Jonru dilaporkan dua orang dalam sepekan, Kuasa hukum mulai pusing

Jonru dilaporkan dua orang dalam sepekan, Kuasa hukum mulai pusing

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Setelah dilaporkan oleh Muannas Al Aidid atas dugaan ujaran kebencian, Jonru Ginting kembali dipolisikan dalam kasus yang sama oleh Muhammad Zakir Rasyidin, yaitu memposting tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kata-kata kebencian yang kurang ajar.


Laporan Zakir masuk ke polisi dengan nomor 4184/XI/PMJ/dit.Resktimsus. Jonru akan dijerat pasal 27 ayat 3 jo pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.


" Ada beberapa pernyataan-pernyataan Jonru di dalam akun facebook-nya yang diduga bisa menimbulkan provokasi dan semakin buruk nantinya bisa menimbulkan konflik SARA," kata Zakir di Polda Metro Jaya, Senin (4/9).


Dirinya bahkan meminta kepolisian segera memeriksa yang bersangkutan karena sejak 2014 hingga 2017 tidak ada habisnya menjelek-jelekkan Presiden Jokowi sebagai lambang negara. Dan itu dianggap sudah melebihi kadar kurang ajar.


Zakir melampirkan beberapa capture postingan status facebook Jonru, salah satu yang dilampirkan adalah postingan pada 5 November 2016, dituliskan bahwa Jokowi mendustakan ulama tanpa bukti yang jelas. Secara keseluruhan, laporan dan bukti-bukti yang dibawa Zakir terkait hujatan kebencuan Jonru sejak awal 2014 hingga akhir Agustus 2017.


" Mungkin ada motif tersendiri yang kami tidak tahu sama sekali, nanti penyidik pasti bisa membuktikan apa motifnya," tutupnya.


Arah dan tujuan dari pernyataan Zakir sudah dapat dibaca, ada kemungkinan Jonru juga menjalankan usaha yang sama dengan komplotan Saracen. Inilah yang harus dibongkar kepolisian.


Apalagi Jonru pernah mengatakan kepada media nasional baru-baru ini bahwa 'Kami adalah muslim cyber army'. Dengan kata 'kami' dapat dipahami bahwa ada dugaan Jonru tidak sendiri.


Sementara itu, dengan masuknya laporan ini, cukup membuat pusing kuasa hukum Jonru yakni Razman Nasution dan rekan-rekannya karena barang bukti yang disertakan selain lengkap, juga semakin panjang karena diurut mulai Januari 2014 hingga Agustus 2017.


" Kami akan lihat apa yang dilaporkan dan seperti apa kaitannya. Dugaan saya akan banyak laporan masuk lagi, karena ini berkaitan dengan akun twitter serta facebook," ujar Razman tentang bertambahnya laporan yang masuk.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top