Terbukti edit video untuk ujaran kebencian, Buni Yani masuk bui 1,6 tahun

Terbukti edit video untuk ujaran kebencian, Buni Yani masuk bui 1,6 tahun

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung menyatakan Buni Yani bersalah karena terbukti mengunduh video sambutan Ahok dalam kegiatan kunjungan ke Pulau Seribu melalui Youtube. Kemudian dengan sengaja memotong video tersebut, mengedit, dengan menghapus kata 'pakai', hingga menjadi berdurasi selama 30 detik, lalu menyebarkannya kembali, hingga menyulut kebencian.

Hal tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1) Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Buni Yani divonis hukuman 1,5 tahun penjara.

Hakim menilai bahwa Buni Yani terbukti melanggar UU mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik yang didakwakan kepadanya.

"Menyatakan bahwa terdakwa Buni Yani secara sah dan meyakinkan bersalah," kata ketua majelis hakim M. Saptono membacakan putusan dalam sidang yang digelar di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Selasa (14/11).

Perbuatan Buni Yani memenuhi unsur dakwaan alternatif pertama, yakni mengubah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan menghapus kata 'pakai'.

"Terdakwa dalam mengunggah atau mengupload mengetahui ada kata pakai yang diucapkan saksi Basuki Tjahaja Purnama, namun terdakwa menghilangkan kata pakai dalam dinding/wall akun Facebook kemudian mempostingnya," ujar hakim membacakan analisa yuridis putusan.

Menurut majelis hakim, Buni Yani mengedit video pidato Ahok dengan melakukan pemotongan durasi dari 1 jam 48 menit 33 detik yang diunggah akun Youtube Pemprov DKI menjadi 30 detik

"Telah terjadi pengurangan durasi dari 1 jam 48 menit 33 detik yang dapat berakibat isi data video rekaman berkurang," papar hakim.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top