Pemuda inovatif siapkan 'Mama Papua' produksi aneka olahan ubi jalar

Pemuda inovatif siapkan 'Mama Papua' produksi aneka olahan ubi jalar
Ubi jalar khas Papua (Foto : Istimewa)
Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Program yang diinisiasi oleh Bhaskara Anggarda dan Albert Tulak ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan “Mama Papua” yang tinggal di Desa Jagara, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua.


Keterampilan tersebut berupa pengolahan ubi jalar menjadi aneka jenis olahan produk yang variatif, inovatif dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Melalui program ini, Bhaskara dan Albert ingin berkontribusi untuk memberdayakan para mama tersebut secara ekonomi.

Kampung Jagara di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, memiliki lahan pertanian seluas 759.050 Ha dimana hampir sebagian tanah pertaniannya ditanami Ubi Jalar sebagai produk pertanian lokal. Dengan potensi pertanian yang melimpah ini, mayoritas penduduk Kampung Jagara bermata pencaharian sebagai petani.


Meski potensi pertaniannya sangat tinggi, namun masyarakat setempat menghadapi kesulitan dalam mengembangkan inovasi pertanian. Terlebih karena tingkat pendidikan mereka umumnya hanya tamat SD dan bahkan tidak sedikit pula yang tidak sempat mengenyam pendidikan sama sekali.

Meski demikian, masyarakat kampung sudah memiliki modal sosial yang sangat kuat dimana mereka menjunjung tinggi nilai gotong royong. Kaum pria umumnya bekerja mengolah tanah sebelum musim tanam tiba, sedangkan kaum wanita “Mama Papua” yang akan melanjutkannya dengan menanam, merawat, panen, hingga menjual hasil panen kebun ke pasar terdekat.


Walau Kampung Jagara memiliki hasil perkebunan yang cukup baik, akan tetapi pengelolaan hasil panen mereka belum inovatif, masih sebatas olahan tradisional atau dijual mentah ke pasar terdekat. Sebagai contoh, hasil panen ubi jalar hanya digoreng dan dikukus untuk ditawarkan ke pelanggan. Padahal, ubi jalar dapat dikembangkan menjadi aneka olahan yang memiliki rasa, bentuk yang menarik dan bernilai gizi tinggi.


Oleh karena itu perlu dilakukan upaya yang dapat membantu warga masyarakat khususnya kaum perempuan “Mama Papua” agar memiliki keterampilan untuk membantu perekonomian keluarga dengan diversifikasi produk ubi jalar.




Pada dasarnya, potensi ekonomi di Kampung Jagara sangat tinggi. Kampung Jagara terletak di sekitar kawasan wisata Kabupaten Jayawijaya, dan memiliki tujuan wisata indah seperti air terjun Walesi, lokasi Festival Lembah Baliem Wamena, dan padang rumput merah yang sangat membutuhkan perhatian dan dapat menjadi kesempatan untuk menjual berbagai jajanan yang menarik bagi wisatawan.


Namun hingga saat ini belum muncul jajanan khas setempat dengan memiliki merek dagang (brand) yang layak sebagai ikon oleh-oleh lokal. Guna mengoptimalkan kesempatan ini, Bhaskara dan Albert berencana untuk menggandeng pemerintah Bandara Wamena, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan serta Koperasi Kabupaten Jayawijaya untuk mendukung kegiatan promosi oleh-oleh lokal.


Diversikasi produk olahan ubi jalar di Kampung Jagara akan menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Produk olahan yang akan dibuat adalah puding ubi jalar, tepung ubi jalar, mie ubi jalar, es krim ubi jalar, brownies kukus ubi jalar dan keripik ubi jalar.

Ke depannya, target jangka panjang dari program ini adalah melakukan sosialisasi pemanfaatan ubi jalar kepada masyarakat Papua. Hal ini mengingat ubi jalar merupakan sumber bahan makanan pokok masyarakat Papua yang sudah dikonsumsi secara turun menurun.


Pergeseran budaya konsumsi pangan ubi jalar menjadi beras sangat mengkhawatirkan di masa mendatang. Terutama apabila konsumsi beras semakin meningkat sedangkan konsumsi pangan lokal cenderung menurun. Berdasarkan kepedulian itu pula, tim ini merasa penting untuk melakukan sosialisasi pemanfaatan dan pelestarian ubi jalar agar masyarakat Papua dapat kembali mengonsumsi pangan lokal.


Bhaskara Anggarda dan Albert Tulak Pemenang Small Grant Competition “Seeds for Change”

“Pemberdayaan Mama Papua melaluai Diversifikasi Produk Olahan Pangan Lokal Ubi Jalar” Kampung Jagara, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua”

Adalah kelompok pemuda yang berhasil memenangkan kompetisi berkat ide mereka yang inovatif sesuai dengan tiga tema utama FYI yaitu: ide terkait promosi diet sehat dan gaya hidup sehat, melahirkan ide usaha sosial untuk mendukung pola makan sehat yang memperhatikan aspek lingkungan, atau ide-ide terkait manajemen pengelolaan sampah makanan.


Tim ini telah berhasil lolos dari seleksi ketat dewan juri yang melihat bahwa ide tersebut dapat diimplementasikan kepada target yang tepat, mendorong kolaborasi berbagai pihak, memberikan dampak yang nyata, serta dapat direplikasi di daerah lain di masa mendatang.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top