Bakso @baksowarkun Pamulang, makanan sehat masa depan

Bakso @baksowarkun Pamulang, makanan sehat masa depan

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Untuk meningkatkan budaya konsumsi makanan sehat masa depan bagi masyarakat, Nadia Amelia Putri, warga Pamulang Indah, Tangerang selatan, memulai usaha Bakso Sehat pada Oktober 2016.


"Metode pemesaran saya sebelumnya hanya via order baik telepon maupun media sosial saja. Tapi karena banyak komentar positif dari pelanggan, akhirnya memberanikan diri membuka warung bakso bernama @baksowarkun, dengan modal awal 30 juta rupiah," papar Nadia.


Kuliner bakso sehat milik Sarjana Psikologi jebolan Universitas Paramadina ini dibuat menggunakan bahan baku daging sapi berkualitas yakni daging blade minim lemak, dada ayam petelur, bawang, lada, garam dan gula merah. Nadia tidak menggunakan obat bakso, akan tetapi menggantinya dengan dada ayam petelur.


"Pilih ayam petelur karena ayam jenis itu tidak disuntik hormon, sehingga kualitas dagingnya lebih sehat. Ditambah komposisi lemak bakso kami sangat kecil dibanding bakso pada umumnya yang 20 persennya isi lemak," katanya.


Semua bahan digiling menjadi satu, lalu dicetak manual dgn tangan. Komposisinya, 90 persen daging sapi cincang dan 10 persen urat sapi asli, bukannya isi kerongkongan sapi layaknya bakso pada umumnya. Selain itu, bakso buatan Nadia tidak menggunakan pengawet serta penyedap rasa apapun. Wah, seperti ini rupanya yang dikatakan bakso sehat, luar biasa.



Karena tidak menggunakan bahan pengawet apapun, bakso yang dibeli dalam keadaan siap santap hanya mampu bertahan 15 jam dalam suhu ruangan tertentu, sedangkan jika disimpan di dalam kulkas (kondisi bakso dalam kemasan plastik tanpa kuah) bisa bertahan selama 24 jam (satu hari). Dan jika dimasukkan freezer, hanya mampu bertahan 3 (tiga) bulan dengan syarat posisi bakso tetap dalam kemasan (tidak dibuka keluar-masuk kemasan).


Usaha @baksowarkun milik Nadia mampu menjual sekitar 500 porsi bakso dalam satu bulan, ditambah ratusan butir bakso frozen. Bahkan dia juga sudah melayani pengiriman antar-kota dengan kemasan vacum yang adalah cara mengemas makanan agar bebas bakteri.


Meski sajian bakso sehat @baksowarkun dikemas eksklusif, tapi harga yang ditawarkan menjangkau kantong semua kalangan. Untuk satu porsi bakso ukuran kecil dan sedang, hanya dipatok Rp 12 ribu, satu porsi bakso ukuran jumbo isi daging cincang plus urat hanya Rp 20 ribu, sedangkan bakso frozen ukuran kecil hanya Rp 1.500 per butir.


"Favorit pelanggan saya sampai Jakarta adalah bakso isi daging cincang plus urat serta bakso cabai rawit. Dan sekarang saya sedang membuat terobosan menu bakso daging isi sayuran serta bakso frozen langsung pakai kuah namun dikemas vacum agar mudah dalam pengiriman antar-kota," imbuh perempuan yang juga penyandang gelar S2 Psikologi Universitas Tarumanegara tersebut melengkapi.


Warga Tangerang sampai Jakarta, bahkan wilayah Jabodetabek, kerap datang menikmati sensasi bakso sehat ala @baksowarkun ke Bukit Pamulang Indah Blok B10 No.9. Namun tidak jarang ada pula yang order menggunakan jasa order makanan online via Go Food melalui aplikasi android.


"Lucunya, khusus dari pelanggan di Jakarta, selain komentar positif mengenai rasa bakso, paling besar komentar mereka adalah mengapa harganya murah? Saya hanya menjawab, biar untung kecil yang penting lancar. Disamping itu, yang terpenting adalah masyarakat bisa sehat ke depannya tanpa makanan berbahan pengawet maupun penyedap rasa," pungkas Nadia.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top