Keren, batik ini memiliki motif Bhineka Tunggal Ika

Keren, batik ini memiliki motif Bhineka Tunggal Ika
Miftahudin Nur Ihsan membuat motif batik bertema persatuan "Bhineka Tunggal Ika"
Penulis: Fariana

Beritahati.com, Jakarta - Melihat keprihatinan dan kondisi nasional yang dihadapkan pada isu SARA, menjadi ide awal alumni jurusan pendidikan kimia, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Miftahudin Nur Ihsan membuat motif batik bertema persatuan "Bhineka Tunggal Ika".


“Saya melihat bangsa ini sedang dihadapkan dengan banyak masalah, salah satu yang paling menonjol adalah isu SARA. Indonesia adalah negara yang besar karena masyarakatnya berbeda-beda, baik dari suku, budaya, maupun agama. Perbedaan inilah yang menuntut masyarakat kita untuk saling menghargai. Perbedaan inilah yang membuat kita kuat," ujar Ihsan seperti dilansir dari laman UNY, Sabtu (10/6)


Owner startup Smart Batik itu mengatakan, motif ini cukup unik karena memunculkan peta Indonesia dalam bingkai sekar jagad. Selain itu, ada nuansa klasik motif parang dan truntum dalam ceplok sekar jagad yang lain dan diapit dua tumpal bergambar senyawa porfirin sederhana. Semua ini dikerjakan secara manual (handmade) menggunakan malam atau lilin batik.


“Bingkainya sekar jagad menggambarkan keanekaragaman, keserasian, dan keindahan. Lewati bingkai sekar jagad, saya berharap kita semua sadar bahwa keanekaragaman bangsa ini yang membuat kita kuat. Kemudian motif utama, menggambaran peta Indonesia adalah untuk menegaskan bahwa kita adalah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, kita semua saudara, kita dapat bersatu, meskipun dipisahkan oleh lautan," paparnya.


Sementara selingan corak tradisional parang dan truntum, menurutnya, menggambarkan harapan bangsa ke depan. Parang secara umum menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Harapan dari corak parang ini ini adalah kita senantiasa selalu bersemangat dalam membangun Indonesia. Sedangkan motif truntum diartikan sebagai tumbuh lagi. Ini berarti harapan agar kita menumbuhkan lagi rasa cinta Tanah Air dan rasa persatuan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Bagian terakhir dari batik ini adalah motif tumpal. Motif tumpal yang diambil merupakan gambar senyawa porfirin. Porfirin merupakan senyawa dasar yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan).


Porfirin membentuk hemoglobin (manusia) dan klorofil sebagai salah satu elemen terpenting. Maknanya adalah semangat persatuan “Bhineka Tunggal Ika adalah salah satu syarat agar negara ini tetap eksis dan berkembang. Oleh karena itu, hal ini perlu dijaga," tutupnya.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top