Joko Widodo perkuat materi pesantren sebagai ekstra kurikuler sekolah

Joko Widodo perkuat materi pesantren sebagai ekstra kurikuler sekolah

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah sebenarnya sudah sepakat memasukkan pendidikan yang diajarkan di pesantren agar menjadi bagian dari ekstrakurikuler. 

" Sejak dulu tidak pernah ada yang seperti ini, kami ingin menguatkannya sekarang," ujar Kepala Negara kepada sejumlah Kiai dalam kesempatan kunjungan ke Ponpes Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Sabtu (12/8).

Mengenai aturan sekolah 5 hari, Presiden mengingatkan juga bahwa tidak ada keharusan bagi sekolah untuk memberlakukan sistem itu. Pemerintah sebenarnya membebaskan sekolah mengenai sistem pembelajaran pilihannya, entah 5 hari atau 6 hari seperti sebelumnya.

Namun tanpa ada maksud mematikan Madrasah (Madin) yang ada, sebagai sandaran hukum, dipandang penting untuk segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk ikut menguatkan masuknya materi yang diajarkan pesantren ke dalam kurikulum.

Perpres itu juga mengatur pilihan sistem pembelajaran tersebut. Jadi tidak ada keharusan bagi sekolah untuk ikut program sekolah 5 hari.

" Yang selama ini sudah enam hari silakan lanjut, tidak perlu jadi lima hari. Tapi kalau lima hari dianggap bagus, silahkan," tandas Jokowi.

Menutup pidatonya, Joko Widodo ingin agar pencapaian pendidikan tidak semata berdasarkan angka saja. Tapi ada aspek lain yang diperhatikan, yaitu budi pekerti serta nilai-nilai yang baik dari seorang siswa dan siswa.

" Kami masih menggodok ini dengan serius demi memperkuat pendidikan karakter anak-anak sebagai masa depan bangsa. Dan siapa yang memiliki itu ? sebenarnya pesantren," tutup Presiden Joko Widodo.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top