Beritahati.com, Jakarta - Potensi gerakan separatisme di Indonesia terbilang kecil. Meski demikian, keadaan tersebut tak bisa dipandang sebelah mata karena banyak negara yang mengintai untuk memanfaatkan itu.

Tak cukup sampai disitu, sesuai perkembangan dinamika global, regional, hingga nasional, mengisyaratkan tantangan yang lebih kompleks bagi pertahanan Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

"Separatisme ini kecil, tapi digosok-gosok oleh negara lain untuk merongrong, jadinya besar. Jadi gosip, makin digosok makin sip. Ini kita harus pandai, khususnya dalam menjaga kedalautan dan keutuhan NKRI," tutur Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu dalam pembukaan Institut Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10).

Oleh karena itu, menurut Ryamizard, penguatan institusi TNI beserta alutsista yang menyesuaikan perkembangan serta tantangan global adalah sangat mutlak dilakukan. Untuk peralatan perang yang sudah termakan usia harus diganti dengan membeli alutsista baru.

"Tapi tidak jor-joran, hanya untuk menunjukkan kita punya senjata," sambungnya.

Menutup pernyataannya, Ryamizard mengungkapkan sekaligus mengingatkan bahwa tantangan nyata yang harus dihadapi Indonesia di depan mata saat ini adalah bahaya terorisme dan radikalisme, yang dapat terjadi sewaktu-waktu.