Pengusaha Handphone : Pengadaan spare part sampai gaji UMR teknisi ponsel

Pengusaha Handphone : Pengadaan spare part sampai gaji UMR teknisi ponsel

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Solo - Geliat profesi tehnisi ponsel di Jakarta sudah dilirik pemerintah. Hal ini dikatakan oleh Alex, seorang pengusaha toko seluler yang cukup sukses di Ibukota. Dilirik dalam arti pemerintah sudah aware bahwa ada asosiasi profesi tehnisi ponsel. Dan ke depannya, kata Alex, Persatuan Tehnisi Ponsel Indonesia (PTPI) tinggal mempercepat legalitas saja agar segera dapat bersinergi dengan program-program pemerintah, demi mencapai tujuan bersama.

"Dengan masuk menjadi anggota PTPI, bagi saya pribadi, pastinya agar lebih terwadahi dalam konteks profesi serta tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan pemerintah, sehingga bisa ada sinergi dengan program-program merakyat dari pemerintah tentunya," tutur Alex di Solo, Senin (13/11).

Sejak pertama kali menggeluti profesi tehnisi ponsel pada 2003, selama 14 tahun, Alex sudah merasakan jatuh bangun usaha handphone. Dari pengalamannya, hingga sekarang toko seluler miliknya sudah berkembang dari hanya satu toko menjadi dua, satu di Roxy dan satu lagi di ITC Cempaka Mas. Konsentrasi Alex juga tidak berubah, terus berada di jalur servis handphone, bahkan sudah berkembang menjadi Authorized Service untuk merk handphone tertentu.

"Saya merintis sebagai tehbnisi ponsel maupun toko seluler sejak 2004. Lalu sejak 2006 sampai 2011 mulai menjajaki sebagai trainer bagi para tehnisi di Jakarta. Toko mulai dipercaya sebagai authorized service merk tertentu itu sejak 2011 sampai sekarang. Intinya sih fokus saya memang pada layanan purna jual," sambung Alex.

Mengenai sistem salary tehnisi ponsel di dua toko miliknya, Alex mulai mencoba terobosan baru. Jika di tempat lain masih berupa persentase, di tempatnya dicoba dengan gaji bulanan sesuai UMR/UMP, ditambah insentive per unit ponsel yang diperbaiki.

"Dari 9 tehnisi yang ada, mereka bekerja secara shift 8 jam, dengan target 8 kasus kerusakan selesai per orang setiap harinya. Cara ini memang harus ditempuh karena tempat saya sudah berbentuk perusahaan, jadi harus mengikuti apa yang seharusnya dilakukan oleh sebuah perusahaan," imbuhnya.

Soal ketersediaan bahan baku atau spare part handphone, Alex berpendapat, sudah bagus pengadaannya di Indonesia. Walau sebelumnya memang sangat sulit karena ada kendala import, tapi sejauh ini, apalagi sejak 2010 sudah mulai berjalan bagus. Akan tetapi kadang untuk merk tertentu memang sulit didapatkan akibat menunggu masuknya barang dari luar negeri. Dan itu berarti ada kaitannya dengan impor.

"Semoga dengan adanya PTPI ini bisa membuat semuanya bisa berjalan semakin baik lagi dari sebelumnya," pungkasnya.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top