Beritahati.com, Jakarta - Kabar tewasnya militan ISIS asal Indonesia Bahrun Naim di Suriah hingga kini masih misteri. Polri sejauh ini juga belum dapat mengkonfirmasi benar tidaknya kabar tersebut.


Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, terkait tewasnya Bahrun di Suriah masih didalami oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri untuk mengecek kebenaranya. Kabar ini kali pertama berhembus dari sosial media di kalangan jaringan kelompok teroris itu sendiri.


“Menyikapi masalah ini kepolisian harus mencari sumber resmi yang akurat,” kata Kapolri usai menjadi Inspektur Upacara dalam HUT 67 Korps Polisi Perairan dan Udara (Polairud) di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (5/12).

Karena bersumber dari sosial media, kata Tito, bisa saja hal tersebut bagian dari strategi Bahrun Naim ataupun jaringannya agar tidak lagi menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).


“Bisa ini dia benar-benar meninggal, bisa tidak. Ini trik dia supaya tidak dikejar,” ujar Tito.


Sebelumnya Mabes Polri pernah menyampaikan bahwa Bahrun pernah dipenjara pada tahun 2010 karena merencanakan teror bersamaan dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.


Sehabis menjalani hukuman, pemilik nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo itu terbang ke Suriah.


Kemarin, pesan berantai berupa screen shoot percakapan Whatsapp beredar, yang mengabarkan kematian Bahrun Naim. Pengirim pesannya yaitu Khilafah Syam, yang menyebut Bahrum Naim tewas pada tanggal 30 November 2017 setelah “berjihad” melawan pasukan Bashar Al Assad di Suriah.