Sederet makna dan simbol prosesi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution

Sederet makna dan simbol prosesi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution

Penulis: Cahyo

Beritahati.com, Solo – Pernikahan Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution digelar Rabu (8/11) besok. Namun, prosesi sakral itu sudah dimulai sejak Senin (6/11). Prosesi yang dimulai pada hari Senin sore kemarin yakni pengajian kediaman Jokowi di Banjarsari, Surakarta.


Hari ini, Selasa (7/11) akan dilanjutkan dengan pemasangan Bleketepe (anyaman daun kelapa) yang harus dilakukan sendiri oleh bapak pengantin wanita, yakni Jokowi.


“Jika menurut tata cara (Jawa), Pak Jokowi sendiri yang akan memasang Bleketepe dibantu Ibu Iriana Jokowi,” terang Koordinator Media Center Pernikahan Kahiyang-Bobby, Quirinto Edhi.


Pemasangan Bleketepe itu sendiri dilakukan di teras rumah dekat pintu utama. Tradisi pemasangan Blaketepe ini sendiri memiliki simbol sebagai atap atau peneduh resepsi manten (pengantin).


“Tatacara ini menjadi perlambang gotong-royong kedua orangtua yang menjadi pengayom keluarga dilanjutkan upacara siraman,” terang Sejarawan Kota Solo, Heri Priyatmoko dikutip TribunNews.


Sementara, upacara Siraman sendiri bermakna memandikan calon mempelai yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin.


Dalam prosesi ini, calon pengantin memohon doa restu kepada kedua orangtuanya.


Calon pengantin pria dan wanita duduk di atas tikar pandan dan disiram para pinisepuh, orangtua dan orang lain yang ditunjuk keluarga.


Kemudian dilanjutkan dengan Sade Dawet atau jualan dawet yang dilakukan oleh kedua orangtua pengantin putri dengan Iriana Jokowi sebagai penjualnya dengan dipayungi oleh Jokowi.


Sedangkan, para pembelinya tidak lain adalah para tamu yang hadir. Uniknya, alat tukar yang dipakai bukan uang, melainkan pecahan genting.


“Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia sejatinya dimulai dan ‘dinafkahi’ dari bumi,” jelas Heri.


Prosesi lantas dilanjutkan dengan dilakukan Paningset, yakni berbagai barang seserahan dari pihak pria kepada wanita.


Itu merupakan simbol kesanggupan seorang lelaki dalam mencukupi kebutuhan calon istri dan keluarganya kelak yang disambung dengan prosesi Midodareni yang dilakukan oleh Kahiyang.


“Upacara adat Midodaren berarti menjadikan sang mempelai wanita secantik dewi,” kata Heri.


Dalam proses ini, Jokowi dan Iriana akan memberi dan menyuapi makan Kahiyang untuk terakhir kalinya. Sebab besok, ia sepenuhnya sudah menjadi tanggungjawab Bobby sebagai suami.


Sebagai acara puncak, akan dilakukan ijab kabul pada Rabu (8/11) di Gedung Graha Saba Buwana, Jalan Letjen Suprapto 80 B, Banjarsari, Solo pada pukul 08.00 wib.


Namun, prosesi bukan berarti berakhir, sebab masih ada beberapa prosesi lain yakni, Panggih.

Panggih sendiri terdiri dari beberapa tahapan. Di antaranya, Liron Kembar Mayang atau saling menukar Kembang Mayang.


Arti dan tujuannya adalah menjadi simbol bersatunya cipta, rasa dan karsa pengantin demi kebahagiaan dan keselamatan dunia-akhirat.


Lalu, ada Ngidak endhog. Yakni saat Bobby menginjak telur ayam yang lalu kakinya dibersihkan Kahiyang.


Prosesi ini sebagai lambang seksual kedua pengantin telah pecah pamornya.


Baru setelah itu, mempelai kemudian diantar untuk duduk di sasana Riengga yang kemudian ditutup dengan dua kali resepsi, yakni resepsi pagi dan siang.


Berdasarkan jadwal, pernikahan akan dijadwalkan mulai pukul 10.30-11.30 WIB dan pukul 12.00-13.00 WIB. Sedangkan resepsi malam hari dimulai pukul 18.30-19.30 WIB dan pukul 20.00-21.00 WIB.


 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top