Beritahati.com, Jakarta - Aksi pencabulan yang dilakukan Ruhendi (32) terhadap terhadap dua anak kandungnya, yakni LP (16) dan L(14) ternyata tak hanya dilakukan sekali saja, namun Ruhendi telah mencabuli LP sejak kelas 5 SD.


Diketahui, LA (16) masih duduk di bangku SMK, sedangkan LU (14) adalah pelajar SMP.


(Baca: Bejat! Ayah kandung keranjingan raba 'kemaluan' dan payudara dua putri remajanya)


Mirisnya lagi, korban LP (16) tak hanya dicabuli namun juga disetubuhi berkali-kali oleh ayah kandungnya saat kondisi rumah kontrakannya sepi.


"Dari hasil pemeriksaan anak pertama (LP) mengaku sudah beberapa kali disetubuhi ayah kandungnya,” ungkap Wakasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Iver Mannosoh di Mapolres Jakarta Barat, Selasa (28/11).


Beruntung, kata Iver, L tak digagahi oleh ayahnya. Namun L mengaku dicabuli oleh ayahnya berulang kali.


"LP dan ayahnya bersetubuh di rumah kontrakannya. Kita dalami soal itu (setubuh di hotel)," ucapnya.


Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu mengatakan, dari kesaksian dua korban. Pelaku sering mengancam korban agar tidak memberitahu perbuatan bejatnya itu kepada ibunya.



“Korban takut karena sering diancam sama pelaku,” kata Edi Sitepu mengutip kesaksian korban di Jakarta, Selasa(28/11).


Tidak hanya itu kata Edi, setiap malam saat korban tidur, pelaku menggerayangi bagian dada dan kemaluan korban.


“Korban selama ini tidak berani mengadu, karena takut kalau pelaku marah. Dan perlakuan itu dilakukan pelaku sudah lama dan berkali-kali,” ujar Edi.


Bahkan, lanjut Edi, korban juga mengaku bahwa dirinya sering direkam saat sedang bertelanjang di kamar mandi, dan rekaman video tersebut masih tersimpan di HP pelaku.


Sementara itu, Kanit PPA Polres Metro Jakarta Barat AKP Yeny sudah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk memberikan penanganan terhadap kedua korban. Nanti juga ada terapi untuk menghilangkan trauma.


"Kita bawa ke psikolog, sekarang ini bagaimana memulihkan psikologis kedua korban karena ini dampak yang sangat buruk. Ini kan korbannya anak-anak ya jadi jangan terlalu diekspose," ucapnya.


Sebelumnya diketahui, Polres Jakarta Barat menangkap Ruhendi di rumahnya Jalan Pesing Gadog, RT 08 RW 06, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat setelah dilaporkan oleh istrinya, Rohmawati (32) pada Senin (27/11) malam.


Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu mengatakan, dari kesaksian dua korban. Pelaku sering mengancam korban agar tidak memberitahu perbuatan bejatnya itu kepada ibunya.