Beritahati.com, Jakarta - Kejadian premanisme di wilayah Indonesia, khususnya Jabodetabek sudah meresahkan masyarakat. Bahkan baru-baru ini, dua polisi diserang dengan brutal oleh kelompok preman 'Rawa Lele 212'. Rupanya kepolisian sudah hilang kesabaran dengan perilaku preman yang selama ini coba ditindak dengan manusiawi tapi malah terang-terangan melawan petugas.


Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan para Kapolres dan Kapolsek di seluruh wilayah Indonesia untuk melaksanakan operasi penangkapan pelaku kejahatan konvensional dan kejahatan jalanan. Perintah langsung ini dikeluarkan Kapolri dalam rangka menjaga stabilitas keamanan menjelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.


"Saya sampaikan, kepada kapolres, kapolsek, bersihkan semua tempat dari calo, copet, tukang todong, jambret, tukang bius, pokoknya semua preman dan segala macamnya," kata Tito di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12).


Dirinya bahkan dengan tegas mengatakan bakal mencopot para kepala satuan wilayah tersebut jika masih ada laporan terjadinya tindak kejahatan jalanan dan kejahatan konvensional di wilayah hukum mereka masing-masing.


"Yang enggak bisa, saya copot!" tegas Kapolri.


Tito menambahkan, dirinya juga memastikan telah terbangun koordinasi penanganan kriminalitas tersebut dengan institusi lain, seperti TNI, pemerintah provinsi/kota/kabupaten, serta kementerian maupun lembaga yang terkait dengan masalah pengamanan.


Rencananya, untuk mematangkan operasi pengamanan libur Natal dan Tahun Baru, Kapolri akan menggelar rapat dengan institusi-institusi lain pada pekan depan. Tidak hanya soal pengamanan, rapat koordinasi itu juga akan membahas hal lain, mulai dari pengamanan harga bahan pokok hingga ancaman terorisme di obyek-obyek vital milik negara.