504 
Pernikahan Raisa Hamish: Wartawan kecewa, tetangga tak diundang pengajian

Pernikahan Raisa Hamish: Wartawan kecewa, tetangga tak diundang pengajian

Penulis: Dadi

Beritahati.com, Jakarta - Pada Sabtu, 3 September 2017 kemarin, Raisa dan Hamish Daud resmi melangsungkan pernikahan di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta. Bagi warganet, ini adalah hari Patah Hati Nasional Jilid 2. Setelah sebelumnya, hari Patah Hati Nasional terjadi saat Raisa dan Hamish mengelar acara pertunangan


Tepat pada pukul 09.000 pagi, keduanya melangsungkan prosesi akad nikah yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat. Acara tersebut berlangsung secara tertutup bagi awak media. Usai akad nikah yang digelar secara tertutup, acara dilanjutkan oleh makan siang dan konferensi press bersama media.

Malam harinya, tepat pukul 18.30 Raisa dan Hamish menggelar acara resepsi kembali digelar tertutup untuk awak media. Namun dibalik pernikahan publik figur kekinian yaitu Raisa dan Hamish, sejumlah awak media yang selama ini aktif meliput kegiatan Raisa, ternyata justeru dihadapkan pada birokrasi yang dibuat berbelit-belit oleh pihak penyelenggara.


Dan semua tetek bengek protokoler yang menyulitkan proses peliputan dituliskan salah satu wartawan hiburan senior dari tabloid Cek dan Ricek, Ariful Hakim yang diterima Beritahati.com, berikut tulisannya:


Raisa, Raiso,Rarido…
Pertanyaan singkat yang sempat membuat saya tertegun adalah seperti ini, ”Bagaimana caramu menembus (wawancara) Desy Ratnasari,ketika ia menolak semua wartawan meliput pernikahannya.” Kala itu, saya sedang ikut uji kompetensi wartawan.


Pernikahan Teh Desy memang sempat membuat geger kalangan kuli tinta. Sampai-sampai,wartawan sepakat memboikot tidak meliput, dan menyumpahserapahi, ”Awas ya, kita tunggu cerainya.” Faktanya, Desy akhirnya bolak balik kawin cerai.


Ingat Desy,ingat Raisa, yang barusan kawinan. Saat tunangan, di pintu masuk komplek rumahnya di Cinere pun sudah dijaga security, yang melarang semua wartawan masuk. Beberapa hari sebelum nikahan, yaitu saat acara pengajian, tetangga depan rumahnya pun tidak diundang. Moment nikahan Raisa, laiknya nikahan pasangan Pangeran William dan Kate Midlleton dari Inggris. Ribet dan penuh protokoler.


Siapa Raisa? Saat ini mungkin masanya. Tapi perlu diingat, durasi kebintangan seseorang dibatasi waktu. Banyak para bintang yang dulu sehari bisa lima titik manggung, sekarang nganggur tak jelas kerjanya. Maka ketika kebintangan yang sesaat itu disikapi dengan kesombongan, terutama dengan anggapan bahwa sinarnya akan terus moncer, itu adalah pola pikir kampungan.


Apa yang dilakukan Raisa, akan terus membekas dikalangan para pewarta. Mungkin sekarang wartawan tidak bisa bilang, Raiso alias tidak bisa (menolak) ketika harus meliput kegiatannya,lantaran bintangnya masih bersinar. Tapi tidak ada jaminan, satu saat wartawan juga bisa bilang, “Rarido” alias tidak ridho saat harus mewawancarai dia. Ini bahasa Tegalan yang menunjukan ketidaksukaan terhadap sesuatu.


Pernikahan Raisa diatur sebuah EO, yang memberi syarat njlimet bin mumet. Tidak boleh memblur merk dagang EO saat muncul di TV, dilarang menghapus nama EO saat foto Raisa-Hamish muncul di media cetak dan online, pertanyaan yg diborong panitia dus, wartawan dibatasi mengajukan pertanyaan,dll yang menyebalkan.


Kompensasinya, ya menurut bisik-bisik semua kebutuhan di endorse. Ini sebetulnya jamak dan halal. Tapi tidakkah semua kemudahan itu semestinya berkorelasi positif dengan pola peliputan oleh awak media? Apalagi ini momen kawinan. Bukan ditangkap narkoba.


Tapi sudahlah. Biasa kalau orang sedang di awang-awang. Alay bin lebay juga meraja, seperti tagar #haripatahhati nasional.Oalah. Jangan terlalu membesar-besarkan sesuatu yang belum terbukti. Nanti malah hidung Raisa tambah mekar, dan ujung-ujungnya, belagak seperti puteri kerajaan Inggris. Menganggap diri bintang besar, dus pantas diperlakukan serba eksklusif. Sakit lho jatuhnya kalau kita terlalu diangkat-angkat. Jebret…


 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top