Kecam pernyataan Trump, PDI Perjuangan: Bung Karno konsisten tolak Israel dan Taiwan

Kecam pernyataan Trump, PDI Perjuangan: Bung Karno konsisten tolak Israel dan Taiwan
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto
Reporter : Dadi

Beritahati.com, Jakarta - Partai pemenang Pemilu, PDI Perjuangan angkat suara mengenai keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan menilai. Menurut PDI P, Trump telah mengambil klaim sepihak. Pada sisi lain, Jerusalem juga kota penting bagi umat Kristen dan Yahudi selain Islam.


"Mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina yang mencakup wilayah Jerusalem Timur adalah konsistensi politik sikap PDI Perjuangan. Kami selalu diajarkan hakikat kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan solusi atas Jerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan harus melibatkan Palestina, tidak bisa dilakukan sepihak," tegas Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis.


Dia menegaskan, sikap PDI Perjuangan itu selain berakar kuat dari perintah konstitusi negara, juga berpihak dari sejarah dimana Konferensi Asia Afrika telah memberikan legitimasi yang kuat bagi Palestina untuk diperjuangkan sebagai negara yang merdeka seutuhnya.


Palestina dan Mesir termasuk negara pertama yang mengakui secara de facto kemerdekaan Indonesia.


"Bahkan pada 1962, Bung Karno secara konsisten menolak kehadiran Israel dan Taiwan dalam Asian Games 1962 di Jakarta, meski dengan konsekuensi dikeluarkan dari Komite Olimpiade Internasional. Bung Karno tidak tunduk pada tekanan itu, malah berinisiasi membentuk Games of The New Emerging Forces sebagai tandingan Olimpiade. Betapa bangga kita sebagai bangsa dengan ketegasan dan kedaulatan politik seperti itu," jelas Hasto.


PDI Perjuangan meminta menteri luar negeri agar secepatnya menggalang dukungan internasional, dan melalui PBB agar mengeluarkan resolusi menolak klaim Jerusalem Timur sebagai ibu kota Israel.


"Upaya mendukung Kemerdekaan Palestina seutuhnya harus menjadi pegangan seluruh diplomasi internasional yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia. Pada saat bersamaan upaya Presiden Donald Trump memindahkan Kedubesnya di Jerusalem Timur untuk tidak dilakukan terlebih dahulu guna mencegah ketegangan lebih lanjut," katanya.


 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top