Ini pelanggaran yang difokuskan petugas dalam Operasi Zebra 2017

Ini pelanggaran yang difokuskan petugas dalam Operasi Zebra 2017

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai 1-14 November ini menggelar Operasi Zebra di seluruh Indonesia. Mereka bakal represif atau langsung melakukan tindakan tegas kepada pengendara yang melanggar aturan berkendara.


Ada sejumlah pelanggaran yang bakal ditindak tegas nantinya untuk memberi efek jera, yakni berboncengan atau membawa muatan berlebihan, melawan arus lalu lintas, tidak menggunakan atau lupa mengenakan seat belt (sabuk pengaman), tidak mengenakan helm, menerobos lampu merah, tidak memperhatikan keamanan kendaraan seperti rem, lampu spion, dan lain sebagainya. Semua pelanggaran itu dianggap selama ini menjadi penyebab atau berpotensi menyebebkan kecelakaan lalu lintas.


Sesuai data kepolisian, pada periode 2015-2016, angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas turun 35 persen. Dan dengan Operasi Zebra 2017, diharapkan penurunannya bisa bertambah sekitar 10-20 persen, sehingga menjadi 45-55 persen.


Kemudian karena sedang maraknya penggunaan rotator pada kendaraan pribadi, pemakaian sirine yang bukan haknya, dua hal ini juga menjadi titik fokus petugas dalam Operasi Zebra 2017. Sekali lagi polisi akan represif juga untuk pelanggaran ini, tilang langsung dan penyitaan kendaraan bakal diterapkan.


"Sepanjang masih bisa diperingati, akan diperingatkan. Kalau memang sudah saatnya ditilang ya ditilang. Tilang pun ada dua bentuk, pertama tilang barang bukti surat-surat sepanjang terlihat komunikatif. Apabila sudah melampaui batas, masih belum jera, barang buktinya adalah rotator itu sendiri. Kalau alat itu susah dilepas ya sudah, berarti kendaraannya kita sita. Kendaraan sebagai barang bukti penilangan," papar Kepala Korlantas Polri Irjen Roycke Lumowa seusai gelar pasukan di lapangan NTMC Korlantas Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (1/11).

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top