Beritahati.com, Jakarta - Di akhir penghujung tahun, tepatnya mulai 8 Desember 2017, PT Jasa Marga menaikan tarif tol di lima ruas jalan tol yang dikelolanya.


Kenaikan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diatur dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan Tol.


Demikian diungkapkan AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso, Rabu (6/12). Heru mengatakan, usulan kenaikan tarif sebelumnya diajukan Jasa Marga setelah Standar Pelayanan Minimal (SPM) dipenuhi.


"Jadi ada lima ruas jalan Tol yang tarifnya mengalami kenaikan. Yakni, Tol dalam kota Jakarta (Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit), Tol Surabaya-Gempol, Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Tol Palimanan-Kanci dan Jalan Tol Semarang (Seksi A, B, C)," ucap Heru di Jakarta, Rabu (6/12).


Heru menambahkan, kenaikan dan evaluasi tarif tol ini dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi demi PT Jasa Marga memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.


"Perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kemudian dievaluasi oleh BPJT berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir," katanya.


Heru mengatakan dengan kenaikan tarif Tol, Jasa Marga senantiasa meningkatkan pemenuhan indikator Standard Pelayanan Minimum yang meliputi kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan, dan bantuan pelayanan, serta kebersihan lingkungan maupun kelaikan tempat istirahat dan pelayanan dan lainnya.