Tiga pesan dari Presiden dalam rangka perayaan Idul Fitri untuk Kapolri

Tiga pesan dari Presiden dalam rangka perayaan Idul Fitri untuk Kapolri
Kapolri Jenderal Tito Karnavian tinjau kesiapan personil dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017
Penulis: Fariana

Beritahati.com, Jakarta - Bertempat di lapangan monas Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, memimpin apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ramadniya-2017?‘dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Senin (19/06). Dalam kesempatan tersebut Kapolri juga menyampaikan tiga pesan President


Apel diikuti oleh 1.896 terdiri pasukan gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Damkar, Jasa Rahardja dan Satuan Pengamanan. Pada kesempatan apel pagi ini juga diperlihatkan peralatan pendukung operasi seperti pasukan berkuda, kendaraan taktis, ambulance, helikopter dan mobil pemadam kebakaran.


Gelar pasukan dimaksudkan untuk konsolidasi dan pengecekan kekuatan pendukung operasi Ramadniya 2017.
Pada kesempatan ini Kapolri menyampaikan tiga pesan dari Presiden yaitu terkait stabilitas harga pangan, pemberian rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri dan antisipasi pengamanan arus mudik dan arus balik. “Ada 3 pesan dari Bapak Presiden dalam rangka perayaan Idul Fitri. Memelihara stabilitas pangan, pengamanan selama perayaan Idul Fitri dan pengamanan arus mudik dan arus balik,” ujar Kapolri.


Selanjutnya Kapolri menjelaskan Polri telah mengambil langkah dalam menindaklanjuti arahan presiden dengan membentuk satgas pangan Polri yang bertugas memantau harga pangan dan penegakan hukum bagi yang melakukan pelanggaran. Ditambahkan juga, Polri telah bersinergi dengan stakeholder dengan mendirikan posko bersama yang terdiri dari TNI, Polri, kesehatan dan pertamina. “Silakan datang ke posko apabila masyarakat menemui kesulitan di jalan,” jelas Kapolri.


Antisipasi arus mudik tahun ini diprediksi jauh berkurang, karena sudah ada jalur fungsional yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga diharapkan peristiwa brexit tahun lalu diharapkan tidak akan terulang lagi.


Kapolri mengatakan semua sistem yang telah dibuat tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang baik. Terkait ini, Kapolri meminta kepada seluruh jajaran untuk berkomitmen bahwa operasi Ramadniya ini adalah operasi kemanusiaan dan suci. Oleh karena itu agar dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.


Selain itu, Kapolri juga meminta kepada anggota untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat menjalankan tugas secara prima. Melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas serta berdoa agar pelaksanaan operasi Ramadniya 2017 dapat berjalan dengan lancar.


Operasi Ramadniya berlangsung dari tanggal 19 Juni 2017 – 4 Juli 2018. Apel gelar pasukan ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Menteri Perdagan, Wakapolri, para pejabat utama Mabes Polri dan unsur pendukung Polri.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top