Beritahati.com, Jakarta - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menegaskan sangatlah keliru manakala paham terorisme dan radikalisme yang sering disebarkan dan dibungkus dengan agama.


“Perlu dipahami bersama bahwa ancaman terbesar terorisme bukan hanya terletak pada aspek serangan fisik, tetapi justru serangan propaganda ideologi secara masif dapat mempengaruhi pola pikir dan pandangan masyarakat,” tandas Ryamizard Ryacudu, dihadapan ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta, Senin, (28/8).


Ryamizard memamarkan pengaruh propaganda dan agitasi yang bernuansa kekerasan, permusuhan, penghasutan dan ajakan untuk bergabung dengan kelompok teroris ini telah banyak menyasar berbagai kalangan masyarakat dan profesi yang bertujuan untuk menghancurkan jiwa dan Ideologi bangsa yang pada akhirnya akan bermuara pada kehancuran Persatuan dan Kesatuan Nasional Bangsa Indonesia.


“Terlepas dari pro dan kontra terhadap rencana revisi tersebut, hal yang perlu kita sadari bersama bahwa Undang-Undang terorisme hanya merupakan aspek pendukung dalam Penanganan aksi terorisme dan radikalisme,” paparnya.


Menurutnya, hal yang lebih penting adalah upaya pencegahan maupun penanggulangannya adalah bagaimana caranya agar akar permasalahan dari terorisme dan radikalisme tersebut dapat diselesaikan dengan tuntas,”ujar Ryamizard.


Ancaman lain, ungkap Ryamizard, berasal dari idelogi berbasis materialisme yang teridentifikasi berpotensi mengancam keutuhan Ideologi Pancasila.


“Ideologi Liberalisme, Komunisme, Sosialisme dan Radikalime agama ini sungguh berbahaya,” ungkapnya.


Ryamizard Ryacudu mengingatkan, bila keempat ideologi itu dibiarkan berkembang, maka Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai acuan dalam bertindak, bersikap, dan bertingkah laku maupun dalam menentukan dan menyusun tata aturan hidup berbangsa dan bernegara.