2018, ada pesantren di Amerika yang dibangun Imam besar asal Bulukumba Indonesia

2018, ada pesantren di Amerika yang dibangun Imam besar asal Bulukumba Indonesia
Imam Besar Pusat Kebudayaan Islam New York, Shamsi Ali
Reporter : Dadi

Beritahati.com, Jakarta - Imam Besar Pusat Kebudayaan Islam di New York, Shamsi Ali, yang asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, kini tengah melakukan penggalangan dana untuk membangun pesantren pertama di Amerika. Dia menjadi imam besar di mesjid terbesar di New York.


Melalui situs galang dana Kitabisa.com, dia mengajak umat islam di Indonesia turut mendukung. Tercatat telah terkumpul dana umat senilai Rp761.044.411 dari 530 orang donatur di laman Kitabisa.com/pesantrenamerika.


Rencananya, pendirian pesantren bernama "Pondok Nusantara Madani USA" itu menempati lahan seluas 7,4 hektare di negara bagian Connecticut.


Imam Shamsi mengatakan, lokasinya sangat strategis sekali karena daerah tersebut tergolong sepi. Meski akan ramai dikunjungi turis di musim panas karena terdapat danau kecil yang pemandangannya sangat indah. Sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang sekitar. Sebenarnya, diungkapkan dia, rencana pendirian pesantren di AS sudah cukup lama.


"Awalnya sejak beberapa tahun terakhir, saya bercita cita mendirikan mualaf center di Amerika Serikat untuk dijadikan pusat pengkaderan dai dan imam," kata Imam Shamsi kepada media, Selasa (14/11).


Ia menerangkan, kebetulan beberapa pekan terakhir ditawari tanah dan bangunan yang letaknya tidak jauh dari Kota New York. Hanya memerlukan waktu 100 menit dari Kota New York ke lokasi yang akan dijadikan pesantren. Ternyata, tanah dan bangunan tersebut akan dijual dengan harga yang cukup murah. Yakni seharga 750 ribu dolar AS untuk tanah seluas 7,3 hektare berikut bangunannya.


Menurutnya, harga sebesar itu termasuk cukup murah kalau di AS. Oleh karena itu segera memutuskan tanah tersebut akan dibeli untuk dijadikan pesantren. Sekarang sedang proses pengumpulan dana untuk pembelian lahan tersebut.


"Saya optimis, sekembali lagi saya ke Amerika, tanah ini akan kita beli dan kemudian kita akan melakukan perencanaan besar atau master planing," ujarnya.


Sebelumnya, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin, Ali menuturkan pentingnya dukungan untuk mendirikan pusat pendidikan islam di Amerika.


"Jika bicara pendidikan Islam di USA, masih belum ditemui pusat Pendidikan Islam yang dikelola oleh Muslim Indonesia, padahal terbukti bahwa muslim Indonesia memiliki warna dakwah yang khas dan unik dari yang disampaikan komunitas muslim asal Pakistan ataupun dari Timur Tengah. Setelah berkeliling ke beberapa tempat saya menemukan lokasi yang Insya Allah tepat untuk dijadikan pesantren," ujar Ali.


Akan tetapi, keterbatasan waktu untuk bisa membayar biaya pembelian lahan membuat Imam Shamsi berharap kian banyak umat yang turut membantu.


"Setelah berdiskusi dengan land lord (pemilik lahan) kami diberi tenggat waktu untuk melunasi pembelian pada akhir November 2017. Jika tidak lahan ini bisa diambil pihak lain. Untuk itu saya mengajak sahabat-sahabat semua untuk berkenan mendukung pesantren ini," kata Ali.


Adapun biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan lahan itu mencapai 1 juta dolar AS atau setara Rp13 miliar. Jumlah itu meliputi 750.000 dolar AS untuk pembelian lahan dan 250.000 dolar AS untuk pembersihan dan pengembangan lahan.


Publik yang ingin turut membantu bisa mengirimkan donasi melalui Kitabisa.com/pesantrenamerika.


 


 


 


 


 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top