2278 
Ketum PTPI : Gengsi profesi sampai keterampilan dan kesejahteraan anggota

Ketum PTPI : Gengsi profesi sampai keterampilan dan kesejahteraan anggota
(kanan) Ketua Umum PTPI Syafrul Setia Bakti, (kiri) Wakil Ketua Umum PTPI Adriyanto Prianggodo (Foto : Beritahati)
Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Dalam Musyawarah Nasional pertama kali mulai 11-12 November 2017, Ikatan Tehnisi Ponsel Indonesia, yang sudah kurang lebih 10 tahun belakangan aktif di kalangan para tehnisi ponsel, akhirnya disepakati menjadi sebuah organisasi besar dengan nama Persatuan Tehnisi Ponsel Indonesia (PTPI).


Sesuai hasil Munas 11 November 2017, terpilih kepengurusan PTPI 2017/2022 dengan Ketua Umum (Ketum) seorang tehnisi senior Syafrul Setia Bakti. Seusai pemilihan, Beritahati mendapat kesempatan berbincang mengenai masa depan PTPI di era kepemimpinan Syafrul sampai lima tahun mendatang :



Sebenarnya apa saja hal-hal yang mendasari pembentukan Persatuan Tehnisi Ponsel Indonesia atau disingkat PTPI ini ?


"Sebenarnya kami sudah ada sejak 10 tahun yang lalu dan dibuat struktur resmi seperti ini karena memang sangat diperlukan, untuk apa? pertama, untuk mengangkat kesan tehnisi ponsel di mata masyarakat yang masih dipandang sebelah mata. Padahal kita ini sejatinya setara dengan tenaga ahli, nah itulah dasar awal mengapa PTPI harus hadir."



Lalu dasar pemikiran berikutnya?


"Begini, mengapa profesi sebagai tehnisi ponsel dipandang sebelah mata? Karena kami tidak terorganisir dengan baik. Nah dengan sudah terorganisir seperti ini, diharapkan ke depannya bisa meningkatkan kesan atau image mereka yang menggeluti profesi sebagai tehnisi ponsel.



Dengan dasar-dasar pemikiran seperti itu, sebenarnya poin apa yang ingin dicapai selain menaikkan kesan di mata masyarakat?


"Setelah terorganisir, kami bisa perlahan menyejahterahkan diri maupun seluruh anggota. Banyak sebenarnya poin yang ingin dicapai tapi kesejahteraan adalah inti yang sebenarnya."



Apakah anda yakin akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan?


"Saya yakin dan memang sudah jelas akan berdampak pada kesejahteraan, karena dari program-program organisasi salah satunya adalah pemerataan keterampilan atau workshop yang akan dilaksanakan di seluruh Indonesia."



Bagaimana cara anda dan rekan-rekan pengurus menjalankan pemerataan keterampilan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan?


"Awalnya kami mendata dulu berapa jumlah pengangguran yang ada di setiap daerah yang bakal kami buka workshop pemerataan keterampilan tersebut. Dengan begitu, baik mereka yang memang berpfofesi sebagai tehnisi ponsel maupun masyarakat yang sedang tidak ada pekerjaan bisa ikut di dalamnya. Tujuannya bagi tehnisi, workshop meningkatkan kemampuan mereka dalam memperbaiki ponsel. Sedangkan bagi para pengangguran, workshop kami memberi keterampilan untuk mulai membuka usaha di bidang jasa perbaikan ponsel. Artinya, kami juga membuka kesempatan bagi mereka yang menganggur untuk belajar sekaligus menjadikan profesi tehnisi ponsel sebagai pekerjaan dalam mencari nafkah hingga mencapai kesejahteraan yang mereka inginkan."



Sebagai Ketua Umum dan pemimpin, apa harapan anda ke depan secara pribadi terhadap PTPI?


"Harapan tidak muluk-muluk, yaitu fokus dulu secara internal, yakni memperbaiki struktur organisasi disamping itu secara perlahan meningkatkan kemampuan atau keterampilan semua anggota kami di seluruh Indonesia beserta masyarakat di sekitarnya. Kami ingin profesi ini menjamin kesejahteraan para pelakunya, dan jika mulai menampakkan hasil barulah kita bicara mengenai kontribusi yang lebih besar lagi yaitu kepada bangsa dan negara."



Sejauh ini sudah berapa anggota PTPI?


"Dari yang ikut munas saja ada 300 orang tehnisi ponsel dari seluruh Indonesia. Akan tetapi kalau dari mereka yang sudah mendaftar secara online sebagai anggota itu mencapai 30.000 anggota. Mereka semua inilah yang bakal kami koordinir dengan baik ke depannya nanti. Salah satunya memperbaiki perilaku buruk oknum-oknum tehnisi tidak berkompeten yang merugikan masyarakat dalam menjalankan pekerjaan mereka. Semua kami perbaiki, beri pelajaran menambah keterampilan, agar mereka bisa kembali ke masyarakat melanjutkan pekerjaannya lebih baik dari sebelumnya."



 


Apa rencana jangka panjang yang sedang disiapkan PTPI bagi seluruh anggota?


"Jangka panjangnya, seperti yang sudah saya katakan di awal tadi, tidak neko-neko, saya ingin organisasi ini bisa lebih berkembang, lebih terstruktur dengan baik, program kerjanya semakin terarah, pokoknya tidak kalah dengan organisasi profesi lainnya."



Apakah ada rencana menjalin kerja sama dengan institusi pemerintah?


"Sementara ini kami masih bergerak secara internal dulu dan belum menjalin kerja sama dengan institusi pemerintah manapun. Tapi setelah Munas ini kami berencana mengurus legalitas PTPI sebagai persiapan jika suatu saat nanti bisa bersinergi dengan program-program kerakyatan milik pemerintah."



Kalau boleh tahu, berapa sih total aset PTPI? Dan apakah kepemilikannya bersama-sama atau perorangan?


Total aset kami masih dilihat jumlah pastinya karena berbentuk unit kerja usaha milik bersama yang melayani anggota maupun masyarakat pada umumnya. Akan terus dikembangkan tapi harus didata dulu jumlah start awalnya terhitung mulai berdiri hingga Munas 11-12 November ini. Tujuan pengembangan sudah pasti untuk kelangsungan hidup PTPI beserta seluruh anggota di dalamnya.



Bagi para tehnisi ponsel yang belum bergabung dengan PTPI, langkah apa yang akan diambil untuk mereka?


Bagi mereka yang belum bisa bergabung, pada dasarn tidak bisa dipaksakan. Artinya kami akan bekerja memperlihatkan hasil dulu, benar gak ini membawa kesejahteraan? Jika mereka sudah melihat buktinya, pasti tidak perlu repot-repot meminta mereka untuk bergabung. Silakan nilai sendiri apa untungnya ikut bersama kami, baru setelah itu mereka bisa mengambil keputusan. Proses seperti itu yang saya kedepankan bagi mereka yang belum bergabung."



Terakhir, tehnisi ponsel di indonesia kabarnya inovatif, kalau benar ada gak contohnya?


"Ada dong, kita punya seorang programmer yang selama kurang lebih lima tahun menekuni dunia tehnisi ponsel, sekarang sudah menciptakan sebuah produk yang dipasarkan ke seluruh dunia, bahkan bisa dikatakan produk buatannya paling baik serta banyak digunakan oleh tehnisi ponsel seluruh dunia dalam hal reparasi baik itu software maupun berkenaan dengan hardware."

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top