63 
Menelisik tradisi Ramadan WNI di Rusia yang memiliki waktu 20 jam puasa

Menelisik tradisi Ramadan WNI di Rusia yang memiliki waktu 20 jam puasa

Penulis: Fariana

Beritahati.com, Rusia - Indonesia memiliki beragam hingga menjadi ciri tersendiri ketika bulan suci datang. Dari tradisi hidangan takjil yang berbeda-beda di setiap daerahnya serta suara pukulan bedug yang dibawa berkeliling untuk membantu bangun sahur.


Namun bagaimana tradisi Ramadan di Rusia yang mayoritas warganya adalah non-Muslim? Mengingat berada di negeri orang, tiga warga negara Indonesia (WNI), Ratya Permatasari, Zelfa Lola Maretha serta Alfie Famelia memiliki cara tersendiri untuk “menciptakan” tradisi Ramadan mereka selama berada di Negeri Beruang Merah.


Ketiganya menjelaskan hal yang serupa terkait berpuasa di Ramadan. Mereka menyatakan, paling menikmati waktu ketika berbuka sebab bisa membatalkan puasa sembari bercengkerama dengan teman-teman asal Tanah Air yang juga tengah menimba ilmu di Rusia.


Berbicara masalah tradisi Ramadan, maka tak lepas dari makanan dan minuman yang menjadi pelepas dahaga setelah berpuasa seharian. Alfie yang berada di Kota Saint Petersburg menyebut, nasi biryani-lah yang menjadi makanan khasnya selama berpuasa. “Saya selalu menyantap nasi biryani ala teman Sri Lanka saya. Teman saya ini paling antusias membuat menu buka dan sahur saya. Jadi biasanya kami membeli bahan-bahannya bareng, lalu masak juga bersama-sama,” ujar perempuan yang lahir di Jakarta itu.


Nasi biryani merupakan hidangan nasi yang dicampur dengan beragam rempah-rempah serta daging. Hidangan ini terkenal di Afghanistan, India, Sri Lanka bahkan hingga Singapura.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top