Beritahati.com, Tangerang Selatan- Ada pengalaman hidup yang menarik dari sosok Menpora Imam Nahrawi semasa kuliah.  Perjuangan Imam untuk kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya tidak lah mudah. Dengan keterbatasan dana, selama kuliah Imam memilih tinggal di mushola hingga 4 tahun.


Selama kuliah, Imam kemudian aktif di dunia pergerakan. Dia juga hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orangtuanya. Untuk mencari uang, Imam sempat berjualan tulisan Arab bikinan sendiri di pasar.


“Setiap Sabtu, teman-teman saya curiga karena saya selalu menghilang. Ada yang mengatakan kalau saya apel di sana dan di sini. Sampai akhirnya mereka tahu kalau saya jualan kaligrafi di pasar untuk uang tambahan,” kata Imam saat ditemui disela-sela  peluncuran gerakan Ayo Olahaga di Hotel Atria, Gading Serpong, Tangerang, Banteng, Rabu (26/4).


Semasa kuliah, Imam juga sempat dihadapkan kepada pilihan yang sulit. Pasalnya, dia harus memilih antara ekonomi, pergerakan, dan studi. Imam akhirnya memilih melanjutkan studi dan tamat setelah 7 tahun kuliah.“Namun jauh sebelum saya diangkat menjadi Menpora, orangtua saya sudah lebih dulu tiada. Jadi saya tidak sempat melihat kegembiraan mereka melihat saya diangkat jadi menteri,” ungkap Imam.