122 
Polda Metro tangani kasus kekerasaan anggota Brimob terhadap Wartawan Antara

Polda Metro tangani kasus kekerasaan anggota Brimob terhadap Wartawan Antara

Reporter : Andrew Tito

Beritahati.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta Propam Mabes Polri untuk mengusut kasus penganiayaan yang menimpa wartawan Kantor Berita Antara, Ricky Prayoga yang dilakukan oleh oknum satuan anggota Brimob.


"Saya sudah minta Propam untuk menindaklanjuti ya," ujar Iriawan saat di konfirmasi di Polda Metro Jaya, Senin (19/6).


Iriawan mengtakan, apabila terbukti bersalah tentu yang bersangkutan akan menerima sanksi tegas. Misalnya saja seperti yang dialami anggota Brimob beberapa waktu lalu di kawasan Tangerang Selatan, yang tak sengaja menembak kaca rumah anggota DPR, Jazuli Juwaini.


"Kita akan berikan sanksi tegas ya kepada anggota. Kita seperti yang Brimob di Pamulang? yang tak sengaja memegang senjata, lalu meletus ke rumah anggota DPR (Jazuli Juwaini), lalu stres. Karena memang sanksi kami tegas, kelalaian pun saya beri sanksi, apalagi itu sengaja," ucap Iriawan.


Lanjut Iriawan hingga kini sudah ada tiga orang yang diperiksa terkait hal tersebut. Iriawan mengatakan apa yang terjadi tak sampai menghakimi bahwa semua anggota seperti itu dan juga mengatakan bahwa pihak kepolisian selama ini sudah melakukan langkah-langkah yang humanis ketika berhadapan dengan masyarakat.


"Itu sudah kami lakukan, daripada langkah-langkah yang ada. Sekarang jauh lebih baik. Ya ini diantara sekian ribu ada saja tipikal orang yang berlainan. Oknum namanya. Jangan dijustifikasi," ujar Iriawan.


Sementara itu, Komandan Korps Brimob Polri, Insepektur Jenderal Polisi Murad Ismail mengatakan bahwa apa yang dilakukan oknum anggota Brimob terhadap Ricky diduga karena mereka sedang dalam kondisi lelah. Menurutnya seseorang yang sedang lelah mudah terpancing emosinya.


"Saya mau kasih tahu kalian wartawan, sama anggota itu kalau kalian tidak menunjukan sikap yang aneh- aneh, anggota tak akan macam-macam. Tapi kalau kalian menunjukan kalian itu lebih hebat, ya pasti ada terjadi sesuatu sama yang tidak kita diinginkan," ujar Murad saat di konfirmasin Senin (19/6).


Sama seperti Kapolda Metro, Murad berkata kalau tidak semua anggota polisi seperti itu. Namun terkait apa yang menimpa Ricky, Murad mengaku belum tahu apakah sudah ditangani atau belum dan meminta awak media bertanya pada Polda Metro Jaya, karena menurutnya Polda Metro Jayalah yang berwenang akan hal itu.


"Kan anggota kalau sudah bertugas 2 sampai 3 jam itu dia cape. Dia cape, terus ada yang bertingkah pasti dia marah. Tak ada orang sopan di dunia, yang pasti dianiaya orang. Pasti ada sesuatu yg tak berkenan di hati anggota. Begitu juga kalian, kalau kalian ada yang aneh-aneh pasti kalian tulis yang aneh- aneh juga," ujar Murad.


(Editor : Cahyo)

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top