Beritahati.com, Jakarta - Penerapan sistem pembatasan kendaraan bermotor dengan mode Ganjil Genap yang dilakukan Pihak Kepolisian tidak terasa sudah berjalan selama satu tahun terakhir. Dimana sistem Ganjil Genap dioperasikan di Jalan Jendral Gatot Soebroto dan Jalan Jendral Sudirman. Sejak diberlakukan 30 Agustus 2016 lalu, tercatat 9000 kendaraan melanggar.


"?sejak tanggal 30 Agustus 2016 telah dilakukan penegakan hukum dengan sistem tilang kepada 9.447 Kendraan" Ujar Kasundit Bin Gakkum, Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto di Polda Metro Jaya, Sabtu (2/9).


Di jalankan sistem Ganjil Genap, Buyanto mengaku telah tiga kali rapat evaluasi sistem Ganjil Genap dengan Stakeholder terkait, hasil terakhir Sistem Electronic Road Procing diminta untuk segera di Implementasikan guna mengurangi kemacetah parah yang kerap terjadi di Ibu kota.


"Soal Electronic Road Procing, usulan dari Pihak Dishun DKI masih dalam proses" ujar Budiyanto.


Secara teknis,mindsetnya pembatasan kendaraan dengan sistem Ganjil Genap akan dilakukan dengan hanya memperbolehkan kendaraan berplat nomor genap yang boleh melintas di jalan Protokol pada tanggal Genap.


Sementara kendaraan berplat Ganjil hanya di perbolehkan melintas pada tanggal Ganjil, membedakan mana plat nomer Ganjil dan yang mana Genap, bisa di ihat dari angka paling belakang pada plat Kendaraan.


Sementara Kebijakan sistem Ganjil Genap hanya diberlakukan di jalan jalan tertentu seperti Jalan Merdeka Barat, Jalan H Thamrin, Sudirman, Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Jendral Gatot Soebroto, pada hari Senin - Jumat yang dimulai pada pukul 07:00WIB - 10:00WIB, dan pukul 16:00WIB - 20:00WIB.