Legenda bulutangkis, Ivana Lie dukung Pancasila dan Kebhinnekaan

Legenda bulutangkis, Ivana Lie dukung Pancasila dan Kebhinnekaan

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Kondisi bangsa Indonesia beberapa waktu terakhir terasa memprihatinkan. Upaya sejumlah oknum untuk memecah-belah menggunakan isu suku, agama, ras, dan antar golongan atau SARA, berimbas pada meluasnya penyebaran pesan-pesan kebencian (hate speech), hasutan/fitnah, hingga tindak kekerasan mengatasnamakan agama.


"Ini gejala yang tidak bisa dianggap remeh," kata legenda bulutangkis nasional, Ivana Lie, saat dihubungi Beritahati.com, Selasa (6/6).


Sebagai olahragawan yang ikut berjuang dengan keringat, darah, dan air mata mengharumkan nama bangsa dan negara, Ivanna beserta 41 orang rekan pebulutangkis lainnya turut prihatin dengan keadaan ini.


Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, berdiri di atas keragaman.


"Kami bersatu, bekerja sama di lapangan, bergotong royong, bahu-membahu, untuk mengharumkan Indonesia, tanpa memandang perbedaan antara kami," sambung atlet bulutangkis serba bisa ini.


Adalah perbedaan tersebut yang akhirnya menyuntikkan semangat Bhinneka Tunggal Ika untuk meraih kejayaan di pentas bulutangkis Internasional (dunia).


"Berdasarkan pemikiran itulah, saya, Ricky Soebagja dan Hariyanto Arbi, bersama 39 orang atlet legenda bulutangkis Indonesia dan dunia lintas generasi, menyatakan dukungan kepada upaya pemerintah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan," imbuh perempuan kelahiran Bandung ini meneruskan.


Presiden Joko Widodo beserta jajaran terkait juga diharapkan agar segera memulihkan situasi dengan mengambil tindakan yang diperlukan, sesuai koridor hukum dan tatanan demokrasi, terhadap siapapun oknum yang coba memecah-belah persatuan.


"Indonesia bisa selamat jika gerakan dukungan terhadap Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika didukung seluruh elemen bangsa, termasuk Komunitas Bulutangkis Indonesia," pungkas atlet yang baru saja berulangtahun ke-57 pada 7 Maret 2017 silam.


Dari 42 orang anggota Komunitas Bulutangkis Indonesia, selain Ivanna Lee, Ricky Soebagja dan Hariyanto Arbi, tercatat beberapa nama legenda All England, Piala Thomas, Piala Uber, Olimpiade dan seri-seri kejuaraan dunia bergengsi lainnya seperti Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Liem Swie King, Eddy Hartono Rexy Mainaky (rekan ganda Ricky Soebagja saat juara dunia), Susi Susanti dan Alan Budikusuma (pasangan peraih medali emas Olimpiade Barcelona), Taufik Hidayat, serta Verawaty Fajrin dan Rosiana Tendean (pasangan ganda Ivana Lie).


Prestasi Ivanna Lee mentereng dalam mengharumkan nama bangsa dan negara di cabang bulutangkis, yakni Juara tunggal putri Sea Games (1979, 1983) dan Indonesia Terbuka (1983).


Prestasi Ivana Lie
Juara ganda putri bersama Verawaty Fajrin dalam Indonesia Terbuka, China Terbuka dan Taiwan Open (1986) dan Juara Indonesia Terbuka (1987) berpasangan dengan Rosiana Tendean.


Untuk ganda campuran, Ivanna Lee dipasangkan dengan Christian Hadinata untuk menjuarai Asian Games (1982), Sea Games (1983), Indonesia Terbuka (1983, 1984) dan Seri Piala Dunia (1985).


Ivanna Lee menutup karir manis untuk Indonesia dengan menjuarai ganda campuran (bersama Christian Hadinata), dalam US Open (1988).

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top