1186 
Jurus jitu ‘Panglima Tani’ Moeldoko untuk pertanian: Mudah, murah, dan melimpah

Jurus jitu ‘Panglima Tani’ Moeldoko untuk pertanian: Mudah, murah, dan melimpah
Beritahati.com: Moeldoko Ketua HKTI
Tigor Mulo Horas

Beritahati.com, Cirebon – Mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mulai ‘unjuk gigi’ dikalangan petani.


Dalam kunjungan dan dialog interaktif dibawah sorot matahari yang panas terik, ke ladang atau sawah petani bawang di Paku Samben, Babakan, Cirebon, Jawa Barat pada Senin (15/5), Moeldoko bersama rombongan HKTI menyampaikan sejumlah rencana strategis dihadapan para petani bawang yang tergabung dalam Dewan Bawang Nasional dan juga unsur pemerintahan Cirebon, Dandim TNI dan Polres Cirebon.


Hal krusial yang disampaikan oleh Moedoko adalah menjadikan pertanian di Indonesia; mudah, murah, dan melimpah.


Mudah maksudnya, pertanian harus modern supaya lebih mudah dalam hal produksi, namun bukan berarti menggunakan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan. Sebab bukannya nanti menjadi mudah malah akan mempersulit petani karena struktur tanahnya rusak.


Murah, memajukan pertanian kunci yang paling penting adalah kemauan yang kuat. Sedangkan melimpah, maksudnya; pertanian di Indonesia harus terus menerus meningkatkan hasil pertanian sehingga industri pertanian dan petani di Indonesia sejahtera.


Khusus ‘jurus’ melimpah, Moeldoko menyakinkan bahwa memastikan bahwa HKTI akan berkontribusi dalam proses pembelian hasil panen petani. Karena kali ini terkait dengan panen bawang, maka Moeldoko berjanji akan membeli hasil panen bawang dengan harga yang menguntungkan petani.


“Jika sampai bulog tidak mau membeli hasil panen petani dengan alasan stock bawang melimpah, maka tidak usah takut HKTI bersama rekanannya pasti hasil panen tersebut, kalau tidak mau beli maka akan melawan Moeldoko!” serunya kepada petani


Dalam perbincangan antara ketua HKTI, Moeldoko dengan petani bawang kali ini, disampaikan keluhan petani yang bisa dibilang itu-itu saja, yakni; persoalan tengkulak, pemasaran dan bagaimana mendapatkan kredit usaha rakyat.


Selain itu, para petani menyampaikan apresiasi kepada Moeldoko yang melihat, merasakan langsung apa yang dilakukan petani.


“Selama ini yang kami ketahui HKTI itu selebritis DPR, urusannya hanya soal politik, tak mau berpanas-panas dengan petani,” kata Ivan, salah satu praktisi pertanian.


Moeldoko dan jjajaran HKTI lainnya juga meminta Kapolres, AKBP Risto Samudra untuk membantu petani bawang mengatasi hama babi hutan yang sudah membuat petani kewalahan.


"Polisi harus bantu petani, mereka tak punya cara yang tepat untuk membasmi babi hutan yang sudah sangat meresahkan petani, sebaiknya ditembak saja," ujar Erwin TPL Tobing, mantan Kapolda Kalbar yang kini menjabat sebagai Sekjen HKTI.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top