1251 
Pasangan diarak telanjang itu korban fitnah dan modus Ketua RT dan RW

Pasangan diarak telanjang itu korban fitnah dan modus Ketua RT dan RW

Reporter : Miechell

Beritahati.com, Jakarta - Dua sejoli yang ditelanjangi dan diarak warga di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten dan videonya yang sengaja diviralkan ternyata bukan pasangan mesum. Mereka diketahui sedang menjalin hubungan asmara dan berencana akan menikah dalam waktu dekat.

Sebelum digerebek warga, korban pria mendatangi rumah kontrakan pacarnya membawa makanan. Namun tak lama, warga datang dan memaksa keduanya mengaku berbuat mesum.

“Dia antar makanan, ke kamar mandi sikat gigi, habis itu keluar langsung ditarik suruh ngaku, kalau nggak ngaku ditelanjangi. Tapi yang jelas aslinya pakai baju,” ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif kepada wartawan.

Dia menambahkan, saat itu kedua korban sama-sama masih mengenakan baju. Pelaku yang menggerebek lalu menarik baju pasangan tersebut. Intinya, kedua sejoli itu sama-sama mengenakan baju lengkap, digedor pintu oleh oknum/pelaku, ditarik bajunya, ditelanjangi, setelah itu diarak sekaligus diambil videonya untuk diviralkan.

Tak hanya menelanjangi korban, warga juga menganiaya pasangan tersebut.

“Yang laki-laki kerahnya ditarik, perempuan ditarik kaos ke atas ditelanjangi, dipukuli, ditampar lalu digelandang,” imbuh Sabilul.

Para pelaku juga mengajak warga lain untuk mendatangi lokasi. Mereka mengajak warga mengabadikan pasangan yang dituduh mesum itu.

“Habis itu mereka bilang ayo selfie, upload. Ada yang bilang begitu, ‘ada yang mesum!’,” papar Sabilul meneruskan.

Atas kejadian ini, penegakan hukum akan difokuskan pada tindak kekerasan yang dilakukan warga, karena masalah utamanya ternyata bukan mesum, tapi tindak pidana kekerasannya. Polisi juga telah melakukan visum terhadap kedua korban dengan hasil sejumlah memar yang dialami keduanya adalah akibat penganiayaan yang dilakukan warga seperti luka-luka serta memar-memar di sekujur tubuh.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiyawan saat dikonfirmasi terpisah menjelaskan, polisi sudah menangkap 6 orang yang ikut menelanjangi dan menganiaya pasangan yang difitnah mesum tersebut.

Melihat dari video yang viral di media sosial, polisi juga melakukan penangkapan terhadap para pelaku pengeroyokan dan penganiayaan berinisial G, T, A, I, S dan N, dimana keenam pelaku itu disebut-sebut sebagai aktor intelektual. Ketua RT berinisial T dan Ketua RW berinisial G di Kampung Kadu RT 07/RW 03, Cikupa, Kabupaten Tangerang menjadi tersangka fitnah sekaligus modus penelanjangan, penganiayaan serta pengambilan video untuk diviralkan. Mereka dijerat pasal berlapis tentang pengeroyokan dan perbuatan melanggar hukum. Para tersangka kini terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

AKBP Sabilul mengecam kasus persekusi. Dia menegaskan polisi tidak akan segan-segan melakukan penindakan. Dia berharap masyarakat tidak main hakim sendiri.

AKBP Sabilul sendiri merasa prihatin dengan kasus penggerebekan sepasang kekasih yang dituduh mesum di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Apalagi korban ditelanjangi oleh para pelaku sehingga kini mengalami trauma. Ironisnya, dua orang pelaku adalah ketua RT dan RW.

Kepolisian hingga saat ini juga masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apa motif di balik penelanjangan, pengeroyokan, pengambilan video, serta pengarakan keliling terhadap kedua korban. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Para pelaku juga sudah mendekam di penjara Mapolresta Tangerang guna proses penyelidikan lebih lanjut.

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top