60 
Usut tudingan Novel, Polri tawarkan kerjasama KPK

Usut tudingan Novel, Polri tawarkan kerjasama KPK

Reporter : Andrew Tito

Beritahati.com, Jakarta - Polri gandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersama-sama terlibat aktif mengusut pernyataan penyidik senior KPK, Novel Bawesda yang menuding adanya dugaan jenderal polisi atas kasus Novel.


"Saya sudah menyampaikan lanjut kepada ketua KPK bahwa polri menawarkan kepada KPK untuk membentuk tim yang kemudian bisa membackup atau menempel ke tim dari Polri," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito usai bertemu pimpinan KPK di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta, Senin (19/6).


Tito Karnavian mengatakan, Kepolisian berkomitmen untuk bekerja mengungkap kasus Novel. Demi percepatan pengungkapan kasus, Tito membuka pintu bagi KPK untuk bergabung dalam menangani perkara Novel.


Kapolri ingin kasus Novel bisa segera diselesaikan. Ia beralasan, kasus penyiraman air keras telah menjadi utang bagi Polri kepada publik.


Menurut Kapolri Tito, tudingan Novel telah menimbulkan kecurigaan di internal Polri serta berkemungkinan merusak hubungan sinergis antara KPK dan Polri. Oleh karena itu, mereka ingin menghapus rasa curiga akibat tudingan tersebut.


"Ini tentu dari kepolisian tidak nyaman dan juga tidak enak ada kecurigaan hal-hal negatif seperti itu. Oleh karena itu Alangkah lebih baiknya kita lebih terbuka, dengan cara tim dari KPK bisa menempel," tutur mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris ini.


Tito menerangkan, kerja sama antara kepolisian dengan KPK bisa beragam bentuk. Kerja sama itu bisa dalam proses pemantauan, yakni KPK ikut mendampingi dalam proses pemeriksaan saksi.


Mereka bisa melakukan peng-"keler"-an, yakni melakukan penempelan atau pemantauan bersama antara Polri-KPK. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan analisis secara independen maupun bersama.


Meskipun mengajak kerja sama, Tito mengingatkan, kerja sama KPK-Polisi dalam menangani penyidikan perkara secara menyeluruh. Ia mengingatkan, tupoksi KPK dengan Polri berbeda.


Mantan Kapolda Metro ini menegaskan, KPK mempunyai tupoksi kepada penyidikan korupsi sementara Polri lebih mengarah pada pidana umum. Namun, ia memastikan polisi ingin menyelesaikan perkara itu secepat mungkin.


"Kita prinsip ingin dari kepolisian ingin kasus ini terungkap secepat mungkin," tandas Tito.


Mendengar hal tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo tidak memungkiri kalau kepolisian ingin mengajak KPK mengusut kasus Novel. Hal itu diungkapkan dalam rapat bersama antara Polri-KPK tentang kasus Novel.


"Di dalam rapat itu juga ditawarkan kalau KPK mau bergabung untuk memperkuat penyelidikan ini itu tawaran dari Pak Tito," kata Agus di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin.


Namun begitu, KPK akan menimbang-nimbang terlebih dahulu untuk terlibat dalam penyidikan Novel.


Mereka menyadari kalau kemampuan penyidik lebih kepada penanganan kasus korupsi daripada tindak pidana umum.


Namun, mantan Ketua LKPP ini akan membicarakan lebih lanjut terkait langkah dukungan apa yang diberikan kepada kepolisian untuk menyelesaikan kasus Novel.


"Secara internal kami akan mengevaluasi apa yang bisa kami berikan kemudian dukungan apa yang bisa kami berikan kemudian kami komunikasikan pada bapak kapolri," imbuh Agus.


"Jadi tawaran itu sudah sangat simpatik, terkait, tapi kami harus evaluasi dulu tawaran apa yang bisa, bantuan apa yang bisa diberikan kpk kepada polri," pungkas Agus.


(Editor : Cahyo)

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top