83 
Kisruh hak angket, Masinton: Ketua KPK lebay minta bantuan Presiden

Kisruh hak angket, Masinton: Ketua KPK lebay minta bantuan Presiden

Penulis: Cahyo

Beritahati.com, Jakarta - Kisruh seputar hak angket DPR RI atas KPK makin memanas. Tarik-menarik antara dua lembaga tersebut makin kencang. Sampai-sampai, Ketua KPK Agus Rahardjo meminta Presiden Jokowi untuk mengambil sikap terkait pansus angket KPK.


Agus meyakini Presiden Jokowi mengamati proses pansus angket di DPR. Terlebih sejumlah pihak menilai hak angket DPR terhadap KPK menjadi senjata untuk melemahkan kewenangan KPK.


"KPK kan nggak harus lapor ke presiden, tapi presiden pasti mengamati lah. Mudah-mudahan presiden mengambil sikap. Nggak perlu didikte lah (sikap seperti apa), Presiden tahu sendiri," kata Agus di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/6).


Menurut Agus, DPR tak harus membentuk pansus angket jika ingin memperbaiki kinerja KPK. Mestinya, kata dia, DPR memperbaiki Undang-Undang tindak pidana korupsi.


Menanggapi itu, anggota DPR RI dari PDIP Perjuangan, Masinton Pasaribu, mengatakanlangkah Ketua KPK Agus Rahardjo yang meminta Presiden Joko Widodo bersikap terhadap Pansus Angket KPK dinilai terlalu lebay.


“(Ketua KPK) Rahardjo lebay minta bantu presiden,” ujar anak buah Megawati Soekarno Purti kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/6).


Masinton membantah Pansus Angket akan memperlemah KPK. Sebailknya, kata dia, DPR saat ini justru ingin memperkuat lembaga antirasuah tersebut.


“Emang yang dilakukan DPR apa? Emang orang itu saja kerja pemberantasan korupsi? Emang komitmen kita bukan pada pemberantasan korupsi? Gila aja, lah iya gila aja, emang KPK saja yang tidak anti korup, kita juga anti korup,” ketusnya.


Seharusnya kata dia, jika KPK memang tidak bermasalah, lebih baik mengikuti proses di dalam Pansus Angket.


“Ya kalau bersih ngapain risih kalau jujur ngapain takut, hadapi saja angket ini,” tandas Masinton.


   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top