Gerakan Indonesia Tertib, Masyarakat harus sadar aturan di jalanan

Gerakan Indonesia Tertib, Masyarakat harus sadar aturan di jalanan
Masyarakat tidak tertib lalu lintas (Foto ilustrasi : Istimewa)
Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudaan (Kemenko PMK) mendukung penuh upaya penertiban lalu lintas oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam Operasi Zebra 2017 selama 14 hari, mulai 1 sampai 14 November 2017.


“Eskalasi pelanggaran lalu lintas saat ini masih sangat fluktuatif, harus ada tindakan tegas untuk memberikan efek jera bagi pengendara,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, di Jakarta.


Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra melaporkan,selama 6 hari gelar operasi saja, jumlah kendaraan yang ditilang sebanyak 55.447, sedangkan pada 2016 sebanyak 37.065. Data ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih sangat kurang. Sehingga, Nyoman sangat mengapresiasi operasi zebra karena merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Tertib (GIT).


Menurut Nyoman, adanya pelanggaran lalu lintas disebabkan mental pengendara yang tidak sabaran dan tidak peduli dengan aturan. Padahal banyak pengemudi motor ataupun mobil adalah orang yang paham aturan tetapi tetap saja melangar, contohnya melawan arus.


“Mereka yang melanggar bukanlah orang yang buta huruf, kadangkala ada mobil pejabat melanggar lampu merah. Itu bukan orang yang buta huruf. Inilah kenapa kesadaran berlalu lintas harus dibangun bersama-sama baik dari kalangan bawah, aparatur, pejabat, sampai para tokoh,” tutur Nyoman.


Saat ini, kecelakaan di jalan raya masih terbilang sebagai mesin "pembunuh" yang mengerikan. Hal ini tentu mengambil perhatian pejabat PMK untuk mengingatkan kembali agar MASYARAKAT HARUS SADAR lalu bersama-sama membangun kesadaran itu dengan menerapkan nilai-nilai revolusi mental, salah satunya menuju Gerakan Indonesia Tertib.


“Tertib itu intinya dari diri kita sendiri, secara sadar kita tidak melakukan pelanggaran. Saya yakin jika ini bisa dilakukan dari diri sendiri, maka akan menular ke orang lain," jelas Nyoman.


Kemenko PMK dalam mendukung upaya Korlantas Polri untuk mewujudkan masyarakat yang tertib lalu lintas telah melakukan langkah koordinasi dengan beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait khususnya dalam optimalisasi gugus tugas nasional di beberapa provinsi.


Nyoman mengaku bahwa saat ini upaya untuk menanamkan nilai-nilai revolusi mental di masyarakat tidaklah mudah. Membutuhkan proses yang panjang dan dukungan dari berbagai pihak. Karenanya, ia menginginkan masyarakat secara luas lebih sabar dan sadar ketika di jalan raya.


“Mari kita lebih tertib ketika berlalu lintas. Peralatan dan aksesoris yang ada di mobil atau motor jangan sampai dilepas. Sabar di jalan, menghargai orang lain di jalan, saling menghormati di jalan, maka Gerakan Indonesia Tertib akan mampu menekan angka kecelakaan di jalan raya,” tandasnya.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top