Kabar gembira, gaji RT jadi Rp 2 juta dan RW Rp 2,5 juta per bulan

Kabar gembira, gaji RT jadi Rp 2 juta dan RW Rp 2,5 juta per bulan

Reporter : Andrew Tito

Beritahati.com, Jakarta - DPRD Komisi A DKI Jakarta akhirnya menyetujui rencana kenaikan dana oeprasional untuk pejabat sipil Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara ( KUA-PPAS) tahun 2018 mendatang. Kenaikan dana operasional ini akan berlaku pada tahun depan atau 2018 mendatang.


Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarif, mengatakan saat ini RT bergaji 1,5 juta perbulannya, dan RW 2 j?uta, di harapkan akan ada peningkatan pelayanan masyarakat.


"Ini kabar gembira untuk yang menjabat sebagai RT dan RW," ujar Syarif di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih Jakarta Pusat, Kamis (9/11).


Syarif menambahkan kenaikan dana operasional ini mengikuti pola kenaikan dana RT RW pada tahun lalu,yang saat itu di naikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, yakni sebesar Rp 500 ribu, untuk setiap jabatan Ketua RT dan RW.


"Tahun depan juga akan dinaikan Rp 500 ribu. Jadi RT Rp 2 juta dan RW Rp 2,5 juta. Laporan pertanggung jawabannya juga tetap sama menggunakan sistem yang lama," tambahnya.


Kendati demikian, Syarif mengatakan seharusnya gaji RT dan RW disearagamkan dengan Upah Minimun Provinsi (UMP).


"Kami akan menyicil dengan tahap per tahun hingga penghasilan RT dan RW sama dengan UMP," ungkapnya.


Selain menaikan dana operasional RT dan RW, Syarif juga mengatakan tunjangan besar untuk jumantik juga ditambah. Dari sebelumnya Rp 500 ribu dinaikan menjadi Rp 700 ribu, tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) juga akan diupayakan mendapatkan dana operasional.


Sebab, selam ini petugas PKK, tidak pernah mendapatkan dana operasional.


"Untuk petugas PKK), tahun depan Syarif akan diusahakan mendapat dana oprasional sebesar Rp 500 ribu untuk masing masing anggota PKK," imbuhnya.


Sementara gaji RT RW tetap tidak akan turun dalam perbulannya, dana operasional RT RW akan turun dalam kurun waktu tetap seperti dulu yakni 3 bulan sekali.


"Dalam tiga bulan sekali turun, untuk RT jadi Rp 6 juta dan RW 7,5 juta," tutup Syarif.


(Editor : Cahyo)

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top