Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP

Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - KPK resmi mengumumkan Ketua DPR sekaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP untuk kedua kalinya. Pada penetapan tersangka yang pertama, Setnov berhasil lolos lewat praperadilan.

KPK telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN (Setya Novanto), anggota DPR RI, bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto, diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi melaui proyek e-KTP. 

Sebelumnya, pada Juli 2017, KPK pernah menetapkan Novanto sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Novanto mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dan hakim tunggal Cepi Iskandar mengabulkan sebagian permohonan Novanto sehingga status tersangkanya gugur. 

Namun begitu, KPK kembali mengatur strategi. Proses penyelidikan diulangi dari awal untuk menjerat Novanto. Saut Situmorang membeberkan lebih lanjut, KPK sudah mempelajari putusan praperadilan serta peraturan perundang-undangan lainnya sebelum akhirnya menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka.

"SN dijerat Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/11).

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top