150 
Ini alasan Yayuk Basuki ngotot perjuangkan revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional

Ini alasan Yayuk Basuki ngotot perjuangkan revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Mantan Petenis Profesional andalan Indonesia era 80-90an, Yayuk Basuki, yang kini duduk di keanggotaan Komisi X DPR RI, tetap komitmen memperjuangkan untuk merbaiki tata kelola dunia olahraga nasional demi kesejahteraan atlit nasional yang berprestasi.


"Saya sekarang sedang merintis perjuangan revisi Undang Undang Sistim Keolahragaan Nasional (UU SKN)," katanya saat ditemui beritahati.com di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6).


Menurut perempuan dengan nama lengkap Sri Rahayu Basuki ini, niat mengajukan revisi UU SKN sudah dibawanya sejak pertama kali masuk Senayan sebagai anggota dewan, namun terbentur Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Oleh karena itu, langkah yang ditempuh sekarang adalah memasukkan revisi pada September 2017 sebagai 'long list' untuk 2019 atau 2020.


Agar gaung ini lebih kuat, Yayuk pun menggandeng rekan-rekannya dari IOA (Indonesian Olympic Association) dan WOA (World Olympic Association).


"Tidak banyak pasal yang akan diubah, hanya yang urgent saja, salah satunya adalah mengenai jaminan tunjangan hari tua atlit atau istilahnya kesejahteraan bagi atlit," sambung Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan.


Dengan revisi UU SKN pada kesejahteraan atlit, lanjut Yayuk, sama artinya membentuk sebuah sistem di awal. Yaitu sebuah sistem yang nantinya akan melahirkan atlit-atlit nasional berkualitas sekaligus bermental juara.


Imbasnya, para orangtua pun nantinya akan tenang jika anaknya fokus membina karir sebagai seorang atlit karena masa depan sudah terjamin dan dilindungi undang-undang.


Sebetulnya, kata Yayuk, sejak era pemerintahan Presiden Soeharto, sistem perekrutan atlit-atlit berprestasi ditampung sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau BUMN, sudah berjalan, namun itu saja menurutnya belumlah cukup, harus ada yang lebih dari itu sehingga perlu dilakukan revisi terhadap UU SKN.


"Nanti akan diatur juga mengenai prestasi seperti apa saja yang akan dijamin kesejahteraannya oleh negara, sekaligus mekanisme lainnya," imbuh perempat finalis Wimbledon 1997 ini kepada beritahati.com.


Menutup perbincangan, Peraih Medali Emas Asian Games Bangkok, Thailand 1997 ini mengatakan, revisi UU SKN itu juga nantinya akan memperbaiki tumpang tindih peran antara KONI, KOI, maupun lembaga-lembaga olahraga lainnya di Indonesia.


"Butuh dukungan seluruh rakyat Indonesia dan seluruh atlit agar revisi segera masuk daftar kajian secepatnya," tutup Brand Ambassador WTA Finals 2016 ini mengakhiri pertemuan dengan beritahati.com.


(Editor : Cahyo)

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top