Pengakuan Yerusalem ibukota Israel, Paus Fransiskus: Tanah Suci, untuk orang Kristen juga

Pengakuan Yerusalem ibukota Israel, Paus Fransiskus: Tanah Suci, untuk orang Kristen juga

Penulis: Dadi

Beritahati.com - Rabu (11/7) waktu Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan menetapkan pemindahan Kedutaan Besar AS ke kota kuno tersebut, kata pejabat senior AS. Keputusan itu membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade dan berisiko memicu kekerasan di Timur Tengah.


Imam besar agama Katolik, Paus Fransiskus, ketika berbicara kepada warga Palestina menjelang pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Yerusalem, mengatakan pada bahwa hal ini merupakan pengakuan hak semua orang atas Tanah Suci, dan agar tidak memicu kekerasan, syarat utama adalah dialog.


"Tanah Suci adalah untuk orang-orang Kristen juga, adalah tanah lebih dari segalanya. Tempat dialog antara Tuhan dan umat manusia," katanya.


Paus, yang sebelumnya berbincang dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas tentang krisis tersebut pada Selasa, memberikan komentarnya kepada sekelompok warga Palestina yang sedang berkunjung dan terlibat dalam dialog antaragama dengan Vatikan, lapor Reuters.


"Syarat utama dalam diskusi tersebut adalah penghormatan timbal balik dan komitmen untuk memperkuat rasa hormat tersebut, demi pengakuan hak semua orang, di mana pun kebetulan mereka berada," katanya.


 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top