556 
Johannes Marliem, sekedar saksi kunci e-KTP atau whistleblower ?

Johannes Marliem, sekedar saksi kunci e-KTP atau whistleblower ?

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Guncangan di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tewasnya saksi kunci kasus korupsi e-KTP di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), sepertinya masih tahap awal. Namanya muncul tak lama setelah lembaga anti rasuah tersebut menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka medio Juli 2017.


" Benar itu Johannes Marliem, kami masih mengejar informasi secara rinci karena kendalanya adalah terjadi di luar negeri," ujar Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8).


Terhitung kurang lebih 25 kali penyebutan nama Direktur Biomorf Lone LLC ini oleh jaksa dalam persidangan. Dirinya disebutkan juga aktif sejak awal pertemuan dan pembahasan proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.


Sosoknya disebutkan sebagai pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) kepada konsorsium penggarap proyek e-KTP. Dan atas info darinya juga KPK banyak mendapatkan bukti dan rekaman dugaan aliran uang proyek e-KTP kepada anggota DPR dan pejabat Kemendagri.


Pada 2011, Johannes pernah memberi uang USD 20 ribu kepada tervonis kasus e-KTP, Sugiharto, lewat seorang pegawai Kemendagri guna membayar seorang pengacara kondang. Berlanjut pada Maret 2012, dia juga menjadi saksi penyerahan uang sejumlah USD 200 ribu dari Andi Agustinus alias Andi Narogong kepada Diah Anggraini.


Saat proyek ini mulai terendus bermasalah oleh KPK, terlebih mulai dibongkar satu persatu, Johannes meninggalkan Indonesia. Dia menetap di Los Angeles, AS dan kerap mondar-mandir Singapura untuk urusan bisnisnya.


Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dua diantaranya pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto sudah divonis, tiga nama lagi adalah Ketua DPR RI, Setya Novanto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta anggota DPR, Markus Nari. Dan tewasnya Marliem menjadi pukulan keras untuk membongkar nama-nama pejabat atau politisi lain yang terlibat.


Dari fenomena ini, yang mengemuka adalah apakah Johannes Marliem itu sekedar saksi kunci penting ataukah whistleblower ? Sosoknya menjadi sangat penting dan masyarakat sepertinya akan mengingat kasus misteri kematian Munir jika membaca ini.


Seorang saksi pastinya tidak memegang peristiwa secara keseluruhan. Sedangkan whistleblower adalah orang yang tahu sejarah sebuah kejadian secara detil dan akan membantu pihak terkait membongkar kasus dengan apa yang diketahuinya.


Dan ibarat kisah-kisah nyata mafia Italia yang pernah booming di AS pada era 1960-1990, seorang saksi yang sudah dalam perlindungan pihak berwajib bisa bunuh diri atas desakan 'halus' dari pihak keluarga mafia.


Sebaiknya ikuti terus berita terbarunya dan perkembangan kasus ini lebih lanjut. Penyelidikan yang dilakukan FBI maupun LAPD (kepolisian Los Angeles) pastinya bisa mengungkap penyebab utama kematian Johannes Marliem.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top