Beritahati.com, Palembang - Kabar gembira kali ini datang dari Palembang, "Wong kito" Alex Noerdin, gubernur Sumatera Selatan menjadi salah satu dari tujuh gubernur Indonesia yang masuk nominator penilaian pemberian penghargaan kepemimpinan kepala daerah (Leadership Award) dari Kementerian Dalam Negeri Tahun 2017. Pemberian penghargaan itu nantinya akan diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada akhir November 2017.


Alex Noerdin ketika menerima dan wawancara anggota tim independen penilaian "Leadership Award" 2017 Kemendagri, Aat Surya Safaat di Palembang, kemarin, mengatakan penilaian tim independen terhadap Sumatera Selatan boleh membandingkan kemajuannya dengan enam provinsi yang masuk nominasi itu.


"Yang jelas saya pada 2014 menerima penghargaan Bintang Mahaputra yaitu sebuah pemberiaan tanda kehormatan bagi mereka yang berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara yang diakui secara nasional dan internasional," katanya.


Alex dalam pertemuan itu juga memaparkan berbagai kemajuan pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan penyelenggaraan kegiatan olahraga internasional di Sumsel.


Sumsel sebagai tuan penyelengaraan kegiatan olahraga bertaraf internasional sudah puluhan kali, mulai dari SEA Games, POM Asean, MTQ Internasional, kegiatan olahraga negara-negara Islam (ISG), serta pada 2018 akan menjadi tuan rumah bersama DKI Jakarta dalam penyelenggaraan Asian Games.


"Kami sebagai tuan rumah Asian Games 2018 telah siap, karena kawasan olahraga Jakabaring Palembang sudah hampir semua rampung dalam kelengkapan fasilitas pertandingan dan lomba, termasuk rel kereta api ringan (LRT) yang kini sedang dibangun ditargetkan rampung sebelum Asian Games," ujarnya.


Sedangkan dalam pembangunan ekonomi makro dan mikro terutama dalam pengembangan swasembada pangan, Sumsel akan mengembangkan 500.000 Ha sawah di lahan rawa lebak dan irigasi yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian.


Ia menjelaskan, pengembangan sawah rawa lebak itu dengan target produksi beras 8 ton per Ha, sehingga Sumsel nantinya bisa menghasilkan 3,9 juta ton dari areal tersebut. Artinya Sumsel nantinya bisa menyumbangkan cukup besar untuk kebutuhan nasional sehingga Indonesia tidak lagi mengimpor beras.


"Saya keliling dunia ke 15 negara itu juga sebagai pembicara pada seminar-seminar internasional di bidang lingkungan hidup dan ekonomi," katanya.


Menurut dia, hubungan ke luar itu harus dilakukan kepala daerah agar investasi asing bisa masuk ke daerah untuk mengembangkan berbagai potensi. Sumsel dalam beberapa tahun ini juga sedang mengembangkan kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin bekerja sama dengan sejumlah investor asing.


"Sumsel ini sebelumnya biasa-biasa saja tapi kini sudah menjadi daerah luar biasa dalam pertumbuhannya. APBD Sumsel kini telah mencapai Rp8,7 triliun, sedangkan dana APBN yang masuk ke Sumsel dalam pembangunan infrastruktur mencapai Rp68,2 triliun," katanya.


Tujuh kepala daerah (Gubernur) yang masuk nominasi dalam penilaian tim itu adalah Gubernur Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY Jogyakarta, Kaltim, dan NTB.