Mengenal keunikan kopi arabika Nusantara

Mengenal keunikan kopi arabika Nusantara

Penulis: Fariana

Beritahati.com, Jakarta - Kopi, si hitam yang selalu dirindukan. Lewat secangkir seduhan biji hitam ini, orang dapat berlama-lama berbincang atau sekadar menghabiskan waktu di kedai kopi modern atau warung kopi sederhana.


Kopi yang ternyata termasuk dalam jenis buah-buahan dan bernama latin coffea ini memiliki 3 jenis buah, yaitu kopi arabika (coffea arabica), kopi robusta (coffea canephora), dan kopi liberika (coffea liberica). Di antara ketiga jenis kopi tersebut, kopi robusta dan kopi arabika lah yang paling banyak ditanam oleh para petani kopi. Maka wajar jika dua jenis kopi ini yang paling banyak diminati oleh penikmatnya.


Terdapat perbedaan di antara kopi arabika dan kopi robusta. Dari segi biji kopinya, kopi arabika memiliki garis tengah yang bergerigi atau bergelombang, sedangkan kopi robusta memiliki garis tengah yang cenderung lurus. Namun untuk rasa, rasa kopi robusta lebih pahit dan terasa aroma kopinya dibandingkan dengan kopi arabika yang cenderung asam dengan aroma yang tidak terlalu kuat.


Kepopuleran rasa dan aroma kopi arabika menjadikan tiga jenis kopi di bawah ini begitu menggema di Nusantara. Intip lebih jauh tga jenis kopi arabika asli Nusantara ini yang memiliki karakteristik unik dibandingkan kopi arabika lainnya.


Kopi Gunung Naringin


Sesuai dengan namanya, kopi ini berasal dari Gunung Naringin yang terletak di Jawa Barat. Sekilas biji kopi yang sudah digerus mengeluarkan aroma sedikit asam. Kopi jenis yang satu ini biasanya ditanam berdampingan dengan tanaman buah maupun rempah-rempahan, seperti cabai. Sebab itulah jika dicecapi lebih jauh, ada campuran asam yang berasal dari buah nanas dan turut mempengaruhi rasa kopi tersebut. Pun ada rasa manis di akhir usai menyeruput kopinya.


Kopi Malabar


Sama dengan Gunung Naringin, kopi Malabar juga berasal dari Jawa Barat, tepatnya di kawasan Gunung Malabar, Kabupaten Bandung. Tanaman biji kopi yang satu ini kerap ditanam berdampingan dengan jenis tanaman lainnya. Meskipun berasal dari kawasan yang sama, hasil kopi yang dihasilkan jauh berbeda dengan kopi arabika Gunung Naringin. Kopi Malabar memiliki rasa asam yang jauh lebih dominan dibandingkan rasa khas kopi itu sendiri. Untuk orang awam, menikmati kopi Malabar layaknya meminum air putih dengan perasan rasa asam yang berasal dari jeruk.


Kopi Toraja


Kopi Toraja adalah salah satu jenis kopi Nusantara yang paling diminati dan dikenal hingga mancanegara. Tidak jarang wisatawan yang berkunjung ke Toraja turut membawa pulang kopi Toraja bubuk kemasan sebagai buah tangan. Rasa kopi Toraja memang lebih kuat dibandingkan dua kopi di atas. Jenis kopi yang satu ini menghadirkan rasa asam dan sedikit manis di setiap cangkirnya.


Jangan lupa untuk meminum Kopi Toraja dengan cara menyeruput kopi di ujung mulut. Bayangan rasa kopi yang kuat akan terasa pecah di mulut bahkan hanya menghirup aromanya saja.


Konon, rasa asam manis serupa buah yang hadir di dalam kopi berasal dari tanaman pendamping tanaman kopi. Tanaman, yang notabene tanaman buah sampai rempah, turut menyumbangkan rasa lain di dalam seduhan kopi. Rasanya pun tidak kalah nikmat dibandingkan rasa kopi dari merek ternama asal mancanegara.


Budaya ngopi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan, kopi merupakan tanaman budaya yang begitu melekat dan mendarah daging dengan identitas masyarakatnya. Peristiwa-peristiwa penting bangsa tercipta pun dari sebuah obrolan kecil yang menghadirkan kopi di dalamnya sebagai suguhan utama. Yuk, ngopi!

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top