753 
Tawarkan perawan dan perjaka, ini cara pendiri Nikahsirricom raup untung

Tawarkan perawan dan perjaka, ini cara pendiri Nikahsirricom raup untung

Penulis: Cahyo

Beritahati.com, Jakarta – Subdit Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menangkap Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com yang menawarkan nikah siri dan melelang keperawanan dan keperjakaan.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Adi Deriyan mengatakan, motif pemilik situs nikahsirri.com murni semata-mata untuk mencari keuntungan. Hal tersebut setelah dilihat adanya perputaran uang dibisnis esek-eseknya.


Adi Derian menambahkan, dalam situs ini, ada dua jenis status jika ingin bergabung di situs yang melelang keperawanan tersebut.


“Ada yang namanya klien, ada yang namanya mitra,” kata Adi saat rilis kasus di halaman gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Minggu, (24/9).


Adi menjelaskan, klien adalah orang-orang yang ingin menggunakan situs tersebut untuk bisa mendapatkan gadis perawan/perjaka incarannya. Sedangkan mitra adalah orang-orang yang mendaftarkan dirinya dan siap dijadikan istri siri atau suami siri.


Adi menambahkan, untuk klien atau pengunjung yang ingin bergabung ke dalam situs lelang perawan dan perjaka tersebut diwajibkan membayar uang Rp 100 ribu kepada pembuat sistem.


Setelah itu, mereka baru akan diberikan username dan password untuk bisa masuk dan mengakses mitra yang siap dijadikan suami atau istri, penghulu, atau saksi.


Sedangkan untuk menjadi mitra, tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi hanya menyatakan siap untuk dinikahi, dijadikan penghulu, atau saksi.


Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, lanjut Adi, sudah ada 2700 kien yang bergabung ke situs nikahsirri.com.


“Sudah ada 2700 klien yang masuk ke situs itu setelah di launching tanggal 19 September kemarin,” ungkapnya.


Bagi para klien yang berminat untuk meminang mitra dalam situs tersebut harus membeli mahar berupa koin yang jika dirupiahkan per satu koin dihargai Rp 100 ribu. Besarnya koin yang harus dibayar ditentukan oleh mitra sendiri.


“Setelah masuk, mereka (klien) bisa mendapat akses untuk melihat mitra, wanita-wanita dengan token berbagai macam, ada yang menilai dirinya dengan nilai 200 koin, ada 300 koin, atau berapa koin,” kata dia.


Dari total harga koin yang harus dibayar oleh klien untuk meminang mitra, penyelenggara akan mendapatkan keuntungan sebanyak 20 persen.


“Si penyelenggara, pemilik situs dapat 20 persen, setiap transaksi pembelian token tersebut. Setiap transaksi mitra dapat 80 persen. Beli koin, dengan cara transfer, setiap koin harganya Rp 100 ribu,” tutur Adi.


“Keuntungan, yang masuk sudah Rp 5 juta ke dalam transaksi tabungannya. Sejak launching. Dia (tersangka) belum bisa menentukan siapa saja klien yang sudah transaksi,” tandasnya.


Diberitakan sebelumnya, Agus Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana ITE dan atau Pornografi dan atau Perlindungan Anak dan atau Penyedia Jasa, Minggu, (24/9/2017) dini hari di kediamannya di Jalan Manggis, No A91 RT 01/10, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, saat tengah tertidur.


Dari rumah tersangka polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya laptop, 4 topi berwarna Hitam bertuliskan “PARTAI PONSEL”, 2 kaos berwarna putih bertuliskan “Virgins Wanted”, dan 1 spanduk hitam bertuliskan “Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political”.


AW dikenakan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top