Militer AS lanjutkan bombardir ISIS di Somalia, 40 militan tewas

Militer AS lanjutkan bombardir ISIS di Somalia, 40 militan tewas

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Washington - Pemerintah Amerika Serikat merilis bahwa militer telah membunuh sekitar 40 orang militan Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dalam operasi militer sepanjang sepekan belakangan di Somalia.


Seperti dilansir AFP, militer AS telah melancarkan lima serangan mematikan sejak Kamis pekan lalu ke kantong-kantong militan ISIS di kawasan Tanduk Afrika. Setidaknya, 36 orang anggota Al Qaeda yang masih terkait dengan kelombok Shabaab tewas dalam serangan tersebut.


Kolonel Rob Manning mengatakan, serangan gabungan yang dilakukan tentara komando AS-Afrika itu adalah sebagai jawaban atas dua aksi teror yang menghancurkan ibu kota Somalia, Mogadishu, pada bulan lalu. Setidaknya, 385 orang tewas dalam serangan bom yang berasal dari kelompok ISIS.


"Koordinasi dengan pemerintah federal Somalia, militer AS telah melancarkan lima serangan di Somalia melawan Al-Shabaab dan ISIS sejak 9 sampai 12 November. Sebanyak 40 teroris tewas dalam pertempuran itu," ujar Manning.


Lonjakan operasi militer AS itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meminta angkatan bersenjata untuk mengambil tindakan langsung terhadap terduga teroris. Dengan demikian, dalam melakukan serangan, Militer AS sudah tak perlu lagi meminta persetujuan dari Gedung Putih yang lebih spesifik untuk menghabisi teroris.


Sebelumnya, pada 3 November 2017, sepasang pesawat tanpa awak milik AS telah menyerang kelompok militan di Somalia. Hal itu menandai pertama kalinya militer AS melakukan operasi di Somalia. Militer Amerika Serikat telah melakukan serangan udara terhadap prajurit Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS), pada Jumat (3/11/2017).


Serangan udara itu merupakan yang pertama kali dilakukan militer AS di Somalia. Laporan dari AFP, Sabtu (4/11) menyebutkan, serangan itu berhasil menewaskan beberapa pejuang ISIS. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Komandan Komando AS Afrika (AFRICOM).


Sementara itu, Wali Kota Qandala, wilayah semi-otonomi Puntland, Jama Mohamed Qurshe menyaksikan, enam rudal telah menghancurkan sebuah markas ISIS di desa Buqa, sejauh 60 km dari wilayahnya. Kejadian itu mengejutkan penduduk lokal dan para gembala yang langsung berlari keluar dari kawasan tersebut untuk menyelamatkan diri. Demikian dilansir VOA.


Di bagian lain, Juru bicara AFRICOM, Anthony Falvo mengatakan, tidak ada warga sipil yang berada di sekitar wilayah serangan. Dengan kata lain, militer telah berhasil menyerang target yang diincar. Serangan pertama terjadi sekitar tengah malam waktu Somalia, dan hantaman rudal kedua pada pukul 11.00 waktu setempat.


Dalam beberapa bulan terakhir, AS telah berulangkali menyerang pemberontak Somalia yang berasal dari kelompok Shabaab. Kelompok itu masih memiliki ikatan dengan Al Qaeda. Namun serangan rudal pada Jumat lalu dinilai sebagai langkah signifikan dalam perang melawan ISIS.


"Pasukan AS akan terus menggunakan semua tindakan yang tepat untuk melindungi orang Amerika dan menghentikan ancaman teroris," kata Falvo.


Sebelumnya, ISIS telah mengklaim serangan bunuh diri di Somalia pada Mei 2017. Serangan bom itu menewaskan sedikitnya lima orang. Aksi itu mengawali aktivitas Shabaab di wilayah tersebut. Kelompok militan tersebut dipimpin oleh mantan ulama Shabaab, Abdiqadir Mumin. Mantan anggota kelompok Al Qaeda ini kemudian berpindah ke ISIS pada Oktober 2015.


Abdiqadir Mumin lahir di Puntland dan tinggal di Swedia, sebelum akhirnya pindah ke Inggris pada 2000-an kemudian berhasil memperoleh kewarganegaraan Inggris.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top