilakukan autopsi.?


"Atas perbuatannya, Timbul dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ucap Nurfallah.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top