Vape berujung narkoba, Pengenaan cukai rokok elektrik sudah tepat !

Vape berujung narkoba, Pengenaan cukai rokok elektrik sudah tepat !
Rokok elektrik dan liquid (Foto ilustrasi : Istimewa)
Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Keputusan pengenaan cukai untuk cairan rokok elektrik sebesar 57 persen dari harga jual eceran pada Juli 2018, disambut baik oleh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Hal ini dikarenakan penggunaan rokok elektrik rentan disalahgunakan dan menjadi pintu masuk terhadap konsumsi rokok konvensional.


"Adanya cukai rokok ini sangat kami apresiasi, mengingat akhir-akhir ini trend rokok elektrik bagi kalangan anak-anak juga mulai ramai," ujar Deputi bidang Koordinasi Perlindungan Anak dan Perempuan Kemenko PMK, Sujatmiko di Jakarta.


Sebelumnya, keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menetapkan cukai 57 persen pada rokok elektrik dikarenakan bahan dasar rokok elektrik adalah cairan yang berasal dari tembakau. Sehingga hal tersebut merupakan obyek dari Undang-Undang cukai yang konsumsinya harus ada pembatasan.


Di lain sisi, Sujatmiko melihat penggunaan rokok elektrik juga memiliki potensi yang cukup besar terhadap penyebaran narkoba pada cairan (liquid) yang digunakan sebagai bahan utama dalam penggunaan vape.


"Untuk itu, selain menerapkan cukai pada rokok elektrik ini, perlu diadakan pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, dan Badan Nakotika Nasional terhadap penjualannya, liquidnya, dan perlu juga diawasi konten atau kandungannya," tutur Sujatmiko.


Rentannya penyalahgunaan rokok elektrik tersebut membuat khawatir, mengingat banyak anak-anak saat ini mulai ikut-ikutan trend rokok elektrik. Seluruh komponen masyarakat, swasta, maupun pemerintah perlu bersama-sama mengantisipasi hal tersebut. Jangan sampai rokok elektrik dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan yang membahayakan masa depan anak kecil, remaja, hingga pemuda.


Untuk menindaklanjuti atas kebijakan pengenaan cukai untuk rokok elektrik, Kemenko PMK akan melakukan pertemuan yang melibatkan Kementerian dan Lembaga lintas sektoral untuk melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan rokok elektrik, terutama untuk melindungi anak-anak.


Selain itu, Kemenko PMK menekankan gaya hidup sehat itu yang lebih penting daripada hanya ikut-ikutan trend rokok elektrik. Meskipun rokok elektrik dipercaya tidak lebih berbahaya daripada rokok tembakau, tetapi penggunaannya akan memberikan pengaruh untuk mencoba pada hal-hal yang lebih berbahaya, seperti rokok konvensional atau bahkan narkoba. Dan ini harus dicegah !


Terakhir, Sujatmiko berharap anak-anak yang menjadi aset bangsa bisa benar-benar dilindungi dengan penuh pengawasan. Baik oleh orang tua, guru, masyarakat, semua bersama-sama menyelamatkan anak-anak dari bahaya rokok dan narkoba.


"Masa depan negara ini ada ditangan anak muda, sehingga mereka harus belajar yang baik dan menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak baik. Sehingga nantinya mereka betul-betul bisa tumbuh, berkembang lalu menjadi harapan orang tua dan bangsa," tutupnya.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top