Dalam 2 bulan, BTN kejar restrukturrisasi kredit Rp 1,5 triliun

Dalam 2 bulan, BTN kejar restrukturrisasi kredit Rp 1,5 triliun

Penulis: Fariana

Beritahati.com, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN menargetkan, mampu melakukan restrukturisasi kredit sekitar Rp1,4 triliun sampai Rp1,5 triliun dari sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Mei-Juni 2017 guna menjaga rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di bawah 3,0 persen sampai akhir tahun ini.


"Sebulan itu bisa menyelesaikan (restrukturisasi) Rp200 miliar. Bolanya kami tahan agar tidak turun lagi, mudah-mudahan Mei-Juni ini bisa Rp1,4 triliun sampai Rp1,5 triliun," ucap Direktur BTN Nixon L. Napitupulu, dikutip Jumat (16/6).


Menurut Nixon, restrukturisasi KPR lebih difokuskan kepada pemberian kredit pada rumah non-subsidi, khususnya rumah yang masih dihuni. Restrukturisasi terutama akan diberikan jika terdapat potensi kesanggupan membayar cicilan lantaran nasabah masih memiliki pekerjaan tetap.


"Tantangan restrukturisasi kredit memang terhadap nasabah yang kemampuan membayarnya sudah terhenti selama dua sampai tiga bulan, itu sulit diharapkan lagi. Karena kalau sudah menunggak selama empat bulan, tidak mungkin, jadi kami restrukturisasi," jelas Nixon.


Adapun untuk nasabah kredit rumah subsidi, menurut dia, tak perlu banyak restrukturisasi. Pasalnya, ada penyelamat dari klaim asuransi dan perusahaan bisa berkomunikasi dengan pengembang (developer) perumahan untuk melakukan buy back.


Kendati bisa melakukan restrukturisasi, Nixon melihat ada tantangan lain untuk bulan ini, khususnya bersamaan dengan penetapan cuti lebaran yang dimulai sejak 23 Juni 2017, sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Pasalnya, dengan cuti yang lebih cepat dari tanggal pencicilan, ada kecenderungan nasabah lupa membayar cicilan. Untuk itu, BTN berupaya untuk memberikan himbauan lebih cepat agar nasabah tak melupakan cicilannya.


"Karena libur panjang, cuti dari 23 Juni, ada tantangan dari koleksi cicilan. Jadi, kami agresifkan himbauan sebelum libur, dengan SMS himbauan dan lainnya. Nanti mereka juga bisa bayar cicilan lewat Indomart, kantor pos, dan lainnya," kata Nixon.


Adapun hingga semester pertama tahun ini, perusahaan memproyeksi rasio NPL masih akan berada dikisaran 3,1 persen. Rasio NPL tersebut seiring imbas kenaikan NPL di beberapa daerah, seperti Kalimantan, akibat perubahan harga komoditas batubara yang menjadi sumber pendapatan sebagian besar nasabah.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top