Sebanyak 22 juta penderita penyakit katastropik sebagian besar generasi muda

Sebanyak 22 juta penderita penyakit katastropik sebagian besar generasi muda

Reporter : Miechell



Beritahati.com, Jakarta - Asisten Deputi bidang Koordinasi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Meida Octarina menyambut baik atas diperingatinya Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 12 November. 
 

Menurutnya, Hari Kesehatan tersebut harus memberikan dampak positif bagi kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat. Artinya hari kesehatan nasional ini jangan hanya sebatas dimaknai sebuah seremonial saja, akan tetapi bisa mendorong perilaku hidup sehat masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Meida melihat, saat ini hampir di seluruh dunia mengalami perubahan atas perilaku hidup sehat, khususnya generasi muda. Banyak di antara mereka kurang sadar terhadap kesehatan, kurang makan sayur dan buah, serta kurang tahu bagaimana menjaga kesehatan tubuh. Hal ini bagi Meida berdampak pada pola penyakit yang berubah-ubah, penyakit menular menurun tapi kecenderungan penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, kanker justru meningkat.

Data Kementerian Kesehatan 2016 menyebutkan, beban penyakit katastropik seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, ginjal, hepatitis, thalasemia, leukemia, hemofilia telah mencapai jumlah penderita sebanyak 22 juta orang lebih dan hal tersebut ternyata menyerap beban anggaran sebesar Rp 1,69 triliun atau 29,67 persen. 

 

"Parahnya penyakit jenis ini menyerang generasi muda. Ini harus diwaspadai," ungkap Meida.

Karena hal itu dalam rangka hari kesehatan yang ke-53 tahun ini, pemerintah telah melakukan pendekatan melalui keluarga, yakni pendekatan promontif dan prevantif. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini.

 

"Saya yakin, ketika ada perubahan perilaku hidup sehat maka akan mengubah kehidupan menjadi lebih baik sehingga kita bisa melakukan pencegahan dan hal ini dilakukan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat," tuturnya lagi.
 





 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top